Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Okahfight

praktisi pendidikan di sebuah sekolah terpencil di Banjarnegara.

Kupas Santai Kurikulum 2013

OPINI | 26 March 2013 | 22:17 Dibaca: 364   Komentar: 0   1

Sabtu kemarin, saya mengikuti penjelasan singkat mengenai kurikulum 2013.  Ada fakta menarik tentang kurikulum ini.  Pertama soal nama,  kurikulum terbaru ini sebenarnya belum memiliki nama.  Lho koq gitu, karena Kemendikbud masih mencari inspirasi untuk bisa memastikan nama untuk kurikulum ini.  Kalau nickname nya sih kurikulum 2013, nama panjangnya belum tahu dan belum ada lho.

Kedua, yang paling bikin sensasi.  Penghapusan mata pelajaran TIK (teknologi informasi dan komunikasi).  TIK tidak perlu ada pada satu mapel, tapi terintegrasikan dengan mapel lain.  Lho, guru TIK mau mengajar apaan.  Kata Mendikbud,  guru TIK bisa memilih pelajaran lain untuk diampu.  Andai guru TIK tersebut pintar memasak,  bisa memilih pelajaran prakarya (memasak).

Ketiga, adanya buku pegangan guru dan buku teks siswa.  Ini menarik sekali.  Sejak dulu, buku pelajaran menjadi satu bisnis besar dalam dunia pendidikan.  Sekarang diwacanakan akan di”monopoli” oleh buku - buku gratis terbitan langsung dari Kemdikbud.  Bagaimana nasib LKS? Tentu saja, masih boleh ada sebagai buku referensi.

Keempat, guru lebih difokuskan mengajar daripada merencanakan.  Silabus telah dibuat oleh Kemdikbud.  Guru hanya menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) saja.  Dulu, guru harus menyusun silabus sekaligus RPP.  Lumayan berkurang beban tugas guru.  Padahal sih, pembuatan silabus dan RPP tidaklah berat sekali.  Bahkan ringan, seringan copy paste rename.

Kelima, semua guru mata pelajaran mendapatkan tugas untuk mengajarkan kompetensi tentang kepribadian dan akhlak mulia.  Sehingga guru mata pelajaran semakin berwenang menilai kepribadian siswanya.  Sebenarnya mengajarkan kemampuan kognitif dan psikomotorik saja sulit,  apalagi mengajarkan kejujuran.  < >

Itulah fakta - fakta plus opini saya sendiri terkait dengan kurikulum 2013.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agnezmo Masuk Final Nominasi MTV EMA 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 16 September 2014 | 19:37

60 Penyelam Ikut Menanam Terumbu Karang di …

Kompas Video | | 16 September 2014 | 19:56

“Penjual” Perdamaian Aceh …

Ruslan Jusuf | | 16 September 2014 | 17:33

Musim Semi di Australia Ular Berkeliaran …

Tjiptadinata Effend... | | 16 September 2014 | 15:54

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau Bukan? …

Mauliah Mulkin | | 16 September 2014 | 13:13


TRENDING ARTICLES

PKS Pecundang Menolak Pilkada Langsung …

Damang Averroes Al-... | 6 jam lalu

Jusuf Kalla Sebaiknya Belajar dari Ahok …

Relly Jehato | 8 jam lalu

Wanda Hamidah Bukan Ahok …

Mawalu | 10 jam lalu

Ini Kepemimpinan Ala Jokowi …

Sjahrir Hannanu | 10 jam lalu

Anomali Ahok: Pahlawan atau Pengkhianat? …

Choirul Huda | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Oh…Tidak, Gas Pertamina Non-Subsidi …

Ronald Haloho | 8 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 8 jam lalu

Gol Pinalti Gerrard di Injury Time Bawa …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Mengapa Nama Tegar …

Much. Khoiri | 8 jam lalu

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: