Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Taufik Eko Susilo

Fisioterapis, menyukai fotografi dan menulis

Program Studi Fisioterapi Indonesia

OPINI | 25 February 2013 | 22:45 Dibaca: 7113   Komentar: 0   0

1361806946890850857

Ikatan Fisioterapi Indonesia (sumber : ifi.or.id)

Menurut Departemen Kesehatan Indonesia, fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak, dan komunikasi. Dan secara harfiah Fisioterapi merupakan ilmu dan seni mengenai gerak dan fungsi dari tubuh manusia. Jadi ketika kita berbicara mengenai fisioterapi, kita berbicara bagaimana seseorang itu bisa bergerak dan berfungsi secara baik dan benar.

Fisioterapi di Indonesia pada awalnya dimulai dari sekolah perawat Physiotherapy di Solo pada tahun 1956. Pada awalnya ditujukan dalam upaya rehabilitasi medik penderita cacat tubuh pasca perang. Lalu pendidikan fisioterapi berkembang menjadi Akademi Fisioterapi Surakarta di Colomadu Karanganyar lalu berlanjut di berbagai akademi fisioterapi negeri maupun swasta di beberapa daerah di Indonesia. Dan sekarang dari sumber yang dikutip dari Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) pusat. Saat ini program studi Fisioterapi memiliki 32 Institusi Pendidikan di seluruh Indonesia baik program D3, D4, maupun S1.

13618065471153197795

Institusi-Institusi Fisioterapi Indonesia (sumber : IFI)

Berikut daftar-daftar institusi fisioterapi di Indonesia (klik)

Peminat program studi Fisioterapi dari tahun ke tahun semakin bertambah. Hal ini ditandai dengan bertambahnya jumlah mahasiswa yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Di tambah dengan adanyan program studi fisioterapi Strata 1 menambah jumlah peminat calon mahasiswa baru untuk memilih jurusan fisioterapi sebagai pilihan kuliah.

Materi kuliah

Di Fisioterapi materi-materi kuliah yang dihadirkan di tiap institusi berbeda tergantung dari kebijakan kurikulum di masing-masing institusi. Namun pada umumnya mahasiswa fisioterapi di tingkat awal mempelajari ilmu ilmu basic seperti anatomi, fisiologi dan biomedis. Pada tingkat selanjutnya mahasiswa fisioterapi disajikan dengan materi-materi kuliah yang spesifik dan pengembangan dari anatomi dan fisiologi yang sudah dipelajari selanjutnya. Sebagai contoh materi kuliah pada tingkat ini di fisioterapi adalah terapi latihan, assesment, dan kinesiologi. Dan bentuk perkuliahan terbagi menjadi dua, kuliah teori di kelas dan praktek di laboratorium.

Pada tingkat akhir perkuliahan, materi kuliah yang dihadirkan bersifat komprehensif dan menyeluruh. Di semester akhir ini pula mahasiswa fisioterapi diberikan tugas untuk praktek lahan rumah sakit atau klinik sebagai wujud penerapan dan aplikasi ilmu teori yang dipelajari di bangku kuliah. Lama praktek yang dijalani adalah selama enam bulan bagi Diploma 3, sembilan bulan bagi Diploma 4, dan satu tahun setengah bagi profesi Fisioterapi (Physio).

Prospek Kerja

Semakin banyaknya peminat calon mahasiswa ke jurusan fisioterapi dikarenakan semakin banyak pula dibutuhkannya tenaga kerja fisioterapis. Menjadi seorang Fisioterapis bukan hanya sebagai Pegawai Negeri di Unit Rehabilitasi Medik Rumah Sakit saja tapi masih banyak lagi. Sebagai contoh mungkin kita mengenal Mathias Ibo, Fisioterapi Olahraga Tim Nasional Sepak Bola Indonesia.

13618067711140531392

Matias Ibo (sumber foto pribadi)

Mathias adalah salah satu contoh fisioterapi yang “tersentuh” media sehingga dikenal publik. Namun masih saja sering kali orang-orang menyebutnya sebagai dokter. Walaupun Fisioterapis dan Dokter adalah dua profesi yang ada perbedaannya.

Fisioterapi merupakan salah satu bagian dari ilmu kesehatan yang mempunyai wilayah di bidang Promotif (promosi), Preventif (pencegahan), Kuratif (pengobatan), dan Rehabilitatif (Rehabilitasi). Tren yang selama ini terjadi rata-rata mahasiswa fisioterapi menjadi seorang fisioterapis yang bekerja di bidang Kuratif dan Rehabiltatif. Masih ada beberapa wilayah Fisioterapi yang belum tergarap dan tersentuh. Menurut Sri Mardiman, 2 wilayah fisioterapi yang belum tergarap saat ini yaitu Fisioterapi Olahraga dan Fisioterapi Industri. Sekarang Fisioterapi Olahraga sudah mulai tergarap dan tersentuh 5 tahun terakhir ini sedangkan untuk fisioterapi industri penulis baru menemukan satu orang yang menjadi Konsultan Fisioterapi di salah satu perusahaan minyak di Kalimantan Timur.

Demikian gambaran singkat mengenai Pendidikan Fisioterapi di Indonesia. Dan selamat bergabung dan menjadi bagian dari rekan sejawat Fisioterapi Indonesia.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Stanley, Keindahan Sisi Selatan Hongkong …

Moris Hk | | 29 August 2014 | 14:46

Kisah Hidup Pramugari yang Selamat dari …

Harja Saputra | | 29 August 2014 | 12:24

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 8 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 11 jam lalu

Jokowi Mengkhianati Rakyat Jika Tidak …

Felix | 12 jam lalu

Ganteng-Ganteng Hakim MK …

Balya Nur | 13 jam lalu

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: