Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Arviantoni Sadri

saya adalah sarjana dari Universitas Negeri Jakarta dan magister dari Universitas Indonesia dan calon kandidat selengkapnya

Kartu Jakarta Pintar Dapat Disalahgunakan?

OPINI | 11 February 2013 | 16:40 Dibaca: 991   Komentar: 0   2

Dunia Pendidikan di Jakarta kembali mendapat angin segar.  Setelah pendidikan gratis pada SLTA Negeri plus BOP untuk sekolah swasta, maka sejak terpilihnya Jokowi sebagai gubernur baru Jakarta bertambah lagi program bantuan bagi siswa yaitu Kartu Jakarta Pintar (KJP). Secara program KJP merupakan implementasi teknis dari program Bantuan Personal Siswa Miskin (BPSM). Dari nama programnya sangat jelas bahwa bantuan tersebut ditujukan untuk membantu siswa miskin dalam memenuhi kebutuhan personal kegiatan pendidikan siswa yang bersangkutan. Implementasinya melalui KJP yang berupa ATM bank DKI. Artinya setiap siswa penerima BPSM akan diberikan akses ATM untuk mengambil uang tunai secara langsung setelah dana cair tanpa prosedur yang berbelit.

13605755281769105153

Launching Kartu Jakarta Pintar Oleh Jokowi (Antaranews)

Sepintas, siswa miskin yang diberikan akses ATM untuk mengambil uang tunai akan rawan penyimpangan penggunaan dana tersebut, baik oleh siswa yang bersangkutan maupun oleh orang tua. Pemprov DKI melalui dinas pendidikan telah merancang sistem pengamanan melalui pembuatan Buku Pedoman BPSM (KJP). beberapa poin penting pengamanan pencegahan penyalahgunaan dana bantuan tersebut adalah sebagai berikut :

pertama,  Syarat Siswa miskin yang dimaksud diantaranya adalah tidak merokok atau narkoba, penghasilan orantua tidak memadai, daya beli rendah, menggunakan angkutan umum, tidak mampu mengikuti kegiatan ekstrakurikuler berbayar dan pemanfaatan internet rendah. Dengan ketentuan tersebut pihak sekolah wajib mendata dan memverifikasi siswa calon penerima disertai surat keterangan miskin dari RT/RW setempat. Artinya Kepala sekolah bertanggung jawab penuh terhadap status ekonomi siswa calon penerima. Sebagai catatan, daftar nama siswa calon penerima sudah didata langsung dari data BPS dan ditembuskan ke setiap sekolah.

Kedua, Setiap siswa penerima KJP akan mendapatkan dana bantuan setiap tiga bulan sekali dengan besaran perbulannya 180 ribu rupiah untuk siswa SD sederajat, 210 ribu rupiah untuk siswa SMP sederajat dan 240 ribu rupiah untuk  siswa SMA sederajat. Sesuai pedoman dana tersebut harus digunakan untuk Transport ke sekolah, Pembelian Sepatu/Seragam, Buku/tas/Alat Tulis dan Makanan Tambahan.

Ketiga, untuk pencegahan penyalahgunaan maka siswa calon penerima harus menandatangani lembar pakta integritas akan menggunakan dana sesuai ketentuan. Kemudian siswa calon penerima juga diwajibkan mengajukan rancangan penggunaan dana selama setahun da melaporkan penggunaannya ke sekolah masing-masing setiap tiga bulan.

Keempat, sanksi bagi siswa dan orang tua yang kedapatan menyalahgunakan dana tidak sesuai ketentuan adalah pencabutan fasilitas KJP bagi siswa yang bersangkutan dan sekolah yang tidak tertib administrasi akan mendapat teguran dari pihak dinas pendidikan.

Walaupun pedoman yang dibuat sudah mengatur banyak hal untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan, tetap masih ada celah. Bagian penting dalam pencegahan penyalahgunaan adalah memberikan kesadaran pada pihak penerima bantuan untuk dapat berlaku jujur dan tidak hanya sekedar mamanfaatkan kesempatan. Pihak sekolah juga berperan besar dalam suksesnya program KJP ini dengan memberikan data sebaik mungkin dan melakukan supervisi seobjektif mungkin. Lain halnya jika sekolah ikut bermain nakal dan mengambil bagian dari dana bantuan untuk siswa miskin tersebut. semoga tidak ada. arsad

Jakarta, 11 Februari 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Istiwak, Jam Kuno di Kota Solo …

Agoeng Widodo | | 23 September 2014 | 11:20

Perang Mulut di Talkshow TV (Mestinya) Cuma …

Arief Firhanusa | | 23 September 2014 | 11:04

Billboard, Sarana Sosialisasi Redam Gepeng …

Cucum Suminar | | 23 September 2014 | 16:30

Mengapa Toga Berwarna Hitam? …

Himawan Pradipta | | 23 September 2014 | 15:14

Lelaki Pengingatku …

Edrida Pulungan | | 23 September 2014 | 17:11


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 9 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 11 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kemana Peghuni Eks Bongkaran Tanah Abang dan …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Usia Orang Kota Lebih Pendek Dari Orang …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi Oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 8 jam lalu

Waspadai Caries Gigi …

Amallya Luckyta | 8 jam lalu

Kunci Sukses itu Sesungguhnya Ada di Tangan …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: