Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kusnandar Putra

Adalah guru SMP Islam dan Madrasah Aliyah Tanwirussunnah, Gowa. Diamanahkan "memegang" mata pelajaran IPA, IPS, selengkapnya

Menyelamatkan Anak dengan ‘Pendidikan Elaborasi’

OPINI | 10 February 2013 | 05:52 Dibaca: 258   Komentar: 0   0

بِسْمِ-اللهِ-الرَّحْمنِ-الرَّحِيم

Setelah Anda membaca artikel kemarin, sekarang ini adalah beberap contoh elaborasi pelajaran umum dengan akidah untuk anak-anak di sekolah:

  1. Materi Sejarah

    Sejarah merupakan materi ajar yang mengorek masa lampau. Artinya kejadian-kejadian yang ada, adalah sesuatu yang sudah terjadi. Nah, guru jangan sampai hanya bertugas menyampaikan kejadian silam, tetapi harus menyelipkan sebuah kaedah takdir bahwa semua telah ditetapkan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala. Sejarah merupakan bukti yang mengandung hikmah di sisi Alloh. Ada pelajaran yang bisa dipetik!

    Pendidik harus juga menjelaskan bahwa kemajuan dan kemerosotan penduduk itu tergantung dari kadar keimanannnya kepada Alloh. Bagaimana mereka berhukum dengan hukum Alloh subhanahu wa ta’ala. Alloh berfirman, artinya:

    “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. al-A’raf: 96)

    Nah.

    Inilah sebuah kaedah yang jarang diungkit pada meteri sejarah. Entah sejarah Islam, sejarah Indonesia, dan negera-negara lainnya, akan makmur dan merosot tergantung pada pendekatan kepada syariat Alloh. Sekali lagi, tergantung dari aplikasi penerapan hukum al-Qur’an dan as-Sunnah.

    Alloh berfirman, artinya,

    “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka, terdapat pelajaran bagi orang-orang yang memiliki akal.” (QS. Yusuf: 111)

  2. Materi Geografi, Geologi, atau Astronomi

    Pendidik dengan mata ajar seperti ini harus kreatif menyajikannya. Langit, alam semesta, dan sekitarnya hendaknya membuat anak-anak kita sadar bahwa ada pencipta. Ada yang mengatur. Bahkan bencana-bencana semua merupakan ketentuan dari Sang Pencipta. Itulah Alloh subhanahu wa ta’ala. Di sela-sela pelajaran senantiasa pendidik harus mengaitkan pelajarannya sehingga tertanan dalam akidah anak-anak kita.

  3. Materi Fisika, Kimia, dan Biologi

    Tentunya pelajaran di atas merupakan mata ajar yang paling dekat dengan penciptaan-penciptaan Alloh. Karena pada dasarnya pelajaran di atas adalah belajar tentang ciptaan-ciptaan Alloh, bagaimana jiwa ini bisa mentauhidkan Alloh dengan tauhid rububiyah. Yaitu menyerahkan ibadah hanya kepada Alloh dari sisi penciptaan-Nya. Adanya hewan, tumbuhan, dan sebagaimana merupakan wujud dari penciptaan Alloh. Anak-anak harus tahu ini, melahirkan rasa syukur, mengucap hamdalam, dan sebagainya dari kalimat toyyibah. Pendidik sekali lagi harus kreatif memasukkan pendekatan akidah dalam mata ajar di atas.

  4. Guru Agama Islam

    Ini yang paling menentukan kemajuan akhlak dan akidah anak-anak. Pendidik mata ajar Agama Islam harus menjadikan anak-anaknya mencontoh teladan Rosululloh shollallohu alayhi wasallam. Bagaimana pelajaran itu bisa mengena pada sahabat-sahabat Rosululloh. Pelajaran awal ialah membangun tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma wa sifat pada jiwa anak. Sehingga kuat benteng mereka. Mendakwahkan kepada mereka akan bahaya berbuat syirik. Menyembah kepada selain Alloh karena dapat menghancurkan amalan-amalan yang telah dikerjakan.

    Pun menjadikan mata ajar ini sebagai lahan membentuk karakter anak. Mengikuti sunnah Rosululloh, menapaki jalan para salaf, dan teguh di atasnya. Anak-anak pun melaksanakan Rukun Islam dan Rukun Iman dalam rangkaian keimanan di dalamnya. Mempelajari fikih dan adab islam serta mengamalkannya.

    Kalau semua ini bisa terlaksanan, insya Alloh, anak-anak kita menjadi kuat, meskipun mendapatkan ujian berat!

  5. Materi Matematika

    Menarik sekali belajar angka. Karena bisa menguatkan hafalan anak-anak. Seperti dengan mengajarkan pembagian warisan dan hukum zakat terkait pembagiannya. Misalnya ada angka 4, maka pendidik bisa mengatakan ini juga merupakan jumlah khula’ ar-rasyidin. Apapun angka yang ada, insya Alloh bisa dikaitkan dengan sejarah yang ada. Allohu akbar.

  6. Materi TIK (Teknololgi Informasi & Komunikasi)

    Dengan adanya materi ini, anak-anak bisa diajar membuat program-program yang berberkah. Seperti membuat program zakat, warisan, dsb. Bisa juga membuat aplikasi tentang pendataan jumlah jamaah haji yang datang dan kembali. Pun penduduk Islam yang ada di muka bumi ini. Semua ini bisa dilakukan sesuai kreatifitas guru, tentunya dengan meminta pertolongan kepada Alloh subhanahu wa ta’ala.

  7. Guru Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Inggris dan Lainnya

    Pendidik yang mengemban tugas ini, bisa memadukan pelajaran akidah Islam. Seperti membuat kisah dengan berbasis kisah sahabat nabi. Bisa juga mentranslate ke dalam bahasa Inggris dan lainnya. Dan setelah itu, bisa mempersentasekannya di kelas. Pendidik mata ajar di atas pasti bisa mengelaborasikan materinya dengan agama Islam.

Semoga dengan apapun menu pelajaran kita, kita bisa memadukannya dengan pelajaran bermuat Islam. Agar anak-anak kita lebih dekat dengan Robb-nya. Sehingga, kelak mereka menjadi insan-insan yang bertauhid, jauh dari kesyirikan. Dan menjadi ulama, penerang ummat!

Amin…[]


Salam

www.kusnandarputra.blogspot.com

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 9 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 12 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 13 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: