Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Bai Ruindra

Saya seorang yang senang mendengar musik dan memainkan kata-kata hingga jadi tulisan berharga! –> Bai selengkapnya

Mengejar Beasiswa Bidik Misi

REP | 16 March 2013 | 14:52 Dibaca: 1287   Komentar: 1   0

Menerima beasiswa tentu impian banyak orang, dari beasiswa yang didapat akan meringankan beban biaya selama kuliah. Banyak cara pula untuk mendapatkan beasiswa dan banyak pula beasiswa yang ditawarkan, mulai dari pemerintah suatu negara sampai lembaga swasta berlomba-lomba mencari penerima beasiswa ini. Tentu saja beasiswa diberikan kepada mereka yang berdedikasi tinggi dan punya prestasi tertentu, tidak hanya prestasi akademik saja.

Di antara beasiswa yang ada saat ini Bidik Misi salah satu beasiswa yang memberikan harapan cerah pada siswa kelas XII (dua belas) untuk bisa melanjutkan studi ke PTN. Beasiswa Bidik Misi sendiri mulai diberikan mulai tahun 2012 lalu dan diberikan melalui seleksi yang lebih ketat dibandingkan dengan beasiswa unggulan lainnya. Hal ini karena beasiswa Bidik Misi tidak hanya diberikan kepada semua siswa kelas XII saja namun melalui seleksi khusus. Jika beasiswa lain diberikan setelah mengikuti seleksi tertentu, beasiswa ini lebih ditekankan pada calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Dengan demikian, tidak semua siswa kelas XII bisa mengajukan beasiswa Bidik Misi ini.

Sebelum proses seleksi berlangsung maka pihak sekolah membuat pendaftaran di laman www.bidikmisi.kemdikbud.go.id/portal. Sekolah membuat pendaftaran dengan mengklik link Pendaftaran di atas laman ini, akan terbuka empat link, yaitu Masyarakat (sistem yang dikhususkan untuk masyarakat yang ingin melihat, melapor kegiatan Bidik Misi), Sekolah (membuat pendaftaran dan mengisi data), Siswa/Alumni (mengisi formulir dan beberapa data penting), serta Mahasiswa (hanya melakukan monitoring pendaftaran).

Pendaftaran Sekolah

Sekolah melakukan pendaftaran Bidik Misi tahun 2013 melalui laman www.daftar.bidikmisi.dikti.go.id/sekolah. Ada dua pilihan yang diajukan, yaitu Belum Terdaftar dan Sudah Terdaftar. Untuk sekolah yang belum terdaftar bisa mengklik link Belum Terdaftar, pada laman ini akan diberikan alternatif pemilihan, yaitu Pilihan Provinsi, Kabupaten/Kota dan Nama Sekolah. Setelah mendapatkan Nama Sekolah dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) yang tertera maka bisa mengklik Masuk lalu mengganti Password agar bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Untuk sekolah yang Sudah Terdaftar tinggal memasukkan NPSN dan Kode Akses.

Pada dasarnya pendaftaran sekolah pada Bidik Misi tidak jauh berbeda dengan pendaftaran sekolah pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Semua data yang diperlukan mulai nama sekolah, jenis, status akreditasi, identitas kepala sekolah juga wajid diisi. Namun ada hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu NPSN di PDSS harus sama dengan NPSN di Bidik Misi, jika tidak sama maka bisa diganti pada Ubah Data sebelah kanan atas laman ini. Hal ini tentu tidak boleh ada perbedaan NPSN sekolah karena antara PDSS dengan Bidik Misi saling berhubungan satu sama lain.

Setelah proses pendaftaran selesai maka hal berikutnya adalah mengisi nilai UNAS namun tidak wajib, lalu prestasi siswa di sekolah (juga tidak wajib), kemudian data siswa. Untuk tahun 2013 ini, pihak penyelenggara – dalam hal ini Bidik Misi di bawah Kementerian Pendidikan Nasional mewajibkan pengisian data siswa yang sudah lulus tahun 2012 dan siswa yang akan lulus tahun 2013. Pengisian data ini dilakukan bukan hanya untuk siswa yang berminat mengikuti Bidik Misi semata. Langkah terakhir adalah melakukan Finalisasi data siswa, sebelum mengklik Finalisasi disarankan agar semua siswa sudah tercantum namanya karena tidak bisa diinput lagi setelah selesai finalisasi.

Nama-nama siswa yang sudah tercatat dalam laman Bidik Misi berhak mendapatkan rekomendasi dari sekolah. Pihak sekolah memberikan rekomendasi kepada siswa dengan mengisi Jumlah Nilai dan Rangking pada Semeter 4 dan 5.

Pengisian Data oleh Siswa

Siswa-siswa yang sudah diberikan rekomendasi oleh sekolah maka akan mendapatkan Nomor Pendaftaran dan Kode Akses. Dengan Nomor Pendaftaran dan Kode Akses ini siswa bisa login di laman www.daftar.bidikmisi.dikti.go.id/siswa/login. Siswa bisa mengisi biodata lengkap. Biodata yang perlu diisi meliputi biodata diri, data keluarga, keadaan ekonomi keluarga, rencana hidup pada saat kuliah dan terakhir upload data penting – ini yang tidak bisa ditinggal karena bisa menggagalkan kelulusan. Data penting tersebut antara lain Surat Keterangan Tidak Mampu, Foto Rumah Tampak Depan, Foto Ruang Keluarga, Foto Diri serta Foto Seluruh Anggota Keluarga.

Bagi siswa yang sudah menyelesaikan keseluruhan pengisian data ini berhak mengklik Pilih Seleksi dan memberikan tanda centrang pada beberapa pernyataan yang menyatakan persetujuan akan data yang telah diisi. Setelah mencentrang pernyataan tersebut barulah siswa bisa memilih proses seleksi, yaitu SNMPTN Undangan dan SNMPTN Mandiri (yang sudah dibuka saat ini). Jika SNMPTN Undangan pilihan PTN disesuaikan dengan data yang diisi dilaman www.pdss.snmptn.ac.id dan www.snmptn.ac.id, sedangkan SNMPTN Mandiri disesuaikan dengan PTN yang bersangkutan yang memberikan Bidik Misi.

Tidak jauh berbeda dengan SNMPTN, setelah proses pengisian biodata selesai maka tahap terakhir adalah dengan mencetak Kartu peserta Bidik Misi. Kartu ini bisa dicetak setelah semua proses selesai dilakukan.

Proses seleksi yang dianggap rumit ini bisa memberatkan sebagian sekolah yang belum begitu paham dengan sistem yang ditawarkan oleh Bidik Misi. Namun bukan tidak mungkin untuk dilakukan pendaftaran. Jika tahun ini tidak mendaftar mungkin bisa dilakukan tahun depan lagi. Kesempatan mendapatkan Bidik Misi sangat besar bagi siswa berprestasi dan terkendala dalam biaya. Bidik Misi memberikan beasiswa untuk siswa berdasarkan data yang telah diisi, termasuk foto-foto yang memberikan cerminan kelayakan mendapatkan beasiswa ini.

Penerima beasiswa Bidik Misi memang berbeda tiap universitas, hal ini disesuaikan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Walaupun demikian, pihak sekolah tidak perlu berkecil hati untuk tidak merekomendasikan siswa yang benar-benar layak mendapatkan beasiswa yang diberikan sampai empat tahun masa kuliah ini.

Untuk tahun 2013, Aceh termasuk salah satu provinsi yang mencapai sembilan puluh persen mendaftarkan sekolah dan siswa di PDSS. Hal ini tentu menjadi prestasi tersendiri mengingat sistem ini baru dilaksanakan mulai tahun 2013, dengan demikian menandakan bahwa sekolah-sekolah di Aceh tidak tertinggal dalam hal perkembangan teknologi (internet). Kerumitan proses yang diberikan oleh PDSS dan Bidik Misi tidak menyulutkan semangat sekolah di Aceh untuk bisa mengantarkan siswa-siswi duduk di Perguruan Tinggi Negeri. Mengingat PDSS dan Bidik Misi hanya khusus diberikan kepada perguruan tinggi negeri saja.

Menyia-nyiakan kesempatan akan berakibat kerugian pada siswa-siswi yang berminat kuliah di PTN namun terkendala biaya. Tidak ada salahnya jika kita terus belajar dan mengikuti sistem yang telah ditetapkan Kemdikbud ini. Lambat laun sistem akan terus berubah dan mengikuti perkembangan. Dan Aceh patut berbangga dengan torehan pendaftaran terbanyak tahun ini. Kita berharap tahun depan bisa mencapai seluruhnya dan bisa mendapatkan beasiswa Bidik Misi tidak hanya di univertitas di Aceh namun juga di universitas luar Aceh.

***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 12 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 13 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 14 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: