Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Okahfight

praktisi pendidikan di sebuah sekolah terpencil di Banjarnegara.

Kupas Santai Kurikulum 2013

OPINI | 26 March 2013 | 22:17 Dibaca: 368   Komentar: 0   1

Sabtu kemarin, saya mengikuti penjelasan singkat mengenai kurikulum 2013.  Ada fakta menarik tentang kurikulum ini.  Pertama soal nama,  kurikulum terbaru ini sebenarnya belum memiliki nama.  Lho koq gitu, karena Kemendikbud masih mencari inspirasi untuk bisa memastikan nama untuk kurikulum ini.  Kalau nickname nya sih kurikulum 2013, nama panjangnya belum tahu dan belum ada lho.

Kedua, yang paling bikin sensasi.  Penghapusan mata pelajaran TIK (teknologi informasi dan komunikasi).  TIK tidak perlu ada pada satu mapel, tapi terintegrasikan dengan mapel lain.  Lho, guru TIK mau mengajar apaan.  Kata Mendikbud,  guru TIK bisa memilih pelajaran lain untuk diampu.  Andai guru TIK tersebut pintar memasak,  bisa memilih pelajaran prakarya (memasak).

Ketiga, adanya buku pegangan guru dan buku teks siswa.  Ini menarik sekali.  Sejak dulu, buku pelajaran menjadi satu bisnis besar dalam dunia pendidikan.  Sekarang diwacanakan akan di”monopoli” oleh buku - buku gratis terbitan langsung dari Kemdikbud.  Bagaimana nasib LKS? Tentu saja, masih boleh ada sebagai buku referensi.

Keempat, guru lebih difokuskan mengajar daripada merencanakan.  Silabus telah dibuat oleh Kemdikbud.  Guru hanya menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) saja.  Dulu, guru harus menyusun silabus sekaligus RPP.  Lumayan berkurang beban tugas guru.  Padahal sih, pembuatan silabus dan RPP tidaklah berat sekali.  Bahkan ringan, seringan copy paste rename.

Kelima, semua guru mata pelajaran mendapatkan tugas untuk mengajarkan kompetensi tentang kepribadian dan akhlak mulia.  Sehingga guru mata pelajaran semakin berwenang menilai kepribadian siswanya.  Sebenarnya mengajarkan kemampuan kognitif dan psikomotorik saja sulit,  apalagi mengajarkan kejujuran.  < >

Itulah fakta - fakta plus opini saya sendiri terkait dengan kurikulum 2013.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Batik 3005 Meter Karya Masyarakat Yogyakarta …

Hendra Wardhana | | 02 October 2014 | 12:27

Antara Yangon, Iraq, ISIS dan si Doel …

Rahmat Hadi | | 02 October 2014 | 14:09

Kopi Tambora Warisan Belanda …

Ahyar Rosyidi Ros | | 02 October 2014 | 14:18

Membuat Photo Story …

Rizqa Lahuddin | | 02 October 2014 | 13:28

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 4 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 5 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 10 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kios Borobudur Terbakar, Pencuri Ambil …

Maulana Ahmad Nuren... | 7 jam lalu

Kemacetan di Kota Batam …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

“Amarah Nar Membumihanguskan …

Usman Kusmana | 7 jam lalu

Pembunuh (4) …

S-widjaja | 7 jam lalu

Penghujat SBY, Ayo Tanggung Jawab…!! …

Sowi Muhammad | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: