Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Asaborneo Nainggolan

Ingin berbgai cerita. Kunjungi blog saya untuk mendapatkan software terbaru dan informasi menarik di : selengkapnya

Bayar Berapa Masuk Polisi?

OPINI | 28 February 2013 | 14:48 Dibaca: 7183   Komentar: 0   0

Dua hari yang lalu ada pesan di inbox saya yang menanyakan tentang informasi penerimaan bintara Polri tahun 2013. Orang tersebut mengaku membaca berita tentang penerimaan polisi tahun 2013 di blog saya yang memang saya posting beberapa hari yang lalu. Awalnya orang tersebut menanyakan hal-hal seputar syarat-syarat masuk polisi. Karena kebetulan saya bekerja di kepolisian, maka saya jawab sepanjang yang saya tahu. Namun di ujung pembicaraan, orang tersebut bertanya, “Pak, bisa bantu gak anak saya masuk polisi, kalau bisa saya siapkan uang berapa?” Sebenarnya saya tidak terlalu kaget dengan pertanyaan tersebut, pola pikir masyarakat bahwa masuk polisi memang bisa dengan menyiapkan segepok uang. Istilah warung kopinya “wani piro”. Terbersit di pikiran saya bahwa budaya sogok menyuap untuk masuk polisi atau pegawai negeri sebenarnya dimulai dari simbiosis saling menguntungkan. Artinya kalau saja masyarakat tidak memulai untuk menyogok atau menolak bila ada tawaran dari oknum bisa membantu masuk polisi dengaan sejumlah uang, mungkin “kebiasaan” ini bisa dikurangi atau dihilangkan. Intinya jangan pernah mengajak berkolusi dan menolak bila ada yang menawarkan bisa meluluskan masuk polisi. Oh yah, sebelum saya lupa ada 2 tips yang ingin saya bagikan buat anda yang ingin mendaftar menjadi anggot Polri. Apa saja? 1. Persiapkan diri. Mempersiapkan diri bisa berupa persiapan adiministrasi yang lengkap. Yang tidak boleh lupa persiapkan fisik dengan baik. Ingat masuk polisi itu beda dengan penerimaan PNS lainnya karena ada rangkaian seleksi yang panjang mulai dari seleksi administrasi, test fisik, psikologi, akademik dan lain-lain. 2. Waspada oknum menembak di atas kuda. Ada saja oknum yang menawarkan bisa membantu anda masuk polisi dan meminta sejumlah uang. Kalau anda percaya kemudian anda menyetorkan uang. Sangat mungkin oknum tersebut menembak di atas kuda. Artinya kalau lulus dia ambil uangnya seolah dia bantu, tidak lulus dia kembalikan tanpa beban. Semoga sukses!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Inilah Reaksi Mahasiswa Australia untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 20 October 2014 | 19:16

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 2 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 4 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 6 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 9 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Trans TV, Raffi Is Not Our Prince! …

Gilang Parahita | 8 jam lalu

Merencanakan Anggaran untuk Pesta Pernikahan …

Cahyadi Takariawan | 8 jam lalu

Koalisi Akal Sehat Mengawal Pelantikan …

Effendi Siradjuddin | 8 jam lalu

Selamat Bertugas Pak Jokowi …

Toni Pamabakng | 8 jam lalu

Misteri Hantu Rumah Tua …

Raphael Jose Riberu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: