Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Zainal Abidin

Menyukai segala apa yang disebut kesederhanaan

Pentingnya Pendidikan Ilmu Kebumian dan Astronomi untuk Pembangunan Berkelanjutan

OPINI | 07 February 2013 | 09:32 Dibaca: 696   Komentar: 0   2

Membangun Kerangka Literasi Ilmu Kebumian

Apakah Ilmu Kebumian? Ilmu Kebumian memberikan dasar fisik untuk memahami dunia di mana kita hidup dan di mana manusia berusaha untuk mencapai keberlanjutan. Sistem Ilmu Kebumian mencakup kimia, fisika, biologi, matematika dan ilmu-ilmu terapan yang melampaui batas-batas disiplinnya untuk memperlakukan bumi sebagai suatu sistem terpadu.

Ilmu Kebumian telah memberi stimulus oleh meningkatnya peran aktivitas manusia dalam perubahan global dan kemampuan pemantauan global bumi dari luar angkasa. Ilmu Sistem Kebumian berfungsi sebagai kerangka kerja untuk studi terapan misalnya penginderaan jarak jauh (indraja), GIS, manajemen bencana, dan lain-lain (http://www.usra.edu/esse/summer98/oneminuteess.html; http://www.usra.edu/esse/essonline/whatis.html)

Sebagai Sistem Ilmu Kebumian Terpadu mempelajari adanya interaksi yang erat antara udara (air), air (water), tanah (land) dan kehidupan (life).

NASA membangun kerangka keilmuan untuk ilmu kebumian yang mengaitkan variabel-variabel berikut secara terpadu, yaitu: 1. hubungan matahari-bumi, 2. Perubahan dan variabilitas iklim, 3. ekosistem dan siklus karbon, 4. inti dan permukaan bumi, 5. komposisi atmosfer, 6. cuaca, 7. siklus energi dan air.

Pendidikan  Ilmu Kebumian

Ilmu Kebumian merupakan cara untuk menarik minat siswa karena: 1. Dapat diakses (accessible), yakni siswa di setiap tempat dan di mana saja dapat mempelajari tentang beberapa bagian dari sistem bumi. 2. Relevan, yakni proses- proses sistem bumi membuat berita setiap hari dan mempengaruhi masyarakat. 3.  Compelling, yakni orang-orang perlu tahu lebih banyak tentang sistem bumi untuk membuat keputusan dan mengelola bencana alam.

Dengan demikian maka: 1. Ilmu Kebumian menawarkan suatu kerangka kerja interdisipliner yang berharga untuk memahami interaksi yang kompleks di  alam dan sistem alam buatan manusia. 2. Pemahaman dan manajemen siklus bencana alam adalah contoh terapan ilmu sistem kebumian. 3. Kurikulum ilmu sistem kebumian, termasuk penginderaan jauh dan geoinformatika, dapat memperluas akses studi manajemen bencana alam untuk berbagai tingkatan siswa.

NanoHistory of U.S. Earth Science Education (diadaptasi dari Frank Ireton, 2002) melaksanakan program-program untuk Pendidikan Ilmu Kebumian, yaitu: 1.1950-an: memperkenalkan kurikulum Earth Science, 2. 1967: Proyek Kurikulum Earth Science dirilis, 3. 1990-an: Earth & Space Science diidentifikasi sebagai ilmu inti dalam benchmark AAAS (1993) & Susenas (1996), 4. 1990-an: Pendidikan Ilmu Kebumian dimulai 5.Revolusi dalam laporan pendidikan Earth & Space Science yang dikeluarkan, 6. 2005: Kerangka Ocean Literacy dikembangkan.

Ilmu Astronomi

Astronomi mempelajari tentang sesuatu seperti planet, bintang, kelompok galaksi, black holes, dan sampai batas tak terhingga alam semesta (M. Ikbal Arifiyanto:2010).  Bumi dan kehidupan yang ada di dalamnya hanyalah sebuah “titik” saja di alam semesta. Aktivitas bumi dan kehidupan di dalamnya dipengaruhi oleh bagaimana alam semesta “bekerja”. Sehingga pengetahuan tentang astronomi menjadi bagian penting dalam memberikan pandangan yang benar terhadap kehidupan di bumi.

Keberlanjutan Dalam Pembangunan

Konsep keberlanjutan dalam pembangunan terkait erat dengan lingkungan dan ekosistem. Keberlanjutan adalah didefinisikan sebagai penggunaan lingkungan dan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. (Brundtland Report WCED:1987).

Keberlanjutan lingkungan didefinisikan sebagai pemeliharaan ekosistem global atau ‘modal alam’ baik sebagai ’sumber’ input dan sebagai limbah ‘terkubur’ (Goodland, 1995).

Ekosistem adalah sistem ekologi, masyarakat saling bergantung dari makhluk hidup yang mendaur ulang materi sementara energi mengalir melalui di daerah tertentu, melalui lingkungan fisik mereka.

Dari uraian singkat di atas, nampak pentingnya Ilmu Kebumian dan Astronomi bagi pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian maka pendidikan Ilmu Kebumian dan Astronomi memiliki peran yang penting di dalamnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Real Madrid 1 – 0 Bayern Muenchen …

Arnold Adoe | | 24 April 2014 | 04:37

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 4 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 4 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 8 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: