Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Okahfight

praktisi pendidikan di sebuah sekolah terpencil di Banjarnegara.

Kupas Santai Kurikulum 2013

OPINI | 26 March 2013 | 22:17 Dibaca: 389   Komentar: 0   1

Sabtu kemarin, saya mengikuti penjelasan singkat mengenai kurikulum 2013.  Ada fakta menarik tentang kurikulum ini.  Pertama soal nama,  kurikulum terbaru ini sebenarnya belum memiliki nama.  Lho koq gitu, karena Kemendikbud masih mencari inspirasi untuk bisa memastikan nama untuk kurikulum ini.  Kalau nickname nya sih kurikulum 2013, nama panjangnya belum tahu dan belum ada lho.

Kedua, yang paling bikin sensasi.  Penghapusan mata pelajaran TIK (teknologi informasi dan komunikasi).  TIK tidak perlu ada pada satu mapel, tapi terintegrasikan dengan mapel lain.  Lho, guru TIK mau mengajar apaan.  Kata Mendikbud,  guru TIK bisa memilih pelajaran lain untuk diampu.  Andai guru TIK tersebut pintar memasak,  bisa memilih pelajaran prakarya (memasak).

Ketiga, adanya buku pegangan guru dan buku teks siswa.  Ini menarik sekali.  Sejak dulu, buku pelajaran menjadi satu bisnis besar dalam dunia pendidikan.  Sekarang diwacanakan akan di”monopoli” oleh buku - buku gratis terbitan langsung dari Kemdikbud.  Bagaimana nasib LKS? Tentu saja, masih boleh ada sebagai buku referensi.

Keempat, guru lebih difokuskan mengajar daripada merencanakan.  Silabus telah dibuat oleh Kemdikbud.  Guru hanya menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) saja.  Dulu, guru harus menyusun silabus sekaligus RPP.  Lumayan berkurang beban tugas guru.  Padahal sih, pembuatan silabus dan RPP tidaklah berat sekali.  Bahkan ringan, seringan copy paste rename.

Kelima, semua guru mata pelajaran mendapatkan tugas untuk mengajarkan kompetensi tentang kepribadian dan akhlak mulia.  Sehingga guru mata pelajaran semakin berwenang menilai kepribadian siswanya.  Sebenarnya mengajarkan kemampuan kognitif dan psikomotorik saja sulit,  apalagi mengajarkan kejujuran.  < >

Itulah fakta - fakta plus opini saya sendiri terkait dengan kurikulum 2013.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Peringatan HUT PGRI di Kota Ambon …

Shulhan Rumaru | | 26 November 2014 | 15:04

Bedanya 2 Orang Terkaya Indonesia vs China …

Ilyani Sudardjat | | 26 November 2014 | 10:40

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Minta Maaf Saja Tidak Cukup, PSSI! …

Achmad Suwefi | | 26 November 2014 | 11:53

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 6 jam lalu

Teror Putih Pemecah Partai Politik …

Andi Taufan Tiro | 6 jam lalu

Pak JK Kerja Saja, Jangan Ikutan Main di …

Hanny Setiawan | 8 jam lalu

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 12 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Berawal dar Tantangan Petani …

Anugrah Fitradi | 7 jam lalu

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | 7 jam lalu

Membangun Kekuatan Prekonomian dari Pedesaan …

Tur Muzi | 7 jam lalu

Cocoklogi 114 Surat …

Adhyatmoko | 8 jam lalu

Welcome to Kompasiana …

Renal Wijaya Kusuma | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: