Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Angga Oktavianto

Pendidik yang perlu dididik

Mari Belajar Geografi

OPINI | 02 April 2013 | 23:22 Dibaca: 213   Komentar: 0   0

Mengapa Wajib Belajar Geografi?

Kurikulum 2013 segera dilaksanakan oleh seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan di negara ini. Pro dan kontra sering kali mengiringi perubahan kurikulum. Hal biasa terhadap suatu yang baru, pasti ada pihak yang senang dan tidak senang. Terpenting adalah tidak ada unsur-unsur politik atau politisasi terhadap perubahan kurikulum. Selama tujuannya adalah meningkatkan daya saing pendidikan di negara kita terhadap pendidikan di negara lain itu adalah sesuatu yang wajib untuk diikuti semua pihak. Perlu diingat negara kita, Indonesia menempati urutan paling bawah dalam dunia pendidikan seperti yang disampaikan oleh Pearson.
Sebagai seorang guru geografi tidak ada salahnya saya promosi mata pelajaran geografi. Geografi sebagai ilmu secara tersirat dan tersurat banyak terdapat di Al Qur’an, salah satunya dalam Surat Al Baqarah ayat 22, “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap,…”. Kita sebagai manusia ditakdirkan untuk lahir, hidup, dan mati di bumi, sebagai konsekuensi logisnya kita harus belajar tentang bumi. Ilmu yang dianugerahkan ALLAH SWT untuk mempelejari bumi adalah Geografi. Ini sesuai dengan hal mendasar dari ilmu geografi yakni bumi sebagai tempat tinggal manusia.
Geografi mempelajari wilayah, baik di darat, laut, maupun udara. Indonesia sebagai negara kesatuan mestinya mewajibkan siswa dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi untuk mempelajari geografi. Prof. Farid S. mengatakan negara adalah suatu wilayah merdeka yang mendapat pengakuan dari negara lain serta memiliki kedaulatan. Kasus Sipadan Ligitan tidak akan pernah terjadi jika sedari kecil warga negara Indonesia dikenalkan terhadap wilayah kedaulatannya. Apabila wilayah kedaulatannya tidak tahu, maka bisa diprediksi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) akan “dicomot”sedikit demi sedikit oleh negara tetangga (Malaysia, Singapura, dan Australia) yang menganut paham lebensraum, yaitu suatu paham yang menghendaki perluasan wilayah bagi negaranya.
Bhineka Tunggal Ika yang menjadi pedoman hidup bernegara terdapat di Geografi. Adakah ilmu lain yang memiliki pengertian sebagai ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer (unsur-unsur kehidupan di bumi) yang ada di muka bumi? Saya rasa dan yakin hanya geografi yang memiliki pengertian tersebut. Sebagai negara yang heterogen dalam berbagai aspek, seperti agama, ras, etnis, budaya, dan bentang alam, Indonesia memiliki ancaman terjadinya premodialisme ekstrim. Geografi akan dapat menetralisir premodialisme ekstrim tersebut. Menurut Muhammad Nursa’ban, dalam makalah yang berjudul “Sinergis antara Geografi dan Peranannya dalam Integrasi Bangsa di Indonesia”, mengatakan kajian spasial, kelingkungan, kewilayahan, dan hubungan timbal balik antara fenomena sosial dan lingkungan mewadahi kebutuhan akan pengetahuan ,kebersikapan ,dan perilaku berintegrasi dalam konteks mengenal identitas bangsa sebagai kekuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Geografi adalah ilmu yang mempelajari alam, manusia dan hubungan timbale balik antara manusia dan alam. Dalam hal ini geografi adalah ilmu yang menggunakan pendekatan holistik melalui kajian keruangan, kewilayahan, ekologi dan sistem serta historis.
Mitigasi bencana alam merupakan peran serta dari geografi. Indonesia sebagai negara yang ditakdirkan berdampingan dengan bencana alam, harus sedari dini menyiapkan warganya untuk dapat meminimalisir dampak negatif bencana, khususnya berupa korban jiwa. Letak Indonesia yang merupakan pertemuan tiga lempeng tektonik aktif, yakni Eurasia, Hindia, dan Pasifik mengakibatkan tiap hari terjadi gempa bumi di Indonesia. Indonesia merupakan jalur Pegunungan Sirkum Pasifik yang ditandai dengan banyaknya jumlah gunung berapi di Indonesia, salah satu yang paling aktif di dunia adalah Gunung Merapi di Jawa Tngah dan DIY. Konsekuensi logisnya adalah pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus mengajarkan mitigasi bencana terhadap warga negaranya mulai dari dini. Itu semua tentu hanya dapat dipelajari melalui Geografi.
Itulah beberapa hal mendasar mengapa sebagai warga negara Indonesia kita wajib belajar geografi. Bagi pemangku kebijakan di bidang pendidikan, semoga tulisan ini akan menggugah hati dan pikiran. Sehingga dalam Kurikulum 2013 dan kurikulum-kurikulum di masa yang akan datang, geografi dijadikan mata pelajaran wajib bagi semua jenjang pendidikan semoga.

Penulis: Dwi Angga Oktavianto, S.Pd. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sasi, Konservasi Tradisional di Raja Ampat …

Dhanang Dhave | | 22 August 2014 | 15:21

Identitas Bangsa Modal dalam Kompetisi …

Julius Deliawan | | 22 August 2014 | 09:42

ALS #icebucketchallenge …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 22 August 2014 | 17:49

[SRINTHIL] Perempuan di Kaki Masa Lalu …

Rahab Ganendra | | 22 August 2014 | 14:33

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Pesta Perkawinan Mewah, Apa Ngaruh dalam …

Ifani | 4 jam lalu

SBY ‘Ngrecoki’ Jokowi …

Suko Waspodo | 6 jam lalu

“Ahok” Sumbangan Prabowo Paling …

Pakfigo Saja | 11 jam lalu

Saat Mahkamah Konstitusi Minus Apresiasi …

Zulfikar Akbar | 15 jam lalu

Kuasa Hukum Salah Berlogika, MK Tolak …

Sono Rumekso | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: