Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Guru PKL Calon Guru Profesinal

OPINI | 13 February 2013 | 09:09 Dibaca: 129   Komentar: 0   0

Praktek kerja lapangan atau yang lebih dikenal dengan PKL terkadang dijadikan ajang untuk mendidik mahasiswa untuk menjadi sosok guru yang profesional. Tapi terkadang oleh guru-guru di sekolah calon guru atau guru PKL malah diartikan sebagai pembantu/pengganti ketika beliau berhalangan hadir. Sehingga peran guru PKL ini sangat minim karena kurangnya pengawasan dari guru yang sebenarnya atau guru pamong.

Hubungan yang baik antara guru pamong dengan calon guru hendaknya baik. Guru pamong dapat memberikan saran dan contoh yang baik untuk calon guru. Sehingga calon guru tidak salah arah. Karena pada dasarnya guru pamong ini adalah orang yang lebih paham dengan kondisi anak-anak di sekolah. Dengan begitu calon guru bisa memaksimalkan perannya untuk menjadi guru yang profesional.

Terkadang pihak sekolah memaksakan calon guru untuk menjadi sosok yang sempurna mengalahi kerja guru yang sebenarnya padahal guru PNS jam kerjanya min 24 jam. Mengisi kelas mulai jam pertama sampai jam terakhir di karenakan banyaknya guru yang tidak hadir.

Kerjasama antara pihak sekolah dengan pihak fakultas seharusnya selalu ditingkatkan mungkin dengan cara bersilaturrahmi. Sehingga antara keduanya bisa saling terbuka dapat meningkatkan mutu dari calon guru tersebut. Selain itu, hal tersebut bisa memaksimalkan peran calon guru.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Real Madrid 1 – 0 Bayern Muenchen …

Arnold Adoe | | 24 April 2014 | 04:37

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 4 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 4 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 8 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: