Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Muhammad Setiawan Kusmulyono

Prasetiya Mulya Entrepreneurship Development Center setiawan_kusmulyono@yahoo.com | @muhsetkus

Perpustakaan Sekolah | Jadikan Guru Sekolah sebagai Pustakawan Teknis?

OPINI | 24 March 2013 | 14:33 Dibaca: 237   Komentar: 0   0

UTILISASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

MELALUI PENGEMBANGAN KAPASITAS KEPUSTAKAAN BAGI GURU

Pengembangan perencanaan sistem pendidikan nasional yang terus berevolusi sejak wajib belajar hingga mengarahkan siswa untuk mengambil jurusan kejuruan pada tingkat menengah atas ternyata tidak berjalan berdampingan dengan infrastruktur pendamping pendidikan, yaitu perpustakaan. Kehadiran perpustakaan di dalam lingkungan sekolah masih belum menjadi pusat sumber pengetahuan, melainkan hanya formalitas bahwa perpustakaan harus ada di setiap unit sekolah.

Formalitas yang jamak terjadi ini ternyata juga mendorong tidak disediakannya tenaga khusus untuk mengelola unit-unit perpustakaan. Hal ini berakibat tidak diperbaruinya buku-buku maupun sumber pengetahuan lainnya yang berada di dalam perpustakaan. Tidak jarang juga, beberapa unit perpustakaan sekolah berukuran sangat kecil dan tidak nyaman untuk dijadikan sebagai arena berselancar ilmu pengetahuan.

Secara sederhana, unit-unit perpustakaan sekolah, khususnya dapat disimpulkan tidak diutilisasi dengan optimal. Jika dibiarkan secara jangka panjang, dikhawatirkan pendidikan karakter bagi anak untuk dapat belajar secara mandiri tidak dapat tercapai, sehingga akan semakin banyak siswa yang selalu menunggu asupan-asupan ilmu dari guru secara pasif. Hal ini dapat membuat sistem kurikulum yang dikembangkan menjadi tidak optimal dalam membantu tumbuh kembang siswa untuk menjadi generasi yang unggul.

Sebagai bagian dari masyarakat yang masih memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan, khususnya bagi siswa-siswa di tingkat sekolah dasar, maka tantangan ini perlu dijawab dengan solusi kreatif yang mampu menjadi jalan keluar produktif. Beberapa langkah juga sudah dilakukan oleh pemerintah, khususnya melalui instansi Perpustakaan Nasional dengan membuat Perpustakaan Keliling. Namun, keterbatasan fasilitas membuat layanan tersebut belum mampu menjangkau seluruh konsumen perpustakaan dengan optimal.

Berdasarkan pengalaman dan observasi yang berada di lapangan, makan solusi sederhana yang mungkin dapat menjadi pilihan awal adalah dengan mengembangkan kapasitas dari para guru tentang bagaimana mengelola sebuah unit perpustakaan, termasuk bagaimana menjadi pustakawan sederhana. Hal ini dimaksudkan agar para guru memiliki keterampilan tambahan untuk mendukung layanan perpustakaan di unit sekolah masing-masing. Para guru tersebut dapat dibuatkan jadwal piket yang terorganisasi dan jika dimungkinkan, aktivitas kepustakaan ini juga dijadikan sebagai salah satu indikator kinerja para guru tersebut.

Pengembangan kapasitas guru ini menjadi penting sebab guru juga menjadi seorang “public relations” yang kredibel ketika mereka mengajar di suatu kelas. Dengan cara-cara tertentu, mereka dapat mengajak para siswanya untuk aktif berkunjung perpustakaan. Jika hal ini sudah dapat menjadi budaya bersama, maka tugas selanjutnya adalah perbaikan fasilitas dan layanan unit perpustakaan sekolah sehingga lebih nyaman untuk dapat dikunjungi. Kombinasi pengembangan soft-skill dan fasilitas ini dapat menjadi langkah sederhana untuk menuju utilisasi perpustakaan sekolah yang optimal.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 12 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 14 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 18 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 20 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: