Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Dodi Muharam

aku hanya pribadi tak sempurna yang apa adanya mencoba mencari dan memahami hal-hal yang baru selengkapnya

Apresiasi Seni Teater

REP | 06 February 2013 | 22:26 Dibaca: 1267   Komentar: 1   0

A. Sejarah Teater Tradisional

Teater tradisional adalah teater yang berkembang di kalangan rakyat, yaitu suatu bentuk seni yang berakar dan bersumber dari tradisi masyarakat lingkungannya.

Teater tradisional di wilayah nusantara dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu :

  1. Teater Rakyat

Teater rakyat berkembang di daerah wilayah nusantara. Masing-masing daerah memiliki teater daerah yang berbeda-beda. Teater rakyat memiliki ciri bahwa pemainnya menyatu dengan penonton. Jadi teater tradisional tidak menggunakan panggung khusus. Seperti teater Makyong dari Riau dan teater Cepung dari Lombok Barat.

  1. Teater Klasik

Teater klasik merupakan teater tradisional yang sudah dikelola dengan baik. Teater klasik ini seperti wayang orang.

  1. Teater Transisi

Teater transisi merupakan teater tradisi daerah yang sudah dipengaruhi oleh teater gaya barat. Seperti dekorasi, tat arias, dan tata busananya sudah dipengaruhi teater gaya barat. Seperti teater komedi istambul dan sandiwara dardanela.

B. Fungsi Teater Tradisional

Teater tradisional memiliki tujuan yang terangkum dalam fungsi pertunjukkan teater tradisional tersebut. Fungsi-fungsi teater tradisional digunakan untuk keperluan upacara, media ekspresi, sarana hiburan, dan media pendidikan.

1. Sarana Upacara

Teater yang berfungsi untuk sarana upacara adalah teater yang dilakukan untuk melakukan penghormatan kepada roh nenek moyang atau dewa yang disembahnya.

2. Media Ekspresi

Teater sebagai media ekspresi merupakan media untuk menyalurkan ekspresi seni teater yang ada pada dirinya. Teater ini digunakan untuk mengungkapkan ekspresi pada dirinya.

3. Sarana Hiburan

Teater yang berfungsi sebagai media pendidikan merupakan teater yang dirancang khusus pertunjukan.

4. Media Pendidikan

Teater yang berfungsi sebagai media pendidikan merupakan teater yang dirancang khusus sebagai media untuk memberikan informasi-informasi kepada masyarakat

C. Jenis Teater

Teater tradisional merupakan teater yang berasal dari kebudayaan Indonesia, misalkan ketoprak, ludruk, lenong, dagelan, wayang kulit, wayang golek, makyong, mamanda, cepung, dan barong.

  1. Wayang Kulit dan Wayang Golek

ertujukan

Wayang Kulit

Wayang kulit dan wayang golek adalah duplikasi dari wayang orang yang dimainkan oleh seorang dalang dengan menggunakan wayang dari bahan kulit (wayang kulit) dan dari bahan dari kayu (wayang golek).

  1. Wayang Orang

Wayang orang adalah bentuk kesenian tradisional yang multimedia karena seni lain dari berbagai jenis seni ada pada bagian pertunjukkan tersebut. Contoh : seni sastra (terdapat pada naskah cerita), musik (gamelan/musik pengiring), drama (dialog dan acting), tari (gerakan tari), serta rupa (kostum/properti/tat arias).

  1. Ketoprak dan Ludruk

Pertunjukan Ketoprak

Pertunjukan Ludruk

Ketoprak adalah adegan, seperti wayang orang yang dibawakan oleh manusia secara langsung dengan menampilkan cerita dari rakyat atau kisah kepahwalwanan, Ludruk adalah pertunjukkan yang berasal dari daerah Jawa Timur dengan menampilkan pemain laki-laki. Di dalam pembukaan ludruk ini dengan menggunakan tarian dan nyanyian yang disebut Tari Remo.

  1. Lenong

Lenong Betawi

Lenong adalah sandiwara yang menggunakan dialek betawi. Bersifat improvisatif, bergaya lugu dan lucu dengan nyanyian dan tarian yang diiringi musik gambang kromong.

  1. Lawak dan Dagelan

Lawak Srimulat

Dagelan

Lawak adalah drama yang lepas dari logika cerita, acting, dan adegan. Pemain lebih cenderung pada usaha membuat kelucuan. Dagelan adalah lawak versi jawa.

  1. Cepung

Cepung merupakan teater tutur yang berasal dari Lombok Barat. Teater ditampilkan dengan menyannyi dan diiringi suara tabuhan. Pemain teater cepung semua pria yang disebut sekaha.

Pertunjukkan Teater Cepung

  1. Makyong

Teater makyong berasal dari daerah Riau, pertunjukkan teater ini dilakukan kurang lebih selama tiga jam. Pemain makyong terdiri dari laki-laki dan perempuan semuanya menggunakan topeng. Seorang pencerita dalam teater ini disebut awing. Karena menggunakan topeng teater ini sering disebut sendratari topeng.

Pertunjukkan Teater Makyong

  1. Mamanda

Teater Mamanda berasal dari daerah Kalimantan Selatan. Ciri khas teater Mamanda adalah menceritakan pertentangan antara penguasa yang tidak bijaksana dengan warga masyarakat yang baik.

  1. Mamanda

Teater barong berasal dari daerah Bali. Teater Barong menampilkan tiga unsur pokok yang sama-sama menonjol yaitu teater musik, tarian, dan musik. Teater barong menceritakan pertarungan antara kebajikan melawan kebatilan. Barong merupakan makhluk mitologi yang menggambarkan kebajikan, sedangkan Rangda adalah tokoh kejahatan yang menggambarkan kebatilan.

D. Unsur Estetis Teater Tradisional

Unsur-unsur estetis yang ada di dalam teater antara lain : unsur setting, perwatakan dan penokohan, dan plot, dekorasi, tata musik, tat arias, dan tata busana.

1. Setting

Setting atau latar memiliki tiga unsur yaitu tempat, ruang dan waktu. Setting tempat berhubungan dengan lokasi dimana cerita itu berlangsung.

2. Penokohan dan Perwatakan

Penokohan berhubungan dengan seseorang seperti wanita, laki-laki, usia, gemuk, kurus, dan nama. Sedangkan perwatakan berhubungan dengan baik, jelek, mudah marah, penyayang, sabar, egois, suka menolong, pemberani atau penakut. Penokohan dalam seni teater dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu : tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh tritagonis.

3. Plot.

Plot atau alur cerita adalah rangkaian cerita yang saling berhubungan satu dengan lainnya dengan menggunakan hubungan sebab-akibat.

4. Dekorasi

Dekorasi merupakan penataan tempat pertunjukan agar sesuai dengan tempat kejadian dalam cerita. Dekorasi dapat berupa meja, kursi, almari, rumah, gambar hiasan.

5. Tata Musik, Tata Rias, dan Kostum

Unsur artistik lainnya selain dekorasi adalah musik iringan dalam pertunjukkan, tata rias wajah, dan kostum.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Anggota DPR Ini Seperti Preman Pasar Saja …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

SBY Ngambek Sama Yusril, Rahasia Terbongkar, …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 11 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 11 jam lalu

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Bait Rindu untuk Bapak …

Rizko Handoko | 7 jam lalu

PKB Inisiasi Aksi Walk Out di Sidang …

Nada Dwinov | 8 jam lalu

Mari Melek Sejarah Perlawakan Kita Sendiri …

Odios Arminto | 8 jam lalu

Titik Pijat untuk Masuk Angin …

Radixx Nugraha | 8 jam lalu

Harapan Muhaimin Iskanddar Kandas …

Agus Salim | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: