Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Yoyon Pujo Utomo

Saya ada penulis di sebuah majalah bulanan di Ibukota. saat ini saya ingin mengembangkan bakat selengkapnya

Lelang Jam Mengajar Buat Sertifikasi Guru di Sekolah Swasta

REP | 07 February 2013 | 12:34 Dibaca: 415   Komentar: 0   1

Sertifikasi Guru yang menjadikan guru sebagai tenaga profesional menjadi suatu hal yang penting bagi tenaga-tenaga pendidik, bukan saja soal kesejahteraan tapi juga masalah kualitas dan mutu sumber daya manusianya. Baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta, tenaga pendidik berhak untuk mendapatkan Sertifikasi sebagai peningkatan mutu.

Tidak ada kesenjangan antara sekolah negeri dan sekolah swasta dalam pemberian sertifikasi bagi tenaga kependidikannya, menjadikan tantangan sendiri bagi para pengelola kebijakan yaitu Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP).

Akan tetapi, sepanjang perjalanan pelaksanaan Sertifikasi Guru banyak “batu sandungan”, soal administrasi tenaga kependidikan di sekolah negeri memiliki jauh lebih lengkap dibandingkan dengan sekolah-sekolah swasta.

Terbukti, banyak kawan-kawan guru saat mengikuti PLPG dibeberapa daerah untuk memperoleh kelulusan Sertifikasi Guru. Disekolah negeri para pendidik memiliki kelengkapan administrasi mengajar dari program tahunan, semester, silabus, Rencana Pembelajaran dan sebagainya. Sebaliknya bagi tenaga pengajar di sekolah swasta banyak “mengadopsi” dari sekolah-sekolah negeri.

Lebih parah lagi, ternyata ada pula yang “mendadak” jadi guru karena ada tawaran mendapat tunjangan Sertifikasi Guru. Alhasil guru yang telah lama mengajar, yang belum memiliki Sertifikasi Guru, mau tidak mau harus tersingkir karena Jam Mengajarnya telah berkurang. Ada pula sekolah-sekolah swasta tertentu “melelang jam”  mengajar kepada “Guru dadakan” yang ingin mendapat tunjangan Sertifikasi Guru sekitar 10 juta sampai 15 juta.

Begitulah gambaran sisi gelap dari adanya Sertifikasi Guru. Wacana awal untuk mensejahterakan nasib para “umar bakri”, harus tetap menangis “darah” meratapi diri. Bahkan kualitas dan mutu sumber daya manusia tenaga pendidik kalau hal ini terus terjadi malah terbentuk karakter “instans” cuma sekedar Sertifikasi Guru yang tunjangannya sebesar 1,5 juta rupiah bagi guru non Pegawai Negeri Sipil, harus “berbohong” pada masyarakat di sekitarnya. Mau kemanakah gambaran Guru Profesional ……. atau sekedar mimpi belaka.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 3 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 4 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 5 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 6 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

ATM Susu …

Gaganawati | 7 jam lalu

Perjamuan Akhir di Bali …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 8 jam lalu

Gayatri Dwi Wailissa, Anggota BIN yang Gugur …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: