Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Annas Pahlevi

Mahasiswa sebuah perguruan tinggi

Alasan Kuliah di Perguruan Tinggi Kedinasan

OPINI | 26 February 2013 | 09:53 Dibaca: 735   Komentar: 0   1

Tiap tahun, calon lulusan SMA dan lulusan SMA berbondong - bondong mencari tempat kuliah yang sesuai dengan minatnya. Nah, untuk yang calon lulusan SMA, saya coba sarankan untuk memilih Perguruan Tinggi Kedinasan sebagai alternatif tujuan pendidikan setelah lulus SMA.

Apa sebenarnya perguruan tinggi kedinasan itu ?

Perguruan Tinggi Kedinasan, itu pada dasarnya sama dengan perguruan tinggi negeri pada umumnya, hanya, ada beberapa perbedaan yang perlu dicermati, dan alasan yang perlu dipertimbangkan untuk memilih berkuliah di Perguruan Tinggi Kedinasan.

1. Perguruan Tinggi Kedinasan diselenggarakan oleh Kementerian / Lembaga Non Departemen.

Perguruan Tinggi Negeri diselenggarakan dibawah Kementerian Pendidikan,sedangkan  PTK ( Perguruan Tinggi Kedinasan ) dibawah Kementerian dan Lembaga Non-Kementrian di Indonesia, namun untuk kurikulum pendidikan , dasarnya tetap mengacu pada ketentuan Kementerian Pendidikan. Nama - nama PTK mencerminkan haluan PTK tersebut, awalannya biasanya pake nama Sekolah Tinggi atau Akademi, misalnya seperti Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ( STAN ) yang haluannya ke Kementerian Keuangan.
2. Sistem Pendidikan Perguruan Tinggi Kedinasan ( biasanya ) berbasis semi - militer.

Perguruan Tinggi Kedinasan beberapa tahun terakhir dipandang miring oleh sebagian orang karena banyaknya kasus yang dikarenakan penerapan sistem semi-militer dalam pendidikannya.Untuk apa sebenarnya PTK menerapkan sistem semi-militer ?
Perlu digaris bawahi, semi-militer. Bukan militer penuh. Artinya, hanya pada beberapa aspek tertentu saja , pendidikan gaya militer ini diambil. Tidak seluruhnya.

Tujuannya  ?

Mungkin anda pernah melihat bagaimana sikap, mental, dan perilaku seorang prajurit TNI yang baik ? Atau , minimal seorang taruna Akademi Militer? Mereka berjiwa tangguh, tanggon, trengginas, respek terhadap lingkungan, tahan terhadap penderitaan, pantang menyerah, cakap, dan yang paling penting : Disiplin. Nah aspek inilah yang diperlukan di dalam PTK guna mempersiapkan lulusannya untuk bekerja di Kementerian masing - masing. Diharapkan ketika mereka bekerja nantinya, dapat memberikan yang terbaik untuk kementeriannya masing - masing. Tidak selamanya semi militer berkonotasi negatif.

Mengenai banyaknya kasus yang terjadi di Perguruan Tinggi Kedinasan, saya tidak dapat berkomentar apa - apa mengenai hal ini. Anda dapat menilai sendiri apakah semi militer yang menyebabkan hal tersebut, atau hanya beberapa pihak tertentu yang menyebabkan terjadinya hal tersebut.

3. (Sebagian Besar) Perguruan Tinggi Kedinasan Gratis , dan Langsung Bekerja.

Saat saya tanya, mengapa teman - teman  saya mau masuk PTK, salah satu tujuannya adalah : Gratis . Ya,  Karena penyelenggara pendidikannya adalah Kementerian masing - masing, jadi mereka cenderung membiayai seluruh pendidikan, karena nantinya lulusan PTK cenderung akan langsung bekerja di kementerian dan lembaga masing - masing. Kebutuhan hidup seperti Asrama, makan, kuliah, dan lain - lain sudah disediakan. Bahkan beberapa PTK memberikan Tunjangan Ikatan Dinas ( TID ). Istilahnya, uang saku begitu .

Pengecualian seperti STAN yang biaya sendiri, dan rumornya sekarang sudah tidak ikatan dinas lagi, dan STIS ( Sekolah Tinggi Ilmu Statistik ) yang memberikan TID namun tidak menyediakan asrama. Namun memang tidak semua lulusannya dijamin untuk langsung bekerja. Namun karena sudah menerima pendidikan yang spesifik, lulusan dari Perguruan Tinggi Kedinasan akan mudah untuk beradaptasi dan bekerja pada nantinya

Bagi yang mau membantu orangtua meringankan beban biaya, PTK adalah pilihan yang baik.

4. Mata Kuliah di Perguruan Tinggi Kedinasan bersifat Spesifik.

Adakah Perguruan Tinggi lain yang mempelajari kriptografi (persandian) sedalam Sekolah Tinggi Sandi Negara ? Adakah Perguruan Tinggi lain yang mempelajari statistik sedalam Sekolah Tinggi Ilmu Statistik ? Adakah Perguruan Tinggi lain yang mempelajari ilmu transportasi sedalam Sekolah Tinggi Transportasi Darat, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia ?

Inilah salah satu keunggulan Perguruan Tinggi Kedinasan : Mempelajari mata kuliah yang begitu spesifik hingga saya bisa sebut merekalah Spesialis dari masing - masing bidang.
Makanya, lulusan PTK ini benar - benar ahli di bidangnya masing - masing dan tiap Kementerian/Lembaga begitu mempercayakan pekerjaan kepada Lulusan PTK.

Itulah, sedikit dari pengetahuan saya mengenai Perguruan Tinggi Kedinasan, dan perlu dicatat bahwa tidak semua perguruan tinggi kedinasan seperti yang saya paparkan diatas.

Sebagai informasi, dalam waktu dekat ini, sekitar bulan Maret-April akan diadakan Expo Perguruan Tinggi Kedinasan di STT Tekstil, Bandung, untuk mengetahui lebih jauh tentang masing - masing perguruan tinggi kedinasan.

Info lebih lanjut tentang masing - masing PTK dapat dilihat di : www.fmkipusat.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hati-Hati Meletakkan Foto Rahasia di …

Pical Gadi | | 02 September 2014 | 15:36

Yohanes Surya Intan yang Terabaikan …

Alobatnic | | 02 September 2014 | 10:24

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Mereka Sedang Latihan Perang …

Arimbi Bimoseno | | 02 September 2014 | 10:15

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 4 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 7 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengenal dan Mengenang IH Doko, Pahlawan …

Blasius Mengkaka | 8 jam lalu

Kenormalan yang Abnormal …

Sofiatri Tito Hiday... | 8 jam lalu

Aku Akan Pulang …

Dias | 8 jam lalu

Terpenuhikah Hak Kami, Hak Anak Indonesia? …

Syifa Aslamiyah | 8 jam lalu

UUD 1945 Tak Sama dengan Jakarta …

Adinda Agustaulima ... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: