Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Robi Fahrudianto

Membangun Masyarakat yang Dewasa

Seorang Guru Sejati

OPINI | 28 February 2013 | 11:20 Dibaca: 331   Komentar: 5   0

Sekarang ini banyak pembicaraan tentang problema guru di Indonesia baik dengan status gurunya maupun masalah gaji. Kita tentu sering mendengar tentang gaji guru yang sangat minim , guru akhirnya banyak yang mengeluh karena gaji yang sangat minim sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya maupun keluarganya. Memang guru sebagai manusia juga memerlukan sesuatu supaya dia bisa bertahan hidup.

Di lapangan masalah status dan gaji guru adalah yang paling sering diperdebatkan. ada yang guru PNS ditambah juga bersertifikasi. Ada lagi guru PNS biasa yang belum sertifikasi. Ada lagi guru honorer tapi sudah bersertifikasi dan yang paling memprihatinkan adalah guru honorer dan belum bersertifakasi. masing-masing status guru diatas tentu jumlah gaji yang diterima tidak sama.

Saya ambil contoh guru yang paling memprihatinkan adalah guru honorer yang belum bersertifikasi. Memang untuk status guru trsebut biasanya gajinya berkisar antara 100 ribu sampai 500 ribu. Ya, rata-rata seperti itu tapi mungkin didaerah yang lain ada yang lebih dari itu tetapi ada juga yang malah kurang dari itu. seandainya dibandingkan dengan guru PNS yang bersertifikasi, sungguh sangat besar perbedaanya. Padahal cara penyampaian dan pengajaran antara guru PNS bersertifikasi belum tentu lebih baik di banding guru Honorer belum bersertifakasi. Justru dengan adanya label PNS bersertifikasi seolah memancing para guru yang berstatus demikian untuk berbuat malas karena dengan label bersertifikasi dia seakan-akan sudah menganggap dirinya sudah menjadi guru yang profesional sehingga dia seakan tidak mau berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi. Akan tetapi keprofesionalan itu bukan hanya sebuah bentuk kata, piagam ataupun yang lainnya. Sebuah keprofesionalan itu harus bisa dibuktikan.

Sangat miris memang melihat realita sesungguhnya tentang guru honorer di negeri indonesia tercinta ini entah akibat kebijakan-kebijakan dari pemerintah ataupun yang lainnya, tetapi alangkah baiknya para guru honorer tersebut bukan hanya terus memikirkan masalah gaji saja. Masalah perbedaan gaji Biarkan seperti adanya. Sejenak untuk mencoba melihat semangat belajar murid yang mereka ajar setiap hari. Kenapa? Karena guru sejati itu tidak bangga terhadap seberapa besar gaji yang mereka dapatkan tetapi Guru Sejati itu lebih bangga terhadap keberhasilan ilmu yang mereka ajarkan kepada anak didiknya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

My Mother Is…? …

Salmah Naelofaria | | 20 April 2014 | 15:03

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 5 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 7 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 9 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: