Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Budi Mulyono

Warga biasa yang ingin hidup tenang di republik ini

Apa Perlu Mempermasalahkan Batas Minimal Nilai UN?

OPINI | 18 February 2013 | 09:47 Dibaca: 281   Komentar: 0   0

Membaca perkembangan kabar terbaru mengenai batas minimal nilai UN (baca : UN ) cukup membuat lega. Sepertinya pemerintah tidak akan menurunkan batas minimal nilai UN dari tahun lalu.

Menurut saya, keputusan pemerintah ini sudah tepat. Logika saya sebagai orang awam, kalau batas minimal nilai UN diturunkan, berarti generasi sekarang lebih banyak yang bodoh daripada generasi sebelumnya. Logis kan?

Mengenai banyaknya orang tua atau dari pihak sekolah yang khawatir tidak mampu memenuhi batas minimal tersebut, berarti kesalahan bukan pada pemerintah atau pada batas nilai itu sendiri. Tapi ada yang salah dengan sistem didik, entah itu kualitas pendidik, bahan didik atau justru kualitas siswa didiknya yang mengalami penurunan.

Nah, disini perlu dilakukan evaluasi dan koreksi, dimanakah terdapat titik lemah dalam sistem pendidikan kita. Memang, dan ini harus diakui, pemerintah sendiri sampai sekarang masih terus berusaha menyusun kurikulum yang tepat, yang selaras dengan perkembangan zaman, untuk mencetak generasi muda yang brilian. Namun, ini bukan tanggungjawab pemerintah semata. Keluarga juga memiliki peranan untuk mendidik anak, misalnya dengan menerapkan disiplin ketika belajar atau mengerjakan PR di rumah. Kebanyakan keluarga modern sekarang kan tidak memperhatikan bagaimana anaknya belajar, mereka sepenuhnya menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah. Ini termasuk salah satu hal yang patut menjadi perhatian.

Jadi, apakah kita masih perlu mempermasalahkan batas minimal nilai UN? Generasi dulu, seingat sayapun tidak ada yang mempermasalahkan nilai UN. Kalau nanti akhirnya ga lulus, berarti salah siapa juga.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Remaja di Moskow Juga Suka Naik ke Atap KRL …

Lidia Putri | | 01 August 2014 | 19:28

Menelusuri Budaya Toleransi di Komplek …

Arif L Hakim | | 01 August 2014 | 18:18

Apakah ‘Emoticon’ Benar-benar Jujur? …

Fandi Sido | | 01 August 2014 | 18:15

“Tak Sempurna Hanya Tanpa …

Jarjis Fadri | | 31 July 2014 | 08:41

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Koalisi Merah Putih Tetaplah Merah Putih, …

Hanny Setiawan | 7 jam lalu

Jokowi Belum Dilantik, PKB Sudah Nagih Jatah …

Ikhlash Hasan | 8 jam lalu

Libur Lebaran, Bertemu Bule dan Supir Isteri …

Hendry Sianturi | 12 jam lalu

Membuat Tanda Salib di Pusara Ir. Soekarno …

Kosmas Lawa Bagho | 13 jam lalu

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: