Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Budi Mulyono

Warga biasa yang ingin hidup tenang di republik ini

Apa Perlu Mempermasalahkan Batas Minimal Nilai UN?

OPINI | 18 February 2013 | 09:47 Dibaca: 282   Komentar: 0   0

Membaca perkembangan kabar terbaru mengenai batas minimal nilai UN (baca : UN ) cukup membuat lega. Sepertinya pemerintah tidak akan menurunkan batas minimal nilai UN dari tahun lalu.

Menurut saya, keputusan pemerintah ini sudah tepat. Logika saya sebagai orang awam, kalau batas minimal nilai UN diturunkan, berarti generasi sekarang lebih banyak yang bodoh daripada generasi sebelumnya. Logis kan?

Mengenai banyaknya orang tua atau dari pihak sekolah yang khawatir tidak mampu memenuhi batas minimal tersebut, berarti kesalahan bukan pada pemerintah atau pada batas nilai itu sendiri. Tapi ada yang salah dengan sistem didik, entah itu kualitas pendidik, bahan didik atau justru kualitas siswa didiknya yang mengalami penurunan.

Nah, disini perlu dilakukan evaluasi dan koreksi, dimanakah terdapat titik lemah dalam sistem pendidikan kita. Memang, dan ini harus diakui, pemerintah sendiri sampai sekarang masih terus berusaha menyusun kurikulum yang tepat, yang selaras dengan perkembangan zaman, untuk mencetak generasi muda yang brilian. Namun, ini bukan tanggungjawab pemerintah semata. Keluarga juga memiliki peranan untuk mendidik anak, misalnya dengan menerapkan disiplin ketika belajar atau mengerjakan PR di rumah. Kebanyakan keluarga modern sekarang kan tidak memperhatikan bagaimana anaknya belajar, mereka sepenuhnya menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah. Ini termasuk salah satu hal yang patut menjadi perhatian.

Jadi, apakah kita masih perlu mempermasalahkan batas minimal nilai UN? Generasi dulu, seingat sayapun tidak ada yang mempermasalahkan nilai UN. Kalau nanti akhirnya ga lulus, berarti salah siapa juga.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 4 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 4 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 5 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 11 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Tipe-tipe Tamu Undangan Pernikahan …

Hanindya Wardhani | 8 jam lalu

Maraknya Pelecahan Seksual Terhadap Anak di …

Widia Wati | 8 jam lalu

Pertolongan Kecelakaan yang Tepat …

M. Fachreza Ardiant... | 8 jam lalu

So-SIAL Media: Interaksi tanpa Intonasi …

Zulkifli Taher | 9 jam lalu

Inovasi, Kunci Indonesia Jaya …

Anugrah Balwa | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: