Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ka_pe_i Ii B

Forum Bahasa dalam Menghadapi Tantangan Zaman

Analisis bahasa serial FTV “Oh Ternyata”

OPINI | 21 March 2013 | 18:08 Dibaca: 407   Komentar: 0   0

Oleh :  Aidha Marinda

Pada kesempatan ini saya akan menganalisa serial  FTV(Film Televisi)  ‘Oh Ternyata’ yang tayang pada hari Kamis, 14 Maret 2013 di stasiun Trans TV pukul 19.30 WIB. Dalam episode kali ini Oh Ternyata mengangkat cerita yang berjudul ‘Indra ke 6′. Disini saya melihat para pelaku ber dialog tidak menggunakan bahasa yang baku atau EYD yang benar. Karena sering nya pelaku mengucap kata yang sering kita ucapkan sehari-hari, seperti Lo, Gue, disono dan kemane. Tokoh  pemeran yang berlogat betawi sering mengucap kata kata yang tidak memenuhi kaedah EYD yang benar.

Sebagaimana yang kita lihat jarang nya penggunaan kata baku pada serial tv ini, dikarenakan penggunaan kata baku dianggap menjenuhkan penonton karena banyak nya penonton yang berusia remaja. Percakapan yang digunakan seperti kalimat  ‘gimana kabar lo sekarang?‘ dianggap sudah  menjadi bahasa sehari-hari dibanding kalimat ‘bagaimana keadaan kamu sekarang?’.

Pada ftv(film televisi) ini banyak nya suku  kata daerah yang tidak  menggunakan kalimat bahasa Indonesia yang benar. Tokoh yang berlogat betawi pada sehari-hari nya menggunakan kalimat yang dianggap kurang baik. Tetapi diluar kebiasaan nya berlogat betawi, seperti sedang berada di kantor, tokoh  menggunakan kalimat baku. Seri ftv ini masih menggunakan kalimat baku untuk berdialog dengan tokoh yang berperan sebagai orang yang memiliki jabatan misalnya berbicara kepada majikan/atasan. Tetapi jika berdialog dengan yang seumuran atau tokoh yang memerankan pembantu rumah tangga menggunakan bahasa yang kurang baik atau kurang sopan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengupas Sisi Kemanusiaan Pasar Santa …

Olive Bendon | | 21 October 2014 | 05:56

Di Balik Pidato Jokowi: Stop Menuding Pihak …

Eddy Mesakh | | 21 October 2014 | 16:05

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Foto Gue Dicuri Lagi Bro, Gembok Foto Itu …

Kevinalegion | | 21 October 2014 | 07:41

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 6 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Ujung Galuh Bukan Surabaya?? …

Lintang Chandra | 7 jam lalu

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden Joko …

Ading Sutisna | 7 jam lalu

Ketika Sungai Menjadi Tempat Pembuangan …

Hendra Mulyadi | 7 jam lalu

Berkurangnya Fungsi Pendidikan dalam Media …

Faizal Satrio | 7 jam lalu

Jangan Tantang Rambu Dilarang! …

Johanes Krisnomo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: