Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Gus Dimas

La Gholiba Illa Billah

Ketika Doa Tak Kunjung Terjawab

OPINI | 25 March 2013 | 16:44 Dibaca: 363   Komentar: 0   0

Kenapa Do’aku Lama Terwujud Ya Allah…???

Oleh: Dimas Cokro Pamungkas
Bagi umat islam adalah suatu yang wajib untuk berdoa dan memohon pada Allah baik saat lapang maupun sempit, karena hidup tanpa doa adalah kesombongan kita sebagai mahluk, padahal kota butuh pertolongan Dia,  sebagai mahluk yang derajadnya rendah kita meminta pada Dia yang derajadnya tinggi (bahkan tertinggi dari apapun). Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah pun telah meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda, yang artinya: “Tidak ada sesuatu yang paling mulia disisi Allah selain doa” dan Allah sendiri sudah sebutkan dalam Alquran kalau setiap hambanya yang mau berdoa akan dikabulkan segala pintanya tersebut: “Tuhanmu berfirman: Mintalah kepadaKu, pasti dikabulkan, bahwasanya orang-orang yang sombong (tidak mau berdoa) dan berbakti kepadaKu, pasti mereka dijerumuskan ke jahanam sebagai manusia terhina” (QS Mukmin: 60)
Tapi, disaat kita sudah mau berdo’a, kita fokus berharap padaNya, terutama disaat susah dan terjepit, kita doa berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu bahkan hitungan bulan, do’a yang kita panjatkan tak juga berbuah, disitu akan menciptakan rasa pesimis pada diri kita, akhirnya keluar prasangka buruk pada Allah, kenapa seperti itu?
Al Faqih dengan sanadnya dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:
“Do’a seorang muslim pasti dikabulkan, terkadang diberikan di dunia, atau disimpan (diberi pahala) di akherat kelak, atau dibuat penebus dosanya, menurut bobot do’a tersebut dengan catatan bukan do’a dalam 2 hal, (yaitu) untuk laku maksiat dan memutuskan silaturahmi”
Nabi Musa As ketika berdo’a pada Allah agar Firaun dibinasakan diamini oleh Nabi Harun, kemudian Allah berfirman: “Sesungguhnya do’a kalian telah dikabulkan, lalu hendaklah kalian istiqomah”
kata Ibnu Abbas: “Jarak antara do’a dan Firaun dibinasakan diperkirakan memakan waktu 40 tahun”.
Coba kita bayangkan betapa sabarnya Nabi Musa menunggu do’anya terkabul, tidak sebanding dengan do’a kita yang dalam hitungan hari, minggu, bulan, artinya apa? tidak ada alasan buat kita berburuk sangka pada Allah ataupun tak ada alasan bagi kita tuk lelah berdoa.
Demikian rahasia tertundanya do’a seorang hamba, bisa juga itu kita, bila kita menyadari hal di atas pasti kita akan tetap semangat berdoa, karena kita yakin doa kita akan bermanfaat, entah itu dikabulkan Allah secara langsung, atau do’a itu dipakai sebagai penebus segala dosa kita, ataukah do’a itu dijadikan tabungan bagi kita yang akan diberikan di hari akhir kelak, dimanapun posisi do’a kita, yang pasti Allah sangat sayang pada kita, monggo tetap semangat berdo’a!
Referensi:
Tanbihul Ghafilin, Bab Nikah
Al Adzkar

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sasi, Konservasi Tradisional di Raja Ampat …

Dhanang Dhave | | 22 August 2014 | 15:21

Identitas Bangsa Modal dalam Kompetisi …

Julius Deliawan | | 22 August 2014 | 09:42

ALS #icebucketchallenge …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 22 August 2014 | 17:49

[SRINTHIL] Perempuan di Kaki Masa Lalu …

Rahab Ganendra | | 22 August 2014 | 14:33

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

“Ahok” Sumbangan Prabowo Paling …

Pakfigo Saja | 7 jam lalu

Saat Mahkamah Konstitusi Minus Apresiasi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Kuasa Hukum Salah Berlogika, MK Tolak …

Sono Rumekso | 11 jam lalu

Drama Pilpres Telah Usai, Keputusan MK Harus …

Mawalu | 11 jam lalu

Open Letter to Mr Joko Widodo …

Widiyabuana Slay | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: