Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mania Telo

@ManiaTelo : Mengamati kondisi sosial,politik & sejarah dari sejak tahun 1991

Anak Tahu Orang Tua Berselingkuh…?

OPINI | 05 February 2013 | 22:42 Dibaca: 627   Komentar: 0   0

Seorang teman curhat,bahwa anaknya menuduh dirinya berselingkuh. Cara anaknya menyampaikan protes pun sangat unik,yaitu mengirim email ke mamanya “….mami berselingkuh sama om……?????”
Singkat namun cukup membuat kaget orang tuanya kenapa anaknya berani menuduh dirinya berselingkuh dengan laki-laki lain. Tentu kebenaran dirinya berselingkuh tidak disampaikan atau tidak diketahui secara benar atau tidak,karena jawabannya dipastikan “…tentu tidak…!” . Tetapi kenapa seorang anak sampai membuat email dengan nada tuduhan seperti itu.

Pendekatan kepada si anak pun dilakukan untuk mengetahui kenapa anaknya menuduh dirinya seperti itu dengan cara mengirim email yang menurutnya bahasanya adalah bahasa si anak kalau bicara kepada ibunya. Namun si anak tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak mengirim email tersebut sambil menangis dan teriak-teriak. Akhirnya teriakan si anak mengundang si ayah datang untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya. Keributan kecil mewarnai keluarga tersebut karena “email gelap” yang dikatakan oleh ibunya berasal dari anaknya.

Langkah si Ayah menyelesaikan masalah tersebut juga agak janggal dirasakan,sebab email dan Facebook si anak malah ditutup akunnya,dan dikatakan bahwa sekarang banyak “junk email” seringkali masuk ke akun email dengan menggunakan akun email yang “mirip” dengan email-2 aslinya. Merasa masalahnya kurang diselesaikan secara tuntas,maka si ibu merasa suaminya pun curiga dengan “perselingkuhan” yang dituduhkan oleh anaknya dan dalam proses menyelidiki. Hubungan suami-istri dan anak-2nya pun menjadi terganggu walau terlihat dibuat seperti biasa saja.

Kondisi yang diceritakan diatas tentu sangat tidak mengenakkan dan dapat membuat si ibu kehilangan kepercayaan dari anak-2nya dan suaminya,dan bisa juga kalau cerita ini tersebar di lingkungan saudara-2nya maka akan membuat “cibiran” terselubung. Sebuah tuduhan yang tidak diselesaikan dengan tuntas akan mengundang kecurigaan demi kecurigaan,bahkan konflik kecil pun akan menjadi besar karena di benak masing-2 sudah ada endapan masalah yang tidak diselesaikan.

Si Ibu tidak mau membuat tuduhan si anak diselesaikan oleh suaminya. Menurutnya, “Ya sudah,karena itu dianggap “junk email” maka masalahnya dianggap “selesai” saja…” ,walau didalam hatinya memang masih galau atas situasi ini. Tetapi bila sampai terus diperpanjang, dikhawatirkan si anak akan “terganggu” pertumbuhan di masa remajanya dan suaminya malah mempertegas pertanyaan si anak “…jadi kamu selingkuh atau tidak…?….” Kalau dijawab “tidak” apakah suaminya juga percaya?

Masalah diatas sulit diselesaikan karena latar belakang perkawinan pasutri tersebut tidak didasari cinta yang mendalam dari pihak istrinya. Pernah suatu ketika suaminya mengetahui bahwa istrinya “jatuh hati” pada laki-laki lain dan dituliskan dalam buku hariannya. Itulah awal “malapetaka” bangunan sebuah keluarga kalau sampai terjadi ada hati yang “berpindah”….Bisa jadi,memang sang suami terus menyelidik atau bisa juga sang istri dikejar masa lalunya yang memang “kurang bersih” dalam bercinta dengan suaminya sekarang. Kurang bersih yang dimaksudkan adalah karena hatinya memang mendua,bukan hanya pada laki-laki yang menjadi suaminya sekarang,tetapi juga kepada laki-laki lain yang memang sangat dicintainya hingga dirinya sudah menikah.

Perasaan si anak yang sedang tumbuh menjadi gadis remaja tentu saja juga galau melihat ibunya “tidak romantis” terhadap ayahnya,demikian juga sebaliknya. Akhirnya bisa saja si anak menyelidik apa yang menjadi latar belakang ayah-ibunya bersikap demikian didalam keseharian mereka. Juga,mungkin juga si anak pernah memergoki ibunya “bermesraan” dengan laki-laki lain yang dikenalnya. Sikap terbaik yang harus dilakukan si Ibu adalah berusaha meyakinkan kepada anaknya bahwa memang tidak ada perselingkuhan; Tentu usaha itu perlu waktu hingga bertahun-tahun sampai memang terbukti dirinya memang tidak pernah berselingkuh……

Jangan pernah mencoba menyelesaikan suatu perkara di rumah tangga,bila latar belakang perkawinan tidak cukup kuat kadar cintanya……..!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Unik Menyeberangkan Mobil ke Pulau …

Cahayahati (acjp) | | 16 September 2014 | 14:16

Korupsi Politik Luthfi Hasan Ishaaq …

Hendra Budiman | | 16 September 2014 | 13:19

Kenapa Narrative Text Disajikan di SMA? …

Ahmad Imam Satriya | | 16 September 2014 | 16:13

Apartemen Murah? Teliti Sebelum Membeli (5) …

Farida Chandra | | 16 September 2014 | 15:16

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Ganggu Ahok = Ganggu Nachrowi …

Pakfigo Saja | 8 jam lalu

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 10 jam lalu

UU Pilkada, Ken Arok, SBY, Ahok, Prabowo …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Ternyata Ahok Gunakan Jurus Archimedes! …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Revolusi Mental, Mungkinkah KAI Jadi …

Akhmad Sujadi | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Golkar Butuh Pemimpin Sekelas AL …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Ikan Mas Koki Dioperasi Untuk Angkat Tumor …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Anomali Ahok: Pahlawan atau Pengkhianat? …

Choirul Huda | 8 jam lalu

Bukan Bagi-bagi Kursi, Tapi Bagi-bagi …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Pengacara Seribu Rupiah …

Mini Praise | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: