Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mira Marsellia

You could find me at: Blog: http://miramarsellia.com Twitter: @miramarsellia

Tips Teknik Presentasi, dari Seorang Pembosan

OPINI | 16 February 2013 | 22:48    Dibaca: 687   Komentar: 0   7

1361030336720796078

source pic: studyinjogja.com

Saya tidak bisa duduk lama di dalam kelas. Kelas apapun. Dari TK sampai sekarang. Duduk lama membuat saya bosan dan blingsatan. Pantat akan terasa panas, gelisah, dan mata berkunang-kunang. Apalagi bila belum sarapan. Lengkap sudah penderitaan.

Saya langganan kena timpukan. Baik dari guru di depan kelas maupun teman yang tidak ikhlas, melihat saya mengantuk.  Untunglah saat sudah menginjak usia pertengahan..ehm matang, seperti saat ini, tidak ada pembicara di depan saya yang tega menimpuk saya lagi. Paling dengan sopan menyilahkan saya membuat kopi, atau mengganti topik. Mungkin muka bantal saya jadi indikator bagi si pembicara, bahwa jam istirahat atau coffee break sudah di depan mata.

Eh jadi untuk Anda yang suka berbicara di depan kelas atau di depan peserta sebagai trainer atau pembicara, ini tips-tips bagi Anda menghadapi pembosan seperti saya.

  • Ringkaskan slide presentasi Anda dalam 5 lembar slides saja dan maksimal 7 slides. Itupun harus  sudah dengan dengan halaman pembuka dan ucapan terima kasih.
  • Buat per halaman resume singkat dengan huruf besar-besar. Slide yang interaktif memungkinkan dengan sedikit musik dan animasi, tapi jangan over. Nanti saya malah asyik melihat pop up huruf yang nongol, bukan pada materi.
  • Bila harus menyajikan data, jangan sekali-kali memadatkan data dan statistik tersebut dalam sebuah slide dengan huruf kecil-kecil mungil. Sumpah deh ga keliatan! Lagian saya sering lupa engga bawa kacamata. Bila data tersebut penting, sajikan saja dalam kertas yang diprint, dan dibagikan kepada peserta. Atau bila ingin irit penggunaan kertas, bagi data digital tersebut kepada peserta. Jaman sudah canggih kan.
  • Jangan membelakangi saya, eh kami para pendengar setia Anda. Bagaimana caranya Anda harus selalu menghadap ke arah kami. Jangan asik sendiri, jangan sibuk berkutat dengan laptop, dan jangan berbicara menggumam.
  • Jangan sesekali merendahkan audience Anda, dengan berkata, “saya sengaja membuat presentasi dalam bahasa Indonesia, karena kalau bahasa Inggris, takut engga pada ngerti”. Okelah kalau maksudnya melucu. Tapi kok ga lucu ya.  Walau bener juga sih, kalau bahasa Inggris atau Perancis, saya ga akan ngerti, perlu tiga kali terjemah di otak saya soalnya, dari Inggris ke Indonesia, baru ke bahasa Sunda. Memakan waktu untuk proses.
  • Bila memungkinkan, perbolehkan kami untuk mendengar presentasi sambil minum kopi dan mengunyah makanan kecil. Kalau bisa buah-buahan. Bayangkan, bila seharian meeting dan presentasi, sementara hidangannya adalah gorengan dan makanan-makanan manis. Satu minggu dibeginikan akan membuat saya harus lari keliling lapangan bola beberapa kali untuk menurunkan berat badan.

Demikian saran untuk teknik presentasi bagi Anda, yang suka presentasi, siapapun Anda.

from Bandung with Love

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Syifa Annisa, Mahasiswi Penderita Glukoma …

Pepih Nugraha | | 29 May 2015 | 18:48

Noken yang Mendunia …

Ignas Ona | | 29 May 2015 | 14:30

Warga Tanakeke Mencoba Berdaya di Tangan …

Mustam Arif | | 29 May 2015 | 16:01

Padang Mangateh, New Zealand-nya Ranah …

Akbarmuhibar | | 30 May 2015 | 02:17

Lomba Blog Harapan serta Tantangan Industri …

Kompasiana | | 26 May 2015 | 18:59


TRENDING ARTICLES

Gagal Jadi Mualaf …

Yo | 17 jam lalu

Managerial Meeting Berlangsung Alot, Timnas …

Af Yanda | 19 jam lalu

Nasib Pelapor Beras Plastik …

Pical Gadi | 19 jam lalu

Petral Ternyata Tidak Berdosa, Bukan Sarang …

Asaaro Lahagu | 20 jam lalu

Gambar Cibiran terhadap FIFA Meramaikan …

Ardiansyah | 20 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: