Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Yoyon Pujo Utomo

Saya ada penulis di sebuah majalah bulanan di Ibukota. saat ini saya ingin mengembangkan bakat selengkapnya

Lelang Jam Mengajar Buat Sertifikasi Guru di Sekolah Swasta

REP | 07 February 2013 | 12:34 Dibaca: 413   Komentar: 0   1

Sertifikasi Guru yang menjadikan guru sebagai tenaga profesional menjadi suatu hal yang penting bagi tenaga-tenaga pendidik, bukan saja soal kesejahteraan tapi juga masalah kualitas dan mutu sumber daya manusianya. Baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta, tenaga pendidik berhak untuk mendapatkan Sertifikasi sebagai peningkatan mutu.

Tidak ada kesenjangan antara sekolah negeri dan sekolah swasta dalam pemberian sertifikasi bagi tenaga kependidikannya, menjadikan tantangan sendiri bagi para pengelola kebijakan yaitu Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP).

Akan tetapi, sepanjang perjalanan pelaksanaan Sertifikasi Guru banyak “batu sandungan”, soal administrasi tenaga kependidikan di sekolah negeri memiliki jauh lebih lengkap dibandingkan dengan sekolah-sekolah swasta.

Terbukti, banyak kawan-kawan guru saat mengikuti PLPG dibeberapa daerah untuk memperoleh kelulusan Sertifikasi Guru. Disekolah negeri para pendidik memiliki kelengkapan administrasi mengajar dari program tahunan, semester, silabus, Rencana Pembelajaran dan sebagainya. Sebaliknya bagi tenaga pengajar di sekolah swasta banyak “mengadopsi” dari sekolah-sekolah negeri.

Lebih parah lagi, ternyata ada pula yang “mendadak” jadi guru karena ada tawaran mendapat tunjangan Sertifikasi Guru. Alhasil guru yang telah lama mengajar, yang belum memiliki Sertifikasi Guru, mau tidak mau harus tersingkir karena Jam Mengajarnya telah berkurang. Ada pula sekolah-sekolah swasta tertentu “melelang jam”  mengajar kepada “Guru dadakan” yang ingin mendapat tunjangan Sertifikasi Guru sekitar 10 juta sampai 15 juta.

Begitulah gambaran sisi gelap dari adanya Sertifikasi Guru. Wacana awal untuk mensejahterakan nasib para “umar bakri”, harus tetap menangis “darah” meratapi diri. Bahkan kualitas dan mutu sumber daya manusia tenaga pendidik kalau hal ini terus terjadi malah terbentuk karakter “instans” cuma sekedar Sertifikasi Guru yang tunjangannya sebesar 1,5 juta rupiah bagi guru non Pegawai Negeri Sipil, harus “berbohong” pada masyarakat di sekitarnya. Mau kemanakah gambaran Guru Profesional ……. atau sekedar mimpi belaka.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 18 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 19 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 20 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 23 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: