Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mania Telo

Mengamati kondisi sosial,politik & sejarah dari sejak tahun 1991

Anak Tahu Orang Tua Berselingkuh…?

OPINI | 05 February 2013 | 22:42 Dibaca: 568   Komentar: 0   0

Seorang teman curhat,bahwa anaknya menuduh dirinya berselingkuh. Cara anaknya menyampaikan protes pun sangat unik,yaitu mengirim email ke mamanya “….mami berselingkuh sama om……?????”
Singkat namun cukup membuat kaget orang tuanya kenapa anaknya berani menuduh dirinya berselingkuh dengan laki-laki lain. Tentu kebenaran dirinya berselingkuh tidak disampaikan atau tidak diketahui secara benar atau tidak,karena jawabannya dipastikan “…tentu tidak…!” . Tetapi kenapa seorang anak sampai membuat email dengan nada tuduhan seperti itu.

Pendekatan kepada si anak pun dilakukan untuk mengetahui kenapa anaknya menuduh dirinya seperti itu dengan cara mengirim email yang menurutnya bahasanya adalah bahasa si anak kalau bicara kepada ibunya. Namun si anak tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak mengirim email tersebut sambil menangis dan teriak-teriak. Akhirnya teriakan si anak mengundang si ayah datang untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya. Keributan kecil mewarnai keluarga tersebut karena “email gelap” yang dikatakan oleh ibunya berasal dari anaknya.

Langkah si Ayah menyelesaikan masalah tersebut juga agak janggal dirasakan,sebab email dan Facebook si anak malah ditutup akunnya,dan dikatakan bahwa sekarang banyak “junk email” seringkali masuk ke akun email dengan menggunakan akun email yang “mirip” dengan email-2 aslinya. Merasa masalahnya kurang diselesaikan secara tuntas,maka si ibu merasa suaminya pun curiga dengan “perselingkuhan” yang dituduhkan oleh anaknya dan dalam proses menyelidiki. Hubungan suami-istri dan anak-2nya pun menjadi terganggu walau terlihat dibuat seperti biasa saja.

Kondisi yang diceritakan diatas tentu sangat tidak mengenakkan dan dapat membuat si ibu kehilangan kepercayaan dari anak-2nya dan suaminya,dan bisa juga kalau cerita ini tersebar di lingkungan saudara-2nya maka akan membuat “cibiran” terselubung. Sebuah tuduhan yang tidak diselesaikan dengan tuntas akan mengundang kecurigaan demi kecurigaan,bahkan konflik kecil pun akan menjadi besar karena di benak masing-2 sudah ada endapan masalah yang tidak diselesaikan.

Si Ibu tidak mau membuat tuduhan si anak diselesaikan oleh suaminya. Menurutnya, “Ya sudah,karena itu dianggap “junk email” maka masalahnya dianggap “selesai” saja…” ,walau didalam hatinya memang masih galau atas situasi ini. Tetapi bila sampai terus diperpanjang, dikhawatirkan si anak akan “terganggu” pertumbuhan di masa remajanya dan suaminya malah mempertegas pertanyaan si anak “…jadi kamu selingkuh atau tidak…?….” Kalau dijawab “tidak” apakah suaminya juga percaya?

Masalah diatas sulit diselesaikan karena latar belakang perkawinan pasutri tersebut tidak didasari cinta yang mendalam dari pihak istrinya. Pernah suatu ketika suaminya mengetahui bahwa istrinya “jatuh hati” pada laki-laki lain dan dituliskan dalam buku hariannya. Itulah awal “malapetaka” bangunan sebuah keluarga kalau sampai terjadi ada hati yang “berpindah”….Bisa jadi,memang sang suami terus menyelidik atau bisa juga sang istri dikejar masa lalunya yang memang “kurang bersih” dalam bercinta dengan suaminya sekarang. Kurang bersih yang dimaksudkan adalah karena hatinya memang mendua,bukan hanya pada laki-laki yang menjadi suaminya sekarang,tetapi juga kepada laki-laki lain yang memang sangat dicintainya hingga dirinya sudah menikah.

Perasaan si anak yang sedang tumbuh menjadi gadis remaja tentu saja juga galau melihat ibunya “tidak romantis” terhadap ayahnya,demikian juga sebaliknya. Akhirnya bisa saja si anak menyelidik apa yang menjadi latar belakang ayah-ibunya bersikap demikian didalam keseharian mereka. Juga,mungkin juga si anak pernah memergoki ibunya “bermesraan” dengan laki-laki lain yang dikenalnya. Sikap terbaik yang harus dilakukan si Ibu adalah berusaha meyakinkan kepada anaknya bahwa memang tidak ada perselingkuhan; Tentu usaha itu perlu waktu hingga bertahun-tahun sampai memang terbukti dirinya memang tidak pernah berselingkuh……

Jangan pernah mencoba menyelesaikan suatu perkara di rumah tangga,bila latar belakang perkawinan tidak cukup kuat kadar cintanya……..!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Promosi Multikultur ala Australia …

Ahmad Syam | | 18 April 2014 | 16:29

Sesat Pikir Koalisi …

Faisal Basri | | 18 April 2014 | 19:08

Liburan Paskah, Yuk Lihat Gereja Tua di …

Mawan Sidarta | | 18 April 2014 | 14:14

Untuk Capres-Cawapres …

Adhye Panritalopi | | 18 April 2014 | 16:47

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Kue Olahan Amin Rais …

Hamid H. Supratman | 10 jam lalu

Puan Sulit Masuk Bursa Cawapres …

Yunas Windra | 11 jam lalu

Misteri Pertemuan 12 Menit yang Membungkam …

Gatot Swandito | 11 jam lalu

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 14 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: