Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ucapan Terbaik bagi Orang yang Kena Musibah

REP | 02 March 2013 | 21:31 Dibaca: 5007   Komentar: 0   4

Ketika tetangga kita atau teman kita tertimpa musibah, ditinggal mati oleh kerabatnya, sudah sepantasnya kita untuk bertakziah. Menghibur dan meringankan bebannya. Mudah-mudahan dengan itu  ia bisa tabah dan tegar menghadapi bencana yang ia hadapi. Namun, yang jadi pertanyaan adalah, adakah perkataan tertentu yang harus diungkapkan ketika itu?

السؤال:
هل للتعزية صيغة محدودة تقال عند التعزية ؟

Pertanyaan:
Apakah ketika bertakziah (menghibur orang yang tertimpa musibah) ada ucapan tertentu yang disampaikan?

الجواب :

الحمد لله

Jawaban:
Segala puji bagi Allah

التعزية هي حمل المصاب على الصبر ، وليس لها ألفاظ مخصوصة ، والأفضل أن يعزي بالألفاظ التي عزى بها النبي صلى الله عليه وسلم .

Takziah adalah mengarahkan orang yang mendapat musibah agar bisa sabar. Namun, tidak ada kata-kata khusus dalam takziah. Yang terbaik adalah mengucapkan lafaz yang diucapkan oleh Nabi  صلى الله عليه وسلم saat takziah.

قال الإمام الشافعي رحمه الله : ” ليس في التعزية شيء مؤقت [يعني : محدد]” انتهى من ” الأم ” (1/317) .

Imam Syafi’i رحمه الله berkata, “Tidak ada ucapan tertentu dalam takziah.” (Al-Umm: 1/317)

وقال ابن قدامة رحمه الله : ” لا نعلم في التعزية شيئاً محدوداً…” انتهى من ” المغني ” (2/212) .

Ibnu Qudamah رحمه الله berkata, “Kami tidak mengetahui adanya ucapan tertentu dalam takziah.” (Al-Mughni:  2/212)

وقال الشيخ ابن باز رحمه الله : ” وليس فيها لفظ مخصوص، بل يعزي المسلم أخاه بما تيسر من الألفاظ المناسبة مثل أن يقول: ( أحسن الله عزاءك وجبر مصيبتك وغفر لميتك ) إذا كان الميت مسلماً..” انتهى من “مجموع الفتاوى ” (13/380) .

Syekh Ibnu Baz رحمه الله berkata, “Tidak ada dalam takziyah perkataan tertentu. Bahkan seorang muslim dibolehkan mengucapkan takziah kepada saudaranya dengan kata-kata yang pantas dan mudah baginya seperti mengucapkan: ‘Semoga Allah membaguskan kesabaranmu, menghapus musibahmu, dan  mengampuni orang yang meninggalkanmu (mayit).’ Jika mayitnya adalah muslim.” (Majmu’ Fatawa: 13/380)

وقال الشيخ الألباني رحمه الله : ” ويعزيهم بما يظن أنه يسليهم، ويكف من حزنهم، ويحملهم على الرضا والصبر، مما يثبت عنه صلى الله عليه وسلم، إن كان يعلمه ويستحضره، وإلا فبما تيسر له من الكلام الحسن الذي يحقق الغرض ولا يخالف الشرع…” انتهى من ” أحكام الجنائز ” (1/163) .

Syekh Al-Albany رحمه الله berkata, “Hendaknya seseorang memberikan ungkapan takziah kepada orang lain dengan perkiraan bahwa itu bisa menghibur mereka, menghentikan kesedihan mereka dan mengarahkan mereka untuk rida dan sabar, berdasarkan riwayat  dari Nabi صلى الله عليه وسلم jika memang ia mengetahuinya dan bisa mengingatnya. Kalau tidak, maka cukup dengan perkataan baik yang mudah baginya dan bisa mencapai tujuan tanpa bertentangan dengan syariat.” (Ahkamul Janaiz: 1/163)

والأفضل أن يُعزى المصاب بما عَزَّى به النبي صلى الله عليه وسلم ابنته بقوله: ( إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ ، وَلَهُ مَا أَعْطَى ، وَكُلٌّ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى ، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ) رواه البخاري (1284) ، ومسلم (923) .

Yang terbaik adalah menghibur orang yang ditimpa musibah dengan mengucapkan takziyah yang diucapkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم kepada putrinya, yaitu:

إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ ، وَلَهُ مَا أَعْطَى ، وَكُلٌّ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى ، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ  (رواه البخاري، رقم 1284، ومسلم، رقم  923)

“Sesungguhnya milik Allah lah apa yang Dia ambil dan milik-Nya pula apa yang Dia beri. Segala sesuatu yang ada di sisi-Nya telah ditentukan ajalnya. Maka bersabarlah dan berharaplah (pahala dari-Nya).” (HR. Bukhari no. 1284 dan Muslim no. 923)

جاء في ” الجوهرة النيرة ” (1/110) : ” لفظ التعزية : عَظَّم الله أجرك ، وأحسن عزاءك ، وغفر لميتك ، وألهمك صبراً ، وأجزل لنا ولك بالصبر أجرا ، وأحسن من ذلك : تعزية رسول الله صلى الله عليه وسلم لإحدى بناته كان قد مات لها ولد فقال: (إن لله ما أخذ ، وله ما أعطى ، وكل شيء عنده بأجل مسمى)” انتهى.

Disebutkan dalam kitab Al-Jauharah Al-Munirah (1/110): “Lafazh takziyah yaitu:

عَظَّم الله أجرك ، وأحسن عزاءك ، وغفر لميتك ، وألهمك صبراً ، وأجزل لنا ولك بالصبر أجرا

“Semoga Allah memberikan pahala besar untukmu, menguatkan ketabahanmu, mengampuni orang yang meninggalkanmu, mengilhamkan kepadamu kesabaran dan mencurahkan pahala kepada kami dan engkau dengan sebab kesabaran.

Yang lebih bagus dari itu adalah takziah Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada salah satu putrinya tatkala putranya meninggal dunia: “Sesungguhnya milik Allah lah apa yang Dia ambil dan milik-Nya pula apa yang Dia beri. Segala sesuatu yang ada di sisi-Nya telah ditentukan ajalnya. “

وقال الشيخ الألباني رحمه الله: ” وهذه الصيغة من التعزية وإن وردت فيمن شارف الموت فالتعزية بها فيمن قد مات أولى بدلالة النص، ولهذا قال النووي في ” الأذكار ” وغيره: ” وهذا الحديث أحسن ما يعزي به ” انتهى من “أحكام الجنائز” (1/164) .

Syekh Al-Albany رحمه الله berkata, “Ungkapan takziah dalam hadits ini walaupun terkait  orang yang mendekati kematian, namun mengucapkan takziah dengannya untuk orang yang sudah meninggal dunia itu lebih utama dengan dalil nash. Oleh karena itu Imam An-Nawawi dalam kitab ‘Al-Azkar’ dan lainnya berkata, ‘Hadits ini adalah (ungkapan) takziah yang paling baik.” (Ahkamul Janaiz: 1/164)

وقال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله : ” أحسن ما يعزى به من الصيغ ما عزى به النبي صلى الله عليه وسلم إحدى بناته …. ثم ذكر الحديث السابق .

ثم قال : وأما ما اشتهر عند الناس من قولهم: “عظَّم الله أجرك، وأحسن الله عزاءك، وغفر الله لميتك”، فهي كلمة اختارها بعض العلماء، لكن ما جاءت به السنة أولى وأحسن ” انتهى من ” مجموع الفتاوى ” (17/339) .

والله أعلم

Syekh Ibnu Utsaimin رحمه الله berkata, “Ungkapan takziah yang terbaik adalah takziah yang diucapkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم kepada salah satu putrinya…. kemudian beliau menyebutkan hadits tadi.

Kemudian beliau melanjutkan, “Adapun perkataan yang populer  ditengah-tengah masyarakat yaitu:

عَظَّم الله أجرك ، وأحسن عزاءك ، وغفر لميتك

“Semoga Allah memberikan pahala yang besar untukmu, menguatkan ketabahanmu dan mengampuni orang yang meninggalkanmu.”

Ini merupakan ungkapan yang dipilih oleh sebagian ulama. Namun, apa yang ada dalam sunnah itu lebih utama dan lebih baik.” (Majmu’ Fatawa: 17/339)

Wallahu a’lam .

Sumber: http://islamqa.info/ar/ref/157213t

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Malmö di Swedia: “Saudara” …

Cahayahati (acjp) | | 26 October 2014 | 10:02

Kenapa Harus Membela Ahok? …

Zulfikar Akbar | | 26 October 2014 | 09:55

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Staf Kepresidenan, Kekuasaan di Balik Tahta …

Mas Isharyanto | | 26 October 2014 | 10:42

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24



HIGHLIGHT

Marquez Pecahkan Rekor Doohan …

Suko Waspodo | 7 jam lalu

Menanti Tweet Pertama Presiden Jokowi …

Dody Kasman | 8 jam lalu

Tentara yang Berjuang di Atas Kursi Roda …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Air Terjun Bojongkoneng di Sentul …

G T | 8 jam lalu

Merangkum Keindahan Indonesia Lewat Kisah …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: