Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Irfan Amri

Motto hidup : Berpikir besar, berusaha maksimal, berdo'a dan sukses

Manfaat Jujur…

OPINI | 06 February 2013 | 21:28 Dibaca: 555   Komentar: 0   0

Diangkat dari sebuah tabloid Islam di London, Inggris . . .

Seorang imam mesjid di London setiap hari pergi dan pulang dari rumah ke mesjid selalu menggunakan kendaraan umum. Seperti kita tau, di negara maju kendaraan umum tidak ada kondekturnya melainkan calon penumpang langsung membayarkan sejumlah uang kepada supir. Setelah membayar, penumpang tersebut dipersilahkan untuk mencari tempat duduk.

Kebetulan pada suatu hari,  imam mesjid tersebut tidak membawa uang pas untuk ongkos. Jadi ia membayarkan sejumlah uang untuk ongkos dan menerima uang kembalian. Sang imam tersebut langsung mencari tempat duduk kosong tanpa menghitung uang kembaliannya.

Di tempat duduknya,  ia menghitung uang kembalian dari supir bus dan ternyata uang kembaliannya lebih … lebih dua puluh sen. Sang imam kemudian terdiam sejenak, berpikir   “Uang dua puluh sen ini dikembalikan jangan yah? Cuma dua puluh sen ini, toh dia (si supir) ini juga non muslim, akan lebih bermanfaat bila uang ini aku masukkan ke kotak amal di mesjid saja.” Pikiran itu tersebut terus berkecambuk dalam diri sang imam.

Akhirnya sang imam tiba di tempat tujuannya, awalnya ia akan turun, melewati si supir dan pura-pura tidak mengetahui kalau uang kembaliannya lebih. Tapi yang terjadi justru kebalikannya, sang imam spontan mendatangi si supir dan berkata “Uang kembalian yang Anda berikan lebih dua puluh sen.” Bukannya ucapan terima kasih yang ia dapat melainkan acungkan jempol seraya dan “Anda berhasil”, ucap si supir.

Betapa terkejutnya sang imam mendengar dia berkata seperti itu dan bertanya “Apa maksud Anda?”. Kemudian si supir menjelaskan, “Anda imam mesjid itu kan?”. “Ya”, jawab sang imam.

“Sebenarnya saya dalam beberapa hari ini, ingin sekali datang ke mesjid itu untuk belajar dan juga memeluk Agama Anda (Islam). Saya mendengar bahwa Islam mengajarkan tentang kejujuran, kebaikan dan sebagainya. Kemudian saya berpikir untuk menguji anda, apakah benar agama Anda mengajarkan hal tersebut. Dan Anda berhasil membuktikannya, saya akan memeluk Islam”, ungkap si supir dengan wajah yang serius.

Betapa terkejutnya sang imam mendengar hal itu, dalam hati ia syok banget dan tenyata uang dua puluh sen itu seharga dengan kepercayaan dan keimanan si supir. Hampir saja ia menukar keimanan orang tersebut demi uang.

Dengan perasaan yang masih diselimuti rasa tidak percaya, sang imam segera meninggalkan si supir tersebut. Sepanjang jalan tersebut, ia terus beristigfar (memohon ampunan) dan mengucap syukur ternyata Sang Pencipta masih menjaga ia dari perbuatan dosa.

(Sumber : Hope ‘Dream, Desire, Destiny’ Luruskan Niat Sempurnakan Ikhtiar   #dengan sedikit perubahan#)

- Irfan -

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 4 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 6 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 7 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 8 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: