Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Lifya

Guru anak berkebutuhan khusus spesialisasi Tunagrahita. Mengabdikan diri di SLB Wacana Asih Padang. Sumatra Barat. selengkapnya

Mengajar dengan Alat Peraga

REP | 03 April 2013 | 03:33 Dibaca: 503   Komentar: 0   0

13649093591099786244

Timbangan Bilangan

Untuk pencapaian hasil belajar yang optimal banyak usaha yang bisa dilakukan oleh seorang guru. Guru yang kreatif tidak akan menyerah begitu saja pada keadaan. Berbagai alat peraga dibuat agar siswa yang dididik dapat mengerti, alat peraga merupakan alat untuk memperagakan atau membantu pembelajaran sehingga lebih memperjelas fakta, konsep, prinsip atau prosedur tertentu agar tampak lebih nyata. Bagi guru anak berkebutuhan khusus mengajar dengan menggunakan alat peraga pada dasarnya membawa anak belajar melalui yang kongkrit. Anak berkebutuhan khusus mengalami kesulitan untuk memahami konsep abstrak sehingga diperlukan benda-benda kongkrit sebagai perantara atau visualisasi.

Dengan menggunakan alat peraga proses belajar mengajar termotifasi minat siswa akan timbul dan akan menimbulkan rasa senang.

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat alat peraga adalah tahan lama. Bentuk dan warna menarik. Sederhana dan mudah dikelola. Ukuran yang sesuai dengan fisik anak dan multi guna. Untuk pelaporan alat peraga yang dibuat oleh seorang guru sertakan hal sebagai berikut: Halaman judul. Halaman pengesahan. Daftar isi. Daftar gambar. Tujuan pembuatan alat peraga. Manfaat dari alat peraga tersebut. Rancangan desain alat peraga. Prosedur pembuatan alat peraga. Penggunaan alat peraga di sekolah dan lampiran.

Membuat alat peraga selain membantu kelancaran proses belajar mengajar juga dapat memiliki nilai angka kredit tersendiri dan juga dapat digunakan sebagai alat action/intervensi pada penelitian tindakan kelas. Tidak rugikan mengajar dengan menggunakan alat peraga?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Logika aneh PKS soal FPI dan Ahok …

Maijen Nurisitara | 5 jam lalu

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Warga Menolak Mantan Napi Korupsi Menjadi …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah untuk …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

PKS Membuat Banyak yang Panas Dingin …

Pecel Tempe | 9 jam lalu

Waktu, Maafkan Aku.. …

Syndi Nur Septian | 9 jam lalu

The Comment…Siapa yang Nanya? …

Iwan Permadi | 9 jam lalu

Cerpen Remaja: Pak Polisi yang Kukagumi …

Didik Sedyadi | 9 jam lalu

TNI AL dalam Konstelasi Kekuatan Laut Asia …

Mudy | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: