Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Qinimain Zain

Scientist & Strategist (QPlus Management Strategies - Consultant)

Masalah (Kurikulum Pelecehan) Indonesia

OPINI | 17 March 2013 | 10:02 Dibaca: 367   Komentar: 12   9

Masalah (Kurikulum Pelecehan Pendidikan) Indonesia

(Seri 2: Kurikulum Paradigma Baru Milenium III)

INI keledai yang sama, tetapi dengan pelana baru (Pepatah Afganistan).

Lalu, apa sih masalah (kurikulum pelecehan pendidikan) Indonesia?

Kurikulum 2013 yang akan diberlakukan 15 Juli 2013, terus mendapat kritik keras sampai penolakan berbagai alasan dari berbagai kalangan. Tetapi M. Nuh, Mendikbud berkeras “Tidak ada pembatalan. Kami akan jalan terus,” katanya sebelum mengikuti rapat kabinet di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (14/3). Di beberapa kesempatan mengemukakan bahwa kurikulum ini dibuat tidak tergesa-gesa dan telah dikaji sejak tahun 2011. Ia pun gencar melakukan sosialisasi Kurikulum 2013 ke berbagai pihak seperti para guru, kepala sekolah, pengawas, rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, pada berbagai forum dan tempat, bahkan di perbatasan. Di kesempatan lain mengungkap, ia juga sadar banyak pihak yang belum menerima Kurikulum 2013, itu menunjukkan banyak yang peduli dengan pendidikan di Indonesia.

Sepertinya tidak ada masalah berarti. Tetapi, cermati berikut ini: “Dalam memenuhi kebutuhan kompetensi Abad 21, UU Sisdiknas juga memberikan arahan yang jelas, bahwa tujuan pendidikan harus dicapai salah satunya melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi. Kompetensi lulusan program pendidikan harus mencakup tiga kompetensi, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sehingga yang dihasilkan adalah manusia seutuhnya” (Mohammad Nuh - Mendikbud RI, Kurikulum 2013) (Kompas.com, 8/3/13).

Sepertinya juga tidak ada masalah berarti. Bukankah lulusan program pendidikan sekarang telah memiliki kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan? Namun, dalam cara pandang saya (paradigma baru milenium III), kurikulum pendidikan apa pun memiliki masalah besar jika tujuannya lulusan memiliki kompetensi sikap, ilmu pengetahuan dan keterampilan, sedang kurikulum programnya sebatas kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Ini pelecehan pendidikan. Artinya, yang ditanam jengkol (pengetahuan) maka yang dipetik pasti jengkol (pengetahuan). Tidak mungkin, yang ditanam jengkol (pengetahuan), yang dipetik ingin jeruk (ilmu pengetahuan). Mustahil. Tetapi, bukankah semua orang belajar ke sekolah atau di mana pun untuk menuntut ilmu (pengetahuan), tidak menuntut pengetahuan belaka? Seperti pepatah, tuntutlah ilmu (pengetahuan), walau sampai ke negeri Cina.

Jadi, jelas masalah (kurikulum pelecehan pendidikan) Indonesia? Dan, tinggal terus menanam kompetensi pengetahuan (jengkol) dan mengkhayal menganggap buahnya adalah kompetensi ilmu pengetahuan (jeruk). Atau, berusaha memastikan menanam kompetensi ilmu pengetahuan (jeruk) lebih dahulu sehingga bagaimana pun buah yang dipetik nanti pastilah ilmu pengetahuan (jeruk)!

POHON yang buruk akan menghasilkan buah buruk pula (Pepatah Denmark).

BAGAIMANA Strategi Anda?

Bersambung (Seri 3: Kurikulum Paradigma Baru Milenium III).

Wajib Dibaca:

1. Mohammad Nuh: http://edukasi.kompas.com/read/2013/03/08/08205286/Kurikulum.2013

2. Qinimain Zain: http://edukasi.kompasiana.com/2012/03/07/masalah-ipa-meremehkan-ips-indonesia/

3. Qinimain Zain: http://edukasi.kompasiana.com/2012/07/20/masalah-asal-asalan-pendidikan-indonesia-472742.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 13 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 13 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 14 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Donor Darah di Perancis …

Bayu Teguh | 11 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 12 jam lalu

Mitos-mitos Seputar Kenaikan Harga BBM …

Axtea 99 | 12 jam lalu

Menggali Potensi Diri dengan Travelling …

Detha Arya Tifada | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: