Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Achmad Suwefi

You will never walk alone

Keindahan Kerendahan Hati

OPINI | 01 April 2013 | 19:56 Dibaca: 158   Komentar: 0   0

1364795786491876234

Assalamu alaikum rekan Kompasiana,

Selepas sholat dzuhur dan makan siang serta jelang lanjut kembali bekerja, sedikit kuambil waktu untuk sekedar berbagi dengan rekan kompasiana tentang indahnya Kerendahan Hati, sebuah sikap yang akan membawa kita untuk lebih menghargai dan dihargai oleh orang lain.

Sayyidina Ali ra yang Karromallaahu Waj Hah yang merupakan khulafaur rasyidin yang ke-empat setelah meninggalnya Rasulullah SAW menukilkan beberapa bait yang berkaitan dengan RENDAH HATI dan semoga bermanfaat

Rendah Hati (tawadhu) adalah suatu kenikmatan yang tidak dimengerti oleh orang yang dengki

Sombong terhadap orang-orang yang sombong adalah tawadhu itu sendiri

Rendah hati termasuk salah satu cara mendapatkan kemuliaan

Rendah hati membawa kepada keselamatan

Tidak ada nasab (yang lebih mulia) seperti rendah hati

Buah dari rendah hati adalah (mendapatkan) kecintaan

Kerendahan hati seseorang disaat dia memiliki kedudukan menjadi perlindungan baginya ketika dia mengalami kejatuhan

Temuilah orang-orang ketika mereka butuh kepadamu dengan keceriaan dan kerendahan hati, Maka jika engkau terkena musibah dan keadaan buruk menimpamu, lalu engkau bertemu dengan mereka, maka engkau telah aman dan terlepas dari bahaya kehinaan karena kerendahanhatianmu itu.

Orang-orang golongan atas, jika mereka terdidik mereka rendah hati, dan jika mereka menjadi miskin, mereka menyerang

Imam Ali ra, berkata kepada seseorang yang memuji-mujinya berlebihan, sementara kesetiannya kepada beliau diragukan,” Aku tidak seperti yang kau katakan, dan “diatas” apa yang engkau sembunyikan didalam hatimu.

Orang yang rendah hati seperti jurang yang didalamnya berhimpun air hujan dan air hujan lainnya, sedangkan orang yang sombong seperti bukit yang tidak menetap didalamnya air hujannya dan air hujan yang lainnya

Jika engkau telah melakukan segala sesuatu, maka jadilah seperti orang yang tidak melakukan apapun.

Selamat belajar menjadi manusia yang rendah hati, sebagai bekal kita untuk menjadi manusia yang lebih baik dan berguna untuk orang lain juga.

let’s to be … Rendah Hati !!!
Wassalam,

Wefi

(sumber: cahaya sufi)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 3 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 5 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 7 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 8 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 8 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: