Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Isa Anshori

Orang yg selalu mencari kesalahan diri

Pernikahan, Hikmah, dan Perselingkuhan

OPINI | 04 April 2013 | 03:33 Dibaca: 184   Komentar: 0   0

Sering terjadi pemaknaan yang berbeda mengenai arti pernikahan dan perkawinan, bagi kebanyakan orang makna pernikahan lebih berkonotasi pada aktifitas ritual mengikat janji dan sumpah setia (akad nikah) antara dua orang, laki-laki dan perempuan (terlepas dari kontroversi pernikahan sesama jenis). Sedangkan makna peerkawinan cenderung dimaknai sebagai aktifitas biologis antara laki-laki dan perempuan yang sudah melaksanakan pernikahan. Padahal sebenarnya kalau melihat arti dari pernikahan dan pernikahan dalam Ensiklopedia Indonesia , makna perkawinan adalah sama dengan pernikahan. Arti pernikahan sendiri menurut Hornby (1975) adalah : the union of two persons as husbands and wife, yang artinya adalah bersatunya dua orang sebagai suami dan istri. Selain itu dalam Undang-Undang Perkawinan No 1 Tahun 1974, yang dimaksud dengan perkawinan adalah : Ikatan lahir batin antara pria dan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dalam pandangan Islam, perkawinan bukan hanya sekedar formalisasi hubungan suami isteri, pergantian status, serta upaya pemenuhan kebutuhan fitrah manusia (sex). Pernikahan bukan hanya sekedar upacara sakral yang merupakan bagian dari daur kehidupan manusia. Pernikahan merupakan ibadah yang disyari’atkan oleh Allah SWT melalui Rasul-Nya, maka tidak diragukan lagi pernikahan adalah bukti ketundukan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah tidak membiarkan hamba- Nya beribadah dengan caranya sendiri. Allah yang Maha Rahman memberikan tuntunan yang agung untuk melaksanakan ibadah ini, sebagaimana ibadah-ibadah yang lainnya (shalat, puasa, zakat, haji, dsb.).

Lebih jauh lagi dalam tinjauan psikologis, pernikahan adalah sebuah tahapan dalam kehidupan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, karena pada dasarnya kebutuhan manusia itu digolongkan menjadi tiga, yaitu kebutuhan biologis, kebutuhan sosiologis, dan kebutuhan theologies, dan pernikahan bisa menjadi pelampiasan kebutuhan yang bersifat biologis (sex), walaupun sex tidak hanya bisa didapatkan melalui ritual pernikahan saja. Disamping itu, Maslow mengemukakan adanya 5 hierarki kebutuhan (need) yang ada pada diri manusia, yaitu :

1. Physicological Needs, yaitu kebutuhan-kebutuhan yang bersifat fisiologis, dan kebutuhan-kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang paling kuat diantara kebutuhan-kebutuhan lainnya.

2. Safety needs, yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan rasa aman.

3. Belongingnes and Loves needs, yaitu merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan orang lain, merupakan kebutuhan social.

4. Esteem Needs, yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan penghargaan, termasuk ingin dihargai.

5. Needs for self-Actualization, yaitu kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, kebutuhan ikut berperan.

Itulah gambaran tentang kebutuhan manusia, dan melalui pernikahan maka akan dapat memenuhi salah satu kebutuhan hidup manusia itu yakni Physicological Needs walaupun sebenarnya pernikahan itu bisa mencakup juga pemenuhan kelima kebutuhan diatas.

Memang banyak sekali hikmah dari sebuah pernikahan, oleh karena itu sangat penting pula dalam menjaganya supaya pernikahan itu menjadi langgeng sampai mati. Hal itu menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi pasangan suami istri dalam mengarungi sebuah bahtera keluarga, dalam menjalaninya bisa dipastikan akan banyak sekali permasalahan karena keduanya pada dasarnya mempunyai perbedaan dalam hal tertentu. Menyatukan perbedaan inilah yang menjadi tantangan dalam sebuah keluarga. Oleh karena itu tidak heran jika sekarang ini sangat marak sekali fenomena kawin-cerai baik karena faktor perselingkuhan atau faktor lainnya baik dalam kalangan artis maupun masyarakat lain pada umumnya.

Ada banyak hal yang menjadi penyebab perselingkuhan yang menjadi penyakit dalam sebuah rumah tangga, yang jelas semua itu adalah karena adanya permasalahan di dalam keluarga mereka. Permasalahan itu bisa muncul dari faktor internal maupun dari eksternal. Antara lain: 1). Adanya kurang mengerti dan memahami tentang keadaan pasangan sehingga menuntut yang berlebihan terhadap pasangan. Iya kalau pasangannya bisa menuruti karena mempunyai kemampuan, kalau tidak? Bukan tidak mungkin akan berujung pada perselingkuhan karena mungkin apa yang tidak bisa dia peroleh dari pasangannya itu dapat ia peroleh dari “WIL” atau “PIL”-nya. 2) Mencintai pasangannya karena alasan tertentu, mungkin karena kecantikannya, kekayaannya, atau sesuatu yang bersifat fisik, jika itu terus dipupuk selama mengarungi jenjang rumah tangga dan suatu saat apa yang dicintai itu hilang atau berubah, maka akan terbuka kesempatan untuk melakukan selingkuh.

Dua hal itulah yang pada dasarnya menjadi “punjere” permasalahan ketika seseorang memutuskan untuk selingkuh. Namun banyak sekali turunan dari kedua hal tersebut diatas yang bisa menyebabkan perselingkuhan. Oleh karena itu ada beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan oleh pasangan agar dalm hubungannya tidak terjadi perselingkuhan. Yaitu : 1). Jangan selalu memikirkan kejelekan pasangan kita, ingat-ingatlah selalu kebaikan pasangan kita yang telah dilakukakannya. 2) Selalu berani bereksperimen dalam segala hal misalnya dalam masalah romantisme, atau masalah seks. Jangan malu untuk memberikan surprise kepada pasangan kita dengan tiba-tiba membawakan bunga atau coklat yang sebelumnya tidak pernah diduga pasangan kita, intinya adalah jangan sampai hubungan kita membosankan. Atau mungkin dalam masalah seks, tidak salah kiranya jika mencoba berbagai suasana dan posisi ketika sedang bercinta, tentunya setelah melalui persetujuan kedua belah pihak. Intinya adalah jangan sampai membiarkan kebosanan menghantui hubungan kita. 3) Ketika kita kagum dan tertarik dengan orang lain, yakinkan bahwa istri kita andalah yang terbaik. Ingatlah anak, keluarga besar yang akan menanggung malu jika mengetahui kita berselingkuh. 4) Selalu jagalah komunikasi dimanapun berada, karena komunikasi adalah permasalahan yang sangat penting dalam sebuah rumah tangga. Ketika sebuah rumah tangga sedang dilanda masalah, komunikasi yang baik merupakan salah satu cara penyelesaian yang mungkin bisa dilakukan…………………………….

Salam Sejahtera Untuk Kita Semua

06:22_04/04/2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Petualangan Anak Indonesia” …

Tjiptadinata Effend... | | 31 August 2014 | 11:15

Kerja Bakti Juga Ada di Amerika …

Bonekpalsu | | 31 August 2014 | 04:45

Asyiknya Belajar dengan Mind Map …

Majawati Oen | | 31 August 2014 | 11:24

Senja Kala Laut Mati …

Andre Jayaprana | | 31 August 2014 | 13:15

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jokowi Melakukan Kebodohan Politik Besar? …

Daniel Yonathan Mis... | 4 jam lalu

Jokowi Tidak Tahan Lama …

Kokoro ? | 6 jam lalu

Usulan Hebat Buat Jokowi-Prabowo Untuk …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Oknum PNS Memiliki Rekening Gendut 1,3 T …

Hendrik Riyanto | 8 jam lalu

Lurah Cantik nan Kreatif dan Inspiratif …

Axtea 99 | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: