Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Maida Umaroh

Memacu semangat, menjalani setiap proses dengan harapan semuanya akan berakhir baik, namun jika semuanya tidak selengkapnya

Cantik pun Harus Hati-Hati

REP | 03 March 2013 | 17:02 Dibaca: 265   Komentar: 0   2

Saya akui wanita memang memiliki kecendrungan berhias yang tinggi, karena wanita memang lahir dengan keindahannya. Untuk menunjang kecantikannya, segala produk dibeli, berbagai perawatan dijalani, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Alasan yang terlontar pasti cuma satu, agar bisa “CANTIK”. ——-> Demi kata  ”CANTIK” kaumku banyak yang lupa, terpesona dengan berbagai trend dan metode kecantikan teranyar,.

Semuanya dijajal, semuanya dicoba, semuanya dilakukan. Sampai yang ekstrim (mungkin tidak disadari atau bahkan memang diacuhkan), —–> Alisnya pada ilang!.! garis indah pada alis mata yang diberikan secara cuma-cuma oleh Allah SWT digantikan dengan garis berwarna (hitam dan coklat) yang diperolah dari “Pensil Alis”,. Dengan alis “asli” yang indah itu, seolah Allah tidak ingin membuat kaum wanita repot dalam mempercantik diri, tidak usah membeli pensilnya, tidak usah membuat garisnya, tidak usah membuat lengkungannya, yang belum tentu sama antara kanan dan kirinya ;).

—>Pernah lihat kan, Mbak-mbak, atau ibu-ibu yang alisnya aneh karena tinggi sebelah, bengkok sebelah, alias nggak sama (Luchu pokoknya). “Maaf kan saya menertawakanmu Bu”,, lebih tepatnya menertawakan alismu” (berkata dalam hati).

—> kerik-mengerik alis menjadi hal yang biasa, dan lumrah untuk dilakukan oleh wanita. Hukumnya akan menjadi “fardhu ‘ain” (wajib) ketika wanita dihadapkan pada “resepsi pernikahan”, waktu di mana kecantikan wanita dieksplorasi oleh para perias pengantin. Tampil “amazing” dalam sehari, di hadapan banyak orang, siapa yang tidak mau, dapat pujian lagi (emang reward yang diharapkan) hehehhehe

Pertanyaannya: Apa benar tanpa berkerikkan alis, kecantikan wanita tak akan tampak? Apa iya, dengan mengerik alis, wanita akan terlihat cantik mempesona,.? (amati dan jawab sendiri) teman. hehehhehe

Oh iya, dengan alis yang asli, wanita tidak perlu takut berkeringat ataupun terkena siraman air hujan, karena dipastikan air-air itu tidak akan menghilangkan bentuk alisnya ^_^, beda dengan yang alisnya dikerik lalu digambar dengan pensil, mau semahal apapun pensilnya (waterproof) tetap aja hanya akan tahan dalam hitungan waktu, maksimal ya sekitar 6-7 jam.

Pernah ada yang bilang ke saya: Waduh alisnya tebal ya? mbentuk tapi kok kurang rapi, mau tak rapiin Mai? –>maksudnya alis saya mau dikerik

.Jawab saya: hahahhaha… jangan mbak,, makasih banyak. Ntar pas    abis dikerik dipastikan saya bingung sendiri.

Mbaknya: “loh kenapa bingung? kan cantik tambah rapi loh.

Saya: “” saya bingung mbentuknya lagi mbak, saya nggak pinter bikin garis, suka benjot kalau nggaris di buku, apa lagi di alis.? susah mestinya, ntar alisku yang kanan sama yang kiri beda, berabe dong.

Mbaknya: oooooo gitu, padahal gampang loh.

Saya: Gak usah Mbak,, yang ini aja, nggak ribet ngurusnya. hihihihihi

Terlepas dari semua itu saya ingat pasti, dengan anjuran dalam agama saya (Islam) kaum wanita dilarang mengerik atau minta dikerik alisnya. Sama halnya dengan menato atau minta ditato,. Dilarang berarti tidak boleh untuk dilakukan, nggak boleh ditawar,karena bukan dalam ajang jual-beli, kenapa? karena pasti ada hikmah yang baik untuk wanita di sana. Lagi pula Allah itu “Maha Pencipta” terbaik tanpa tandingan,. Tidak ada yang buruk dari apa yang Ia ciptakan, apa lagi pake bilang “nggak rapi”. Semuanya harus disyukuri, karena rasa syukur akan membuat kita merasa cukup. Sebaliknya, makin tidak mensyukuri tubuhmu, wajahmu, hidungmu, termasuk alismu, semakin kuat keinginanmu untuk merubah bentuknya, dan tak akan pernah mendapatkan kepuasan, masak iya mau jadi budak kecantikan diri sendiri,? hehhehehe…… Capek dech!!!

Semoga tidak ada yang tersinggung sambil megang alisnya ya,? (tersinggung juga gak apa-apa), hehehhehe, tulisan ini memang dibuat untuk saudari sesama wanita, khsusnya yang mengaku muslim. Tetap saja berhias diri, rawat diri, sekedarnya aja, jangan berlebihan apa lagi sampai merubah bentuk.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tur Eropa dan Blunder Lanjutan Timnas U-19 …

Mafruhin | 7 jam lalu

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: