Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Achmad Suwefi

You will never walk alone

Keindahan Kerendahan Hati

OPINI | 01 April 2013 | 19:56 Dibaca: 152   Komentar: 0   0

1364795786491876234

Assalamu alaikum rekan Kompasiana,

Selepas sholat dzuhur dan makan siang serta jelang lanjut kembali bekerja, sedikit kuambil waktu untuk sekedar berbagi dengan rekan kompasiana tentang indahnya Kerendahan Hati, sebuah sikap yang akan membawa kita untuk lebih menghargai dan dihargai oleh orang lain.

Sayyidina Ali ra yang Karromallaahu Waj Hah yang merupakan khulafaur rasyidin yang ke-empat setelah meninggalnya Rasulullah SAW menukilkan beberapa bait yang berkaitan dengan RENDAH HATI dan semoga bermanfaat

Rendah Hati (tawadhu) adalah suatu kenikmatan yang tidak dimengerti oleh orang yang dengki

Sombong terhadap orang-orang yang sombong adalah tawadhu itu sendiri

Rendah hati termasuk salah satu cara mendapatkan kemuliaan

Rendah hati membawa kepada keselamatan

Tidak ada nasab (yang lebih mulia) seperti rendah hati

Buah dari rendah hati adalah (mendapatkan) kecintaan

Kerendahan hati seseorang disaat dia memiliki kedudukan menjadi perlindungan baginya ketika dia mengalami kejatuhan

Temuilah orang-orang ketika mereka butuh kepadamu dengan keceriaan dan kerendahan hati, Maka jika engkau terkena musibah dan keadaan buruk menimpamu, lalu engkau bertemu dengan mereka, maka engkau telah aman dan terlepas dari bahaya kehinaan karena kerendahanhatianmu itu.

Orang-orang golongan atas, jika mereka terdidik mereka rendah hati, dan jika mereka menjadi miskin, mereka menyerang

Imam Ali ra, berkata kepada seseorang yang memuji-mujinya berlebihan, sementara kesetiannya kepada beliau diragukan,” Aku tidak seperti yang kau katakan, dan “diatas” apa yang engkau sembunyikan didalam hatimu.

Orang yang rendah hati seperti jurang yang didalamnya berhimpun air hujan dan air hujan lainnya, sedangkan orang yang sombong seperti bukit yang tidak menetap didalamnya air hujannya dan air hujan yang lainnya

Jika engkau telah melakukan segala sesuatu, maka jadilah seperti orang yang tidak melakukan apapun.

Selamat belajar menjadi manusia yang rendah hati, sebagai bekal kita untuk menjadi manusia yang lebih baik dan berguna untuk orang lain juga.

let’s to be … Rendah Hati !!!
Wassalam,

Wefi

(sumber: cahaya sufi)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Di Balik Cerita Jam Tangan Panglima …

Zulfikar Akbar | | 24 April 2014 | 01:13

Bapak-Ibu Guru, Ini Lho Tips Menangkap …

Giri Lumakto | | 24 April 2014 | 11:25

Pedagang Racun Tikus Keiling yang Nyentrik …

Gustaaf Kusno | | 24 April 2014 | 10:04

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 6 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 7 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 12 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: