Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Fitri Nurhati

menulislah ketika langit cerah, berawan, ataupun hujan...

Tips Memilih Buku Latihan Soal Ujian Nasional (UN)

OPINI | 15 February 2013 | 18:08 Dibaca: 1916   Komentar: 0   0

Memasuki semester genap, pasar buku nasional sudah mulai diramaikan dengan berbagai macam judul buku untuk mempesiapkan diri menghadap Ujian Nasional (UN) baik untuk tingkat SD, SMP, maupun SMA atau yang sederajat. Ada begitu banyak pilihan jenis buku soal dan berbagai panduan sukses menghadapi UN yang disajikan berbagai penerbit. Pada kesempatan yang berlangsung hanya beberapa bulan ini penerbit-penerbit pun berlomba-lomba menarik konsumen dengan menghadirkan buku panduan UN dan kumpulan soal latihan UN semenarik mungkin dengan harga yang bervariasi. Ada yang bentuknya berupa buku berisi ringkasan materi, latihan soal, dan beberapa paket soal prediksi UN dengan kualitas kertas yang cukup bagus, namun ada juga yang bentuknya mirip seperti buku LKS (lembar kerja siswa) dengan kualitas kertas seperti halnya LKS.

Masing-masing buku panduan UN tersebut memiliki segmen pasar tersendiri. Ada yang suka dengan bentuk buku, namun ada juga yang memilih bentuk seperti LKS. Masing-masing pun punya kelebihan dan kekurangannya. Konsumen bebas memilih berdasarkan selera maupun kondisi keuangan. Namun ada hal penting yang seharusnya diperhatikan dalam ‘berburu’ buku latihan soal UN ini. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan :

1. Ketahui dahulu SKL UN tahun ini.

SKL (Standar Kompetensi Lulusan) adalah standar yang digunakan untuk menentukan kelulusan siswa pada UN. Lulus atau tidaknya siswa dalam UN ditentukan oleh penguasaan materi yang terangkum dalam indikator-indikator SKL. SKL disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku dengan mengacu kepada BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). SKL disusun setiap tahun dan selalu mengalami perubahan (pembaharuan) di bagian tertentu. SKL UN tahun lalu bisa jadi berbeda dengan SKL UN tahun ini, meskipun pada beberapa indikator masih sama.

Untuk mengetahui sesuai atau tidaknya buku soal tersebut dengan SKL UN tahun ini tentu konsumen harus tahu dulu tentang SKL pada mata pelajaran yang bersangkutan. Pihak yang paling paham tentang kesesuaian SKL ini tentu saja adalah guru mata pelajaran. Oleh karena itu tidak ada salahnya meminta saran dari guru mata pelajaran yang bersangkutan untuk menentukan buku yang akan dipilih. Namun sebenarnya, pihak siswa maupun orang tua juga bisa mengetahui kesesuaian buku soal tersebut dengan SKL UN tahun ini. Jangan ragu-ragu membawa lembar SKL ke toko buku dan mencocokkannya dengan soal-soal dalam buku tersebut. Akan lebih baik jika ada buku yang tidak disegel untuk sampel bagi pembeli untuk melihat isinya.

2. Jangan terkecoh dengan penerbit besar.

Berdasarkan survey di beberapa toko buku menjelang pelaksanaan UN, beberapa penerbit besar yang sudah punya nama sebagai penerbit buku-buku pelajaran belum bisa dijadikan jaminan bahwa buku-buku soalnya sesuai dengan SKL tahun ini (namun ada juga penerbit besar yang buku soal persiapan UN-nya sudah sesuai dengan SKL tahun ini). Hal ini bisa terjadi karena mereka menerbitkan buku terlalu awal, di awal tahun ajaran baru, dimana pada saat itu belum diketahui secara pasti SKL UN yang akan dipakai pada UN tahun pelajaran tersebut. Mereka menerbitkan buku soal persiapan UN di awal tahun ajaran tidak lain adalah untuk menjaring banyak konsumen yang sudah ingin mempersiapkan UN sejak awal tahun pelajaran. Tentu saja ini tidak ada salahnya, karena semakin cepat persiapannya tentu akan semakin matang, namun hendaknya, ketika sudah memasuki semester genap, atau ketika sudah mengetahui SKL UN yang berlaku pada tahun tersebut, segera mencari informasi baru tentang soal-soal UN yang sesuai dengan SKL tahun tersebut. Tetap pelajari buku-buku yang sudah terlanjur dibeli di awal tahun ajaran karena bisa jadi beberapa indikator SKL UN-nya masih sama dengan tahun sebelumnya, namun tetap perlu diperhatikan untuk mempelajari indikator-indikator SKL UN yang baru.

3. Belanja buku di semester genap.

Semester genap adalah waktu yang sudah sangat dekat dengan UN. Pada semester ini biasanya pihak sekolah sudah mulai melakukan drill soal-soal UN kepada siswanya secara teratur dan berkala dalam bentuk try out/tes penjajagan/tes pendalaman materi yang dilaksanakan oleh pihak sekolah maupun dinas pendidikan setempat. Belanja buku di hari-hari yang sudah mendekati UN bisa dikatakan sudah terlalu mepet, namun belum juga dikatakan terlambat, karena pada masa-masa ini siswa sedang hangat-hangatnya dengan materi UN (yang sudah disesuaikan dengan SKL tahun ini). Pada semester genap ini pula toko-toko buku sudah dipenuhi dengan berbagai pilihan buku soal dan persiapan UN yang sebagian sudah sesuai dengan SKL. Tips belanja di semester genap ini bisa dilakukan dengan pertimbangan poin nomor 1 di atas.

4. Optimis.

Hal terbaik yang bisa dilakukan setelah membeli buku soal latihan menghadapi UN adalah membaca, mempelajari, dan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, disertai dengan rasa optimis bahwa buah dari kesungguhan belajarnya akan berbuah manis di kemudian hari. Mendapat ilmunya, mendapat nilai UN yang baik, dan memperoleh kesempatan melanjutkan studi di jenjang berikutnya sesuai dengan minat dan kemampuan. Belanja buku soal latihan UN, baik di awal tahun pelajaran, maupun setelah memasuki semester genap akan sama-sama mendatangkan manfaat jika dipelajari dengan sungguh-sungguh, ini adalah sebuah jalan untuk ‘memaksa’ diri belajar lebih giat, karena semua kesuksesan selalu diawali dengan pengorbanan dan usaha yang  sungguh-sungguh.

Amin. Semoga bermanfaat.

Jogjakarta, 15 Februari 2013

Tags: un

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah (Bocoran) Kunci Jawaban UN SMA 2014! …

Mohammad Ihsan | | 17 April 2014 | 09:28

Warga Kecam Pemogokan Panitera …

Sutomo Paguci | | 17 April 2014 | 08:56

Fenomena Simon Santoso: Penerapan Teori XY? …

Yuniandono Achmad | | 17 April 2014 | 08:18

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 7 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 7 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 7 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 8 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: