Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ingat Sila Ke-2 !

OPINI | 13 February 2013 | 20:53 Dibaca: 153   Komentar: 0   0

Good day, warga negara Indonesia.

Meskipun ID ini tanpa foto, tanpa banyak kata dalam profil, semoga ini tidak menghalangi anda semua dalam mengambil manfaat dari apa yang ingin saya sampaikan. Setiap orang memiliki cara sendiri dalam berkomunikasi di dunia maya, bukan?

Indonesia, masih segar dalam ingatan saya ketika membaca sebuah artikel buatan anak bangsa, bahwa dalam sebuah kontes dunia, lagu kebangsaan Indonesia Raya dinobatkan sebagai lagu kebangsaan terbaik. Tingkat dunia, lho.

Masih segar pula dalam ingatan saya, paragraf kedua dari artikel tersebut menyampaikan bahwa Pancasila dianggap dasar negara dengan nilai-nilai terbaik yang dapat dipikirkan oleh sekelompok manusia. Sudahkah ada yang lupa apa saja isinya? Kalau ya, ijinkan saya untuk sekedar menyegarkan ingatan.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Maka alangkah sedih dan nelangsanya hati saya setiap membaca rentetan komentar-komentar di berbagai situs berita tanah air, di berbagai forum tanah air. Duuh, bahasanya.. Layaknya preman-preman pojok pasar yang lulus SD saja tidak pernah.

Sudah beradab kah kita, Indonesia? Sudah bersikap adil kah?

Kita memohon keadilan kepada penguasa, tapi adilkah kita terhadap sesama? Adilkah kita terhadap orang-orang yang memiliki hak kewarganegaraan yang sama dengan kita?

Indonesia, bukan demi diri saya sendiri saya membuat artikel ini. Tapi demi anda sendiri, demi anak-anak saya nanti, demi anak-anak anda. Akan jadi apa penerus saya dan anda sekalian jika yang mendidik pun tidak memiliki kualifikasi untuk melakukannya?

Ingat, mendidik tidak selalu menjadi guru. Di mana pun kita di sudut dunia ini, sikap kita, ucapan kita, tulisan tangan kita, disaksikan oleh jutaan mata bercahaya milik bocah yang siap menyerap setiap hurufnya tanpa menyaring apa makna yang sesungguhnya.

Maka Indonesia, beradablah!

Akun-akun asli yang selalu berusaha memprovokasi, jangan pedulikan!

Beradab bukanlah sebuah topeng. Beradab adalah sikap yang lahir dari emosi yang tertata meskipun hati ini mendidih sedemikian rupa. Beradab adalah bagian dari bersosialisasi. Untuk mencapai sila ke-3, Persatuan Indonesia!

Tidak peduli Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, Konghuchu.. Kita semua warga negara Indonesia! Hak kita sama. Kewajiban kita sama.

Maka itu, Indonesia.. beradablah! Untuk anak-cucu kita..

Berita boleh tentang korupsi, boleh tentang kriminalitas. Tapi setiap karakter yang kita cetak di kolom komentar.. Ingat! Jutaan pasang mata menyaksikan. Jutaan membaca. Barangkali ribuan di antaranya ada mata-mata anak-cucu kita. Yang belajar dari apa yang dia lihat, baca, dan saksikan.

Sungguh, Indonesia.. beradablah!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Arnold Mamesah | 7 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 8 jam lalu

Susi Mania! …

Annisa Nurul Koesma... | 8 jam lalu

Ada Oknum “Nakal” di BPN Jakarta …

Syaifudin | 8 jam lalu

Wow, Cantiknya Puteri Bu Susi …

Den Hard | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: