Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

Ada Apa di SMA Labschool Jakarta?

REP | 17 February 2013 | 14:51 Dibaca: 181   Komentar: 0   2

Minggu, 17 Februari 2013 saya ditugaskan sekolah untuk menjadi pengawas tes seleksi penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun pelajaran 2013-2014. Ada 991 calon siswa baru SMA Labschool Jakarta mengikuti seleksi ini dan terbagi menjadi 25 ruangan kelas.

Sebagai salah seorang guru yang ditugaskan TES seleksi PSB ini bangga juga mendengarnya. Ternyata sekolah kami masih diminati oleh masyarakat luas, khususnya orang tua siswa yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sekolah kami. Grafiknya selalu meningkat setiap tahunnya.

Tes seleksi PSB SMA Labschool Jakarta ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 wib sampai 13.30 wib. Banyak orang tua yang ikut mengantarkan anaknya. Mereka dilayani dengan baik oleh pengurus OSIS SMA Labschool Jakarta dan kegiatan ekskul lainnya seperti karawitan. Mereka para orang tua disuguhi performance atau penampilan dari anak-anak SMA Labschool Jakarta. Tentu bangga sekali para orang tua bila anaknya lulus dalam seleksi ini. Banyak sekali anak SMA Labschool Jakarta yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik.

Ada 2 tes yang harus diikuti oleh para peserta yaitu tes psikologi dan tes akademik. Para pengawas tes diminta mengenakan seragam batik bebas, dan pesertanya diminta mengenakan seragam sekolah SMP.

Ketua panitia PSB SMA, Drs. H.M. Fakhruddin, M.Si (Kepala SMA Labschool Jakarta) memberikan pengarahan kepada para guru pengawas termasuk saya di dalamnya. Ada juga pak Dr. M. Sukardjo yang memberikan pesan agar para guru berhati-hati dalam mengawas tes PSB SMA. Beliau berpesan mewakili badan pengelola sekolah atau BPS Labschool Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Sebagai salah satu sekolah yang dikelola oleh Yayasan Pembina UNJ, SMA Labschool Jakarta terus berprestasi dan banyak diminati oleh mereka yang ingin melanjutkan pendidikannya di sekolah ini. Namun karena tempatnya terbatas dan jumlah peminatnya banyak, maka diadakanlah tes seleksi ini. Hanya 168 orang siswa yang akan diterima di tahun ajaran baru di SMA Labschool Jakarta.

Sebagai salah seorang pengawas yang bertugas di tes kedua atau akademik, saya ditugaskan untuk memeriksa kondisi kelas, mempersilahkan peserta tes seleksi untuk memasuki ruangan, membagikan SOAL, LJK, dan lain-lain yang tugasnya sudah lengkap tertulis dalam buku panduan tes seleksi PSB SMA Labschool Jakarta.

Untuk  pengawasan tes kali ini, saya ditemani pak Sukasto yang mendampingi saya mengawas di ruang kelas. Pak Sukasto adalah salah satu guru favorit di SMA Labschool Jakarta yang mengajar bidang studi matematika. Sedangkan saya sendiri mengajar pelajaran TIK dan PLKJ di SMP Labschool Jakarta.

Senang sekali bisa ikutan menjadi pengawas tes seleksi PSB SMA Labschool Jakarta. Tak terasa, hampir setiap tahun saya menjalaninya. Sebagai salah satu sekolah swasta, kami harus memberikan pelayanan yang terbaik. Termasuk juga menjadi pengawas tes yang baik, dan melayani peserta tes dengan sepenuh hati. Itulah mengapa SMA Labschool Jakarta selalu diminati oleh mereka yang ingin melanjutkan pendidikannya.

Ada apa di SMA Labschool Jakarta? Ada harapan banyak orang tua yang ingin sekali anaknya masuk ke sekolah ini. Ada harapan indah dari mereka para calon siswa baru yang mengikuti tes pada hari ini. Mereka tentu ingin berebut kursi dengan prestasi mereka hari ini. Semoga lulus tes seleksi PSB, dan masuk menjadi siswa baru SMA Labschool Jakarta.

1361146188190385626

Sumber: Tes PSB di SMA Labschool Jakarta

Salam blogger persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: