Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Syamsun Nahri

Selagi masih ada waktu, maka lakukanlah hal yang terbaik dalam hidup ini.

Dampak Buruk Seks Bebas Bagi Anda

OPINI | 12 February 2013 | 18:50 Dibaca: 5586   Komentar: 0   0

Dampak Buruk Seks Bebas Bagi Anda - Apakah seks bebas hanya sebatas hubungan seks dengan cara berganti-ganti pasangan ? Pandangan mengenai apa seks bebas itu memang seharusnya sudah diketahui oleh anda, sebelum mengetahui dampak seks bebas terhadap kesehatan. Seks bebas sebenarnya memiliki definisi yang sederhana, yakni perilaku seksual yang dilakukan oleh seseorang bersama orang lain di luar ikatan pernikahan yang telah disahkan secara hukum negara dan hukum agama.

Dampak Buruk Seks Bebas Bagi Anda - Apakah melakukan hubungan seks dengan pacar sendiri dan tidak berganti-ganti pasangan termasuk ke dalam seks bebas, tentu jawabannya iya. Sebab seks bebas tidak hanya ditujukan untuk perilaku dikalangan remaja atau seseorang yang belum menikah, namun dikalangan orang yang sudah menikah dan apabila dia melakukan dengan orang lain selain pasangan suami atau istrinya, itu juga termasuk seks bebas. Ada kesan pada remaja mengenai persepsi akan perilaku seksual tadi, diantaranya ada yang berpendapat bahwa hal tersebut menyenangkan, merupakan salah satu puncak rasa kecintaan, bahkan sesuatu yang serba mengerikan sehingga tidak perlu ditakutkan.

Inilah beberapa Dampak Buruk Seks Bebas Bagi Anda yang sering melakukannya :

1. Untuk perempuan dibawah usia 17 tahun, yang pernah melakukan hubungan seks bebas akan beresiko tinggi terkena kanker serviks. Beresiko tertular penyakit kelamin dan HIV-AIDS yang bisa menyebabkan kemandulan bahkan kematian. Terjadinya KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) hingga tindakan aborsi yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan, kanker rahim, cacat permanen bahkan berujung pada kematian.

2. Dampak yang seringkali terlupakan ketika melakukan free sex adalah akan selalu muncul rasa bersalah, marah, sedih, menyesal, malu, kesepian, tidak punya bantuan, binggung, stress, benci pada diri sendiri, benci pada orang yang terlibat, takut tidak jelas, sulit tidur, kehilangan percaya diri, gangguan makan, kehilangan konsentrasi, depresi, berduka, tidak bisa memaafkan diri sendiri, takut akan hukuman Tuhan, mimpi buruk, merasa hampa, halusinasi, sulit mempertahankan hubungan.

Bagaimana cara untuk menghindari Dampak Buruk Seks Bebas Bagi Anda, meskipun dengan alasan kata bukti sayang atau cinta dan lain-lain. Sebenarnya semua dikembalikan pada anda masing-masing. Sebab mencegah merupakan suatu hal yang harus bersifat kooperatif dari berbagai aspek seperti remaja itu sendiri, pihak orangtua, sekolah dan lingkungan masyarakat, dan semua aspek tadi mesti diimbangi oleh norma agama dan sosial. Jika seseorang telah di bekali ilmu secara agama dan medis mengenai dampak free seks tadi, semua keputusan ada ditangannya sendiri.


Demikian informasi dari Hanya Sekedar Informasi tentang Dampak Buruk Seks Bebas Bagi Anda, jagalah putra dan putri anda agar terhindar dari pergaulan bebas serta seks bebas. (sumber : klik di sini)
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Real Madrid 1 – 0 Bayern Muenchen …

Arnold Adoe | | 24 April 2014 | 04:37

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 4 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 4 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 8 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: