Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Guru PKL Calon Guru Profesinal

OPINI | 13 February 2013 | 09:09 Dibaca: 130   Komentar: 0   0

Praktek kerja lapangan atau yang lebih dikenal dengan PKL terkadang dijadikan ajang untuk mendidik mahasiswa untuk menjadi sosok guru yang profesional. Tapi terkadang oleh guru-guru di sekolah calon guru atau guru PKL malah diartikan sebagai pembantu/pengganti ketika beliau berhalangan hadir. Sehingga peran guru PKL ini sangat minim karena kurangnya pengawasan dari guru yang sebenarnya atau guru pamong.

Hubungan yang baik antara guru pamong dengan calon guru hendaknya baik. Guru pamong dapat memberikan saran dan contoh yang baik untuk calon guru. Sehingga calon guru tidak salah arah. Karena pada dasarnya guru pamong ini adalah orang yang lebih paham dengan kondisi anak-anak di sekolah. Dengan begitu calon guru bisa memaksimalkan perannya untuk menjadi guru yang profesional.

Terkadang pihak sekolah memaksakan calon guru untuk menjadi sosok yang sempurna mengalahi kerja guru yang sebenarnya padahal guru PNS jam kerjanya min 24 jam. Mengisi kelas mulai jam pertama sampai jam terakhir di karenakan banyaknya guru yang tidak hadir.

Kerjasama antara pihak sekolah dengan pihak fakultas seharusnya selalu ditingkatkan mungkin dengan cara bersilaturrahmi. Sehingga antara keduanya bisa saling terbuka dapat meningkatkan mutu dari calon guru tersebut. Selain itu, hal tersebut bisa memaksimalkan peran calon guru.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Susahnya Mencari Sehat …

M.dahlan Abubakar | | 30 August 2014 | 16:43

Dua Puncak Lawu yang Terlupakan …

Munib Muhamad | | 30 August 2014 | 16:19

Madrid yang Tak Belajar dari Pengalaman …

Garin Prilaksmana | | 30 August 2014 | 16:19

Makna Perjalanan Adalah Menambah Sahabat …

Ita Dk | | 30 August 2014 | 13:06

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Florence Penghina Jogja Akhirnya Ditahan …

Ifani | 3 jam lalu

Ternyata Inilah Sebabnya Pendeta Paling …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Kesaksian Relawan Kerusuhan Mei …

Edo Panjaitan | 13 jam lalu

Masalah Sepele Tidak Sampai 2 Menit, Jogja …

Rudy Rdian | 14 jam lalu

Jogja Miskin, Bodoh, Tolol dan Tak …

Erda Rindrasih | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

“Florence, Anda Ditahan untuk 20 Hari …

Farida Chandra | 8 jam lalu

Deddy Corbuzier Bikin Soimah Walkout di IMB …

Samandayu | 8 jam lalu

Semua Gara-gara Air Asia …

Rinaldi | 8 jam lalu

Negeri Berutang …

Yufrizal | 8 jam lalu

Dua Wajah Manusia dalam Antologi Cerpen dan …

Alexander Aur | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: