Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wildan Fatimatuzzahrah

saya seorang guru TK,saya tertarik dg hal yang berbau pendidikan anak.

Cara Mudah Menulis Al-quran 30 Juzz

REP | 09 February 2013 | 17:15 Dibaca: 1109   Komentar: 0   0

Metode ini dirancang dalam berbagai macam sajian yang harus dikerjakan secara berurutan. Di tingkat paling rendah adalah keharusan untuk bisa membaca huruf arab; tingkat berikutnya adalah menulis; lalu memahami bahasa yang digunakannya; dan pada gilirannya adalah fase dimana seseorang diasah kemampuannya untuk bisa memaknai sehingga sampai pada tingkat “Menemukan Logika”. Dengan demikian, kini seseorang tidak lagi menemui kesulitan dalam proses pengimplementasian isi kandungan Al Qur’an dalam kehidupan.

Metode  follow the line ini, dirancang untuk bisa disunakan  oleh  sebanyak-banyaknya  masyarakat
muslim  untuk lebih dekat dengan  Al-Qur’an,  Ditingkatan yang paling rendah  adalah keharusan  untuk
bisa membaca huruf Arab,  berikutnya adalah menulis, lalu memahami bahasa  yang digunakannya,
menerjemahkan,  hingga memaknai.

Oleh karena  itu, kita sepakat bahwa tahap yang paling mendasar yang  mesti
dicapai  adalah kerhampun membaca  dan menulis.

Tata Cara Penulisan  Al-Quran  dengan Metode Follow The Line
adalah  dengan menggunakan sarana  Al-Qur’an  Tulis “IQRO’  BIL QOLAM”
yang  selanjutnya DlBACA  sambil DlTULIS.

Pada pelaksanaannya  metode  Follow the Line ini seseorang  hanya  diminta untuk
menebalkan  tulisan Al-Qur’an dengan  mengikuti garis yang tercetak  secara  transparan.

Menggggunakan metode follow the line (mengikuti garis). Dengan metode tersebut diharapkan siapa saja tidak menemui kesulitan untuk melakukan kegiatan penulisan al-qur’an. Karena metode tersebut hanya mengajak penulis untuk mengikui garis-garis tulisan yang sudah ada. Metode ini memiliki kelebihan yaitu lebih cepat membentuk kemampuan menulis khad arab dalam arti sebenarnya.
salah satu manfaat dari metode ini adalah Membentuk Pola Pikir

lnformasi  yang  dimasukkan  ke dalam pikiran seseorang  secara repetitif,  akan membentuk  sebuah pola yang  akan menjadi “dasar pijak” untuk  berpikir. lnilah hal yang mendasar untuk terbentuknya sebuah  sistem kebenaran yang  akan menentukan  apakah  seseorang dapat melihat  sesuatu  sebagai  hal yang benar atau salah.  Atas  dasar  itu semua, maka  penulisan Al-Qur’an  ini adalah langkah  awal agar seseorang  nantinya akan memiliki  karokteristik pola pikir yang berbasis  pada Al-Qur’an.

Alhamdulillah sekarang metode ini sudah dpakai di berbagai kalangan,salah satunya di daerah saya yaitu di tasikmalaya,seperti di SDIT.BAITURRAHMAN,SMA NEGERI 4 TASIKMALAYA

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: