Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Budi Mulyono

Warga biasa yang ingin hidup tenang di republik ini

Apa Perlu Mempermasalahkan Batas Minimal Nilai UN?

OPINI | 18 February 2013 | 09:47 Dibaca: 284   Komentar: 0   0

Membaca perkembangan kabar terbaru mengenai batas minimal nilai UN (baca : UN ) cukup membuat lega. Sepertinya pemerintah tidak akan menurunkan batas minimal nilai UN dari tahun lalu.

Menurut saya, keputusan pemerintah ini sudah tepat. Logika saya sebagai orang awam, kalau batas minimal nilai UN diturunkan, berarti generasi sekarang lebih banyak yang bodoh daripada generasi sebelumnya. Logis kan?

Mengenai banyaknya orang tua atau dari pihak sekolah yang khawatir tidak mampu memenuhi batas minimal tersebut, berarti kesalahan bukan pada pemerintah atau pada batas nilai itu sendiri. Tapi ada yang salah dengan sistem didik, entah itu kualitas pendidik, bahan didik atau justru kualitas siswa didiknya yang mengalami penurunan.

Nah, disini perlu dilakukan evaluasi dan koreksi, dimanakah terdapat titik lemah dalam sistem pendidikan kita. Memang, dan ini harus diakui, pemerintah sendiri sampai sekarang masih terus berusaha menyusun kurikulum yang tepat, yang selaras dengan perkembangan zaman, untuk mencetak generasi muda yang brilian. Namun, ini bukan tanggungjawab pemerintah semata. Keluarga juga memiliki peranan untuk mendidik anak, misalnya dengan menerapkan disiplin ketika belajar atau mengerjakan PR di rumah. Kebanyakan keluarga modern sekarang kan tidak memperhatikan bagaimana anaknya belajar, mereka sepenuhnya menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah. Ini termasuk salah satu hal yang patut menjadi perhatian.

Jadi, apakah kita masih perlu mempermasalahkan batas minimal nilai UN? Generasi dulu, seingat sayapun tidak ada yang mempermasalahkan nilai UN. Kalau nanti akhirnya ga lulus, berarti salah siapa juga.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kartun Kenangan Konferensi Asia Afrika 1955 …

Gustaaf Kusno | | 19 April 2015 | 18:33

Kereta Api Lokal, Sarana Transportasi …

Andrea Dietricth | | 19 April 2015 | 12:39

[JNE BALI] Kompasiana Blogshop & …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:11

Trik Meracik Bad News Menjadi Good News …

Muhammad Armand | | 18 April 2015 | 21:32

Mari Lestarikan Air bersama AQUA! …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Matematika Beras …

Faisal Basri | 4 jam lalu

Menjawab Logika Jongkok PSSI dan La Nyalla …

Alan Budiman | 5 jam lalu

Tommy Soeharto Tenar di Medsos, Dari Kisruh …

Hasto Suprayogo | 6 jam lalu

Jangan Remehkan Paspor Indonesia …

Ifani | 7 jam lalu

Media Sosial, Hedonisme dan Prostitusi …

Ariyani Na | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: