Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Asaborneo Nainggolan

Ingin berbgai cerita. Kunjungi blog saya untuk mendapatkan software terbaru dan informasi menarik di : selengkapnya

Bayar Berapa Masuk Polisi?

OPINI | 28 February 2013 | 14:48 Dibaca: 7194   Komentar: 0   0

Dua hari yang lalu ada pesan di inbox saya yang menanyakan tentang informasi penerimaan bintara Polri tahun 2013. Orang tersebut mengaku membaca berita tentang penerimaan polisi tahun 2013 di blog saya yang memang saya posting beberapa hari yang lalu. Awalnya orang tersebut menanyakan hal-hal seputar syarat-syarat masuk polisi. Karena kebetulan saya bekerja di kepolisian, maka saya jawab sepanjang yang saya tahu. Namun di ujung pembicaraan, orang tersebut bertanya, “Pak, bisa bantu gak anak saya masuk polisi, kalau bisa saya siapkan uang berapa?” Sebenarnya saya tidak terlalu kaget dengan pertanyaan tersebut, pola pikir masyarakat bahwa masuk polisi memang bisa dengan menyiapkan segepok uang. Istilah warung kopinya “wani piro”. Terbersit di pikiran saya bahwa budaya sogok menyuap untuk masuk polisi atau pegawai negeri sebenarnya dimulai dari simbiosis saling menguntungkan. Artinya kalau saja masyarakat tidak memulai untuk menyogok atau menolak bila ada tawaran dari oknum bisa membantu masuk polisi dengaan sejumlah uang, mungkin “kebiasaan” ini bisa dikurangi atau dihilangkan. Intinya jangan pernah mengajak berkolusi dan menolak bila ada yang menawarkan bisa meluluskan masuk polisi. Oh yah, sebelum saya lupa ada 2 tips yang ingin saya bagikan buat anda yang ingin mendaftar menjadi anggot Polri. Apa saja? 1. Persiapkan diri. Mempersiapkan diri bisa berupa persiapan adiministrasi yang lengkap. Yang tidak boleh lupa persiapkan fisik dengan baik. Ingat masuk polisi itu beda dengan penerimaan PNS lainnya karena ada rangkaian seleksi yang panjang mulai dari seleksi administrasi, test fisik, psikologi, akademik dan lain-lain. 2. Waspada oknum menembak di atas kuda. Ada saja oknum yang menawarkan bisa membantu anda masuk polisi dan meminta sejumlah uang. Kalau anda percaya kemudian anda menyetorkan uang. Sangat mungkin oknum tersebut menembak di atas kuda. Artinya kalau lulus dia ambil uangnya seolah dia bantu, tidak lulus dia kembalikan tanpa beban. Semoga sukses!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Indahnya Rumah Tradisional Bali: Harmoni …

Hendra Wardhana | | 26 October 2014 | 06:48

Perjuangan “Malaikat Tak …

Agung Soni | | 26 October 2014 | 09:17

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | | 26 October 2014 | 01:02

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59



HIGHLIGHT

Satu Malam di Tanjung Bira …

Abdul Rahim | 7 jam lalu

Unjuk Rasa Tuntut Upah Layak di DIY …

Musfingatun Sakinat... | 7 jam lalu

Cody Simpson - Java Sounds Fair 2014 …

Tari Nadya | 8 jam lalu

Unek-unek untuk Presiden Baru …

Folly Akbar | 8 jam lalu

Risalah 365 Doa & Zikir Sehari-Hari …

Nur Hadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: