Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Arif Rahman

Selalu ingin tau lebih tentang segala sesuatu. Berusaha untuk selalu menjadi pendengar dan pengamat yang selengkapnya

Perlunya Kerja Sama antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja

OPINI | 17 March 2013 | 11:14 Dibaca: 57   Komentar: 0   0

span style=”font-size:12pt;line-height:150%;”>Dunia pendidikan adalah dunia dimana kita belajar mengembangkan potensi diri, mengendalikan emosional, mengenal kepribadian, kecerdasan, akhlak serta dibekali keterampilan yang diperlukan diri, baik untuk dipraktekan di dalam kehidupan bermasyarakat ataupun dunia kerja.

span style=”font-size:12pt;line-height:150%;”>Sebagai Negara yang mempunyai jumlah penduduk besar, harusnyasumber daya manusia yang berkualitas mudah didapatkan dan mampu lahir dari Negara ini. Namun, faktanya hal tersebut masih jauh dari yang diharapkan. Orang pintar di Indonesia memang banyak, tapi tidak mencerminkan banyaknya sumber daya manusia yang berkualitas.

span style=”font-size:12pt;line-height:150%;”>Data dari Badan Pusat Statistik sampai pada Desember 2012 lalu menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara nasional sebesar 7,25 juta jiwa. Tingkat pengangguran Sarjana dan Diploma masing-masing sebesar 438 ribu jiwa dan 197 ribu jiwa.

span style=”font-size:12pt;line-height:150%;”>Pemerintah harus lebih serius lagi dalam membangun dunia pendidikan jika ingin sumber daya manusia yang begitu banyak memiliki kualitas. Bisa kita bayangkan orang yang sudah menyelesaikan pendidikan sampai tingkat sarjana dan diploma masih banyak yang kesulitan mencari pekerjaan. Bagaimana dengan mereka yang hanya lulusan SMA, SMK, SMP, SD dan atau bahkan tidak menempuh bangku pendidikan sama sekali.

span style=”font-size:12pt;line-height:150%;”>Masih banyaknya pengangguran dan tidak berkualitasnya sumber daya manusia disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain minimnya sarana dan prasarana yang disediakan oleh dunia pendidikan dalam menunjang dan menciptakan peserta didik menjadi tenaga kerja yang berkualitas.

span style=”font-size:12pt;line-height:150%;”>Hal ini menyebabkan peserta didik masih kurang yang diterima dalam dunia kerja karena beresiko tinggi bila mengerjakan pekerjaan yang sesuai bidangnya. Apalagi mereka belum memiliki pengalaman kerja sama sekali atau dalam istilah dunia kerja fresh graduate.

span style=”font-size:12pt;line-height:150%;”>Saat ini banyak lulusan sarjana dan diploma bertanya-tanya dalam diri mereka, kemana nantinya mereka akan bekerja dan akankah mereka diterima bila melamar pekerjaan yang di idam-idamkan sedangkan pengalaman kerja tidak mereka miliki.

span style=”font-size:12pt;line-height:150%;”>Dunia kerja dan dunia pendidikan harus bekerja sama dalam mengatasi masalah ini. Dunia pendidikan harus membekali peserta didiknya dengan keterampilan yang diperlukan untuk persaingan di dunia kerja bukan hanya mengutamakan kecerdasan otak dan standar kelulusan yang ditetapkan. Pola pikir peserta didiknya harus di ubah agar tidak selalu memilih menjadi pekerja tetapi berpikir untuk menciptakan lapangan kerja baru.

span style=”font-size:12pt;line-height:150%;”>Dunia kerja juga sebaiknya memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada dunia pendidikan untuk memberikan system magang kepada para peserta didik. Sehingga akan terjadi kerjasama antara dunia kerja dan dunia pendidikan dengan tujuan membekali peserta didik pengalaman kerja khususnya sesuai bidang yang mereka geluti selama mengikuti pendidikan.

span style=”font-size:12pt;line-height:150%;”>Peserta didik juga harus bertanggung jawab dengan hasil yang diperoleh dalam dunia pendidikan dan mengimplementasikannya di dunia kerja. Selain itu, kesadaran akan minimnya lapangan pekerjaan harus ada dalam diri mereka sehingga akan membuat mereka berpikir untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hati-Hati Meletakkan Foto Rahasia di …

Pical Gadi | | 02 September 2014 | 15:36

Yohanes Surya Intan yang Terabaikan …

Alobatnic | | 02 September 2014 | 10:24

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Mereka Sedang Latihan Perang …

Arimbi Bimoseno | | 02 September 2014 | 10:15

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 5 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 7 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 9 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengenal dan Mengenang IH Doko, Pahlawan …

Blasius Mengkaka | 8 jam lalu

Kenormalan yang Abnormal …

Sofiatri Tito Hiday... | 8 jam lalu

Aku Akan Pulang …

Dias | 8 jam lalu

Terpenuhikah Hak Kami, Hak Anak Indonesia? …

Syifa Aslamiyah | 8 jam lalu

UUD 1945 Tak Sama dengan Jakarta …

Adinda Agustaulima ... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: