Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Niken Tf Alimah

Niken Tiara Fithri Alimah. Seorang sisten dosen (2004-2008) yang resign 2 bulan setelah diangkat sebagai selengkapnya

Talents Mapping Bersama Abah Rama: Resume Webinar

REP | 31 March 2013 | 15:30 Dibaca: 316   Komentar: 0   0

Bertemu langsung dan menimba ilmu dari pakar di bidangnya sungguh merupakan kesempatan emas yang semakin membuat saya mencintai kehidupan saya saat ini. Merekalah yang membuat saya ingin meloncat dan bermimpi lagi lebih tinggi.

Kali ini Institut Ibu Profesional diajak bertemu dengan Pak Rama Royani atau yang lebih beken dipanggil Abah Rama. Mantan direktur utama lima perusahaan yang mengaku selalu sariawan sepanjang tiga puluhan tahun karirnya ini dengan murah hati membagikan ilmunya tentang Talents Mapping. Pemetaan Bakat.

Memetakan bakat bagi banyak orang mungkin merupakan pekerjaan awang-awang. Menemukan bakat saja sudah sulit, apalagi memetakan, bukan? Ternyata, itu tidak hanya terjadi di Indonesia. Menemukan bakat adalah masalah universal manusia. Belum lagi bicara passion. Hmmm…for your info, data dari Abah Rama menunjukkan 93% orang ternyata bekerja tanpa berdasarkan bakat. Tak heran jika status atau celetukan Thanks God Its Friday sering sekali mampir di wall Facebook atau update BBM. Hihihihi

Tapi begitulah, Abah Rama mengutip hasil penelitian Tal Ben Shahar bahwa terdapat tiga kelompok gaya bekerja orang berdasarkan motivasinya.
Gambar

Semua orang tentu ingin berada di kelompok Panggilan dan memetakan bakat merupakan salah satu langkah penting untuk menuju posisi tersebut.

Pertemuan saya dalam Kuliah Umum Talents Mapping bersama Abah Rama pada 29 Maret 2013 lalu mempertemukan saya dengan penemu Strength Typology (ST-30) yang memang terbukti sangat cepat — tidak sampai 10 menit — membantu kami mengenali diri kami lebih jauh.

Gambar

Abah Rama menjelaskan bahwa sebenarnya ada dua sumber bakat yang dimiliki setiap manusia, yaitu panca indera dan sifat. Sifat di sini tentu saja sifat yang positif, sehingga istilah “berbakat malas” dan sejenisnya tentu saja menjadi tidak relevan. Nah, bakat berupa sifat inilah yang terkadang terabai dan kecenderungan yang terjadi selama ini adalah mendefinisikan bakat sebagai kelebihan panca indera yang dimiliki seseorang. Misalkan: memasak, olah raga, berkebun, dsb. Ternyata sifat senang memimpin, mengajar, meneliti, dsb juga merupakan potensi kekuatan lho!

Bakat berupa sifat positif (teratur, senang meneliti, pekerja keras, penyayang, dsb) dengan penanganan yang benar akan berubah menjadi potensi kekuatan untuk dioptimalkan. Dalam istilah Abah Rama, kekuatan akan muncul jika  memenuhi apa yang beliau sebut sebagai 4E, yaitu Enjoy, Easy, Excellent, dan Earn. Keempat E tersebut harus terpenuhi jika ingin memunculkan kekuatan dalam diri seseorang.

Nah, jika kita sudah mampu memetakan bakat kita, kita akan diarahkan untuk mengkategorikan diri kita sesuai panduan yang diperolah dari hasil penelitian Abah Rama secara intensif. Strenght Typhology juga membantu mengarahkan kepada jenis-jenis profesi atau kegiatan apa yang cocok berdasarkan temuan bakat seseorang. Oiya, semua orang bisa kok menggunakan tools yang Abah rama ciptakan tersebut dengan mengakses www.temubakat.com dan mengisi dengan cepat plus apa adanya form yang ada di web tersebut.

Webinar kali ini adalah versi online kuliah umum tema yang sama bersama Abah Rama dimana versi kopi daratnya sudah terlaksana tanggal 29 Maret 2013 pagi hari di School of Life Lebah Putih. Salut banget buat Abah Rama yang tetap bersemangat tinggi di usia sepuhnya. Tanya jawab di webinar pun luar biasa hidup karena peserta tak hanya datang dari Salatiga. Depok, Tangerang, Jakarta, Malang, dan banyak lagi (saya sampai nggak sempat menyapa satu per satu hadirin webinar. Hehehe).

Hal menarik yang beberapa kali Abah Rama sampaikan adalah tentang mimpi beliau mengaktifkan gerakan Pramuka di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dengan 45 aktivitas berdasarkan talents mapping yang beliau rumuskan. Mengapa? Karena semakin banyak seseorang distimulasi dengan beragam aktivitas semenjak dini, maka bakat panca indera maupun sifatnya akan lebih cepat melejit dan diarahkan ke arah yang sesuai. Sehingga, istilah salah jurusan, salah pekerjaan, dan salah pasangan (eh?) akan sangat jauuuh berkurang. Kejadian “sariawan” berpuluh tahun yang dialami Abah Rama (dan mungkin kita juga) tidak menjadi fenomena publik.

Pramuka dipandang sebagai sarana pendidikan yang tepat karena seluruh ativitas Pramuka dikemas dalam bentuk permainan ataupun aktivitas menyenangkan lainnya oleh founding fathernya. Saya ingat sekali bagaimana kami dulu belajar tentang sandi, benda-benda di sekitar kami, berteman, team work, menalukkan rasa takut, dan buanyak hal lainnya lewat ajang seru bernama Pramuka.

Sayangnya, Pramuka jaman sekarang sudah jauh sekali berbeda dengan jaman saya dulu.  Permainan seru ini itu sudah jauh berkurang dan terasa hanya sekadar formalitas kurikulum yang wajib diisi. Ini adalah PR besar bagi kita semua bukan?

Sumer: www.ibuprofesional.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 11 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 18 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 19 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 19 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: