Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Guru PKL Calon Guru Profesinal

OPINI | 13 February 2013 | 09:09 Dibaca: 132   Komentar: 0   0

Praktek kerja lapangan atau yang lebih dikenal dengan PKL terkadang dijadikan ajang untuk mendidik mahasiswa untuk menjadi sosok guru yang profesional. Tapi terkadang oleh guru-guru di sekolah calon guru atau guru PKL malah diartikan sebagai pembantu/pengganti ketika beliau berhalangan hadir. Sehingga peran guru PKL ini sangat minim karena kurangnya pengawasan dari guru yang sebenarnya atau guru pamong.

Hubungan yang baik antara guru pamong dengan calon guru hendaknya baik. Guru pamong dapat memberikan saran dan contoh yang baik untuk calon guru. Sehingga calon guru tidak salah arah. Karena pada dasarnya guru pamong ini adalah orang yang lebih paham dengan kondisi anak-anak di sekolah. Dengan begitu calon guru bisa memaksimalkan perannya untuk menjadi guru yang profesional.

Terkadang pihak sekolah memaksakan calon guru untuk menjadi sosok yang sempurna mengalahi kerja guru yang sebenarnya padahal guru PNS jam kerjanya min 24 jam. Mengisi kelas mulai jam pertama sampai jam terakhir di karenakan banyaknya guru yang tidak hadir.

Kerjasama antara pihak sekolah dengan pihak fakultas seharusnya selalu ditingkatkan mungkin dengan cara bersilaturrahmi. Sehingga antara keduanya bisa saling terbuka dapat meningkatkan mutu dari calon guru tersebut. Selain itu, hal tersebut bisa memaksimalkan peran calon guru.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sangiang, Pulau Memukau yang Mudah Dijangkau …

Hari Akbar Muharam ... | | 24 May 2015 | 01:37

Beras Plastik Siapa Bermain? …

Musni Umar | | 24 May 2015 | 07:31

Kompasiana Seminar Nasional: Harapan serta …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 15:58

Pahami Screen Time dan Play Time untuk Anak …

Giri Lumakto | | 23 May 2015 | 22:19

Kota Batam Gandeng Yokohama untuk Menjadi …

Isson Khairul | | 23 May 2015 | 20:23


TRENDING ARTICLES

Rekayasa Hadi, Negara Rugi 2 Triliun, KPK …

Imam Kodri | 5 jam lalu

FIFA, Jangan Heran Indonesia Berani Bekukan …

Mafruhin | 14 jam lalu

Menyoroti Pembangunan Rel Kereta Api di …

Johanis Malingkas | 16 jam lalu

Dua Kali Ke Toilet, Saldo Multitrip Dipotong …

Endang Priyono | 17 jam lalu

Air Mata Ema Tumpah di Korem 151 Binaya …

Rusda Leikawa | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: