Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Diahningtias Windayani

Yogyakarta kota kenangan

Cairnya Tunjangan Profesi Berdasarkan Dapodik

OPINI | 10 March 2013 | 20:37 Dibaca: 19961   Komentar: 15   1

Tahun 2013 pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPP)  akan berpedoman dari dapodik (data pokok pendidikan) tidak hanya TPP saja, pencairan dana BOS, tunjangan fungsional, tunjangan khusus bantuan rehab, blok grand/DAK dan bantuan lain  juga akan berpedoman pada dapodik.

Data diperoleh dari sekolah masing-masing, maka dari itu diperlukan operator di setiap sekolah untuk melakukan proses pendataan profil sekolah, siswa, dan guru melalui aplikasi dapodik. Data yang diperoleh dari sekolah harus benar-benar akurat, bila data tidak lengkap atau tidak akurat maka akan mengakibatkan tidak cairnya jenis bantuan pemerintah termasuk TPP.

Untuk tahun 2013 ini, pencairan TPP berdasarkan data dari dapodik baru jenjang pendidikan dasar (SD-SMP) untuk tingkat SMA/SMK masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Bagi mereka yang sudah memenuhi syarat, mereka berhak menerima TPP. Untuk itu setiap guru harus mempunyai email karena setelah data yang tercantum dalam dapodik itu valid, maka akan terbit SKTP (SK Tunjangan Profesi) yang dikirim melalui email masing-masing.

Diharapkan para guru mengecek kebenaran data masing-masing, apakah sudah mengisi data dengan benar. Bila data yang tercantum di dapodik belum benar, para guru bisa membetulkan data tersebut dengan membuka web P2TK dikdas.

Akhir-akhir ini para guru beramai-ramai melihat hasil verivikasi datanya. Karena dengan data tersebut P2TK akan melaksanakan programnya, sesuai kelengkapan data para guru. Dengan dapodik maka secara otomatis seorang guru dapat dinilai layak atau tidak mendapatkan tunjangan profesi/tunjangan fungsional, atau bahkan dapodik dapat menghitung persentase rasio pendidik terhadap siswa di sekolah tersebut, barangkali ada sekolah yang kelebihan guru, tidak sesuai dengan rasio, dan tidak memenuhi beban mengajar 24 jam, maka bersiaplah sistem akan memvalidasinya.

Tapi, sayangnya server dapodik kadangkala eror, banyak yang mengalami kesulitan untuk mengakses dapodik sehingga para guru tidak bisa membenarkan data yang kurang valid. Hal ini membuat para guru galau karena khawatir TPP nya hangus bila data yang ada di dapodik tidak sesuai dengan data yang dikirim oleh operator sekolah karena server yang eror. Semoga server dapodik kembali bisa diakses para operator sekolah khususnya para guru, sehingga tidak banyak para guru yang menjadi korban kebijakan pemerintah. Untuk para guru selamat mengecek data masing-masing.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

7 News: Korban Gempa 3.200 dan Masih Terus …

Tjiptadinata Effend... | | 27 April 2015 | 19:26

Tindakan Kekerasan dalam Paket Berita …

Ombrill | | 27 April 2015 | 18:44

[BANJARMASIN] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:00

Pemindahan Ibukota Jakarta : Belajar dari …

Hardian Relly | | 27 April 2015 | 11:00

Blog Competition: Kotaku Kota Cerdas! …

Kompasiana | | 27 April 2015 | 01:52


TRENDING ARTICLES

Ahok dan Pelacuran …

Muhammad Armand | 3 jam lalu

Kurir Narkoba Dieksekusi untuk Menyelamatkan …

Wildan P | 4 jam lalu

Save Haji Lulung: Saatnya Tunjukkan Kalau Ga …

Herulono Murtopo | 5 jam lalu

Ups! Ruangan Haji Lulung Digeledah Polisi …

Bambang Setyawan | 6 jam lalu

Keputusan PSSI Berbanding Lurus dengan FIFA …

Waldy | 8 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: