Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Benarkah UN 2013 Bocor?

HL | 05 April 2013 | 03:04 Dibaca: 1702   Komentar: 8   2

13650921231274698955

Ilustrasi/Admin (kompas.com)

Ada isu bahwa kunci jawaban UN 2013 untuk SMA dan sederajat sudah beredar di kalangan siswa. Benarkah? Sulit bagi penulis untuk percaya dengan isu itu. Pasalnya, sistem yang digunakan pada pelaksanaan UN 2013 berbeda dengan sebelumnya. Sistem Barcode. Di mana kode dalam bentuk garis-garis hanya dapat dibaca dengan komputer atau alat khusus. Oleh karena itu, isu kebocoran UN 2013 patut diragukan kebenarannya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, bahkan menjanjikan pengawalan ketat atas soal ujian nasional (UN), agar tidak ada kebocoran. Pengawalan secara ketat akan dilakukan, mulai sejak proses pembuatan dan penggandaan di percetakan, sampai pendistribusian di daerah-daerah. Pada konteks ini, seandainya pun ada kemungkinan kebocoran soal ujian nasional 2013, hal itu akan realtif mudah dilacak. Karena soal UN 2013 memiliki barcode (tampilan sekuriti). Dengan demikian, tidak pada tempatnya manakala siswa begitu mudah percaya dengan adanya bocoran kunci jawaban UN 2013. Atau dengan kata lain, mempercayai adanya bocoran kunci jawaban UN 2013 sama dengan upaya bunuh diri. Akan lebih mulia percaya dengan kemampuan diri sendiri. Artinya, siswa sebagai generasi penerus pembangunan bangsa mendukung upaya pemerintah untuk menghadirkan kejujuran melalui UN 2013 ditengah maraknya kasus ketidakjujuran dan korupsi.

Berkaitan dengan hal itu, siswa harus serius dan bekerja keras agar sukses menghadapi UN 2013. Para siswa agar khusyuk mengerjakan soal UN 2013, karena variasi soal UN yang dikerjakan dalam satu ruang akan berbeda semuanya. Jika dulu hanya terdiri dari 5 variasi soal dalam ruangan. Sekarang diterapkan 20 variasi soal dalam ruangan. Akibatnya, peluang untuk bekerja sama, nyontek, dan perilaku curang lainnya, nyaris sangat kecil terjadi. Andai pun ada kunci jawaban UN 2013, itu untuk variasi soal yang mana? Sekali lagi, jangan terlalu percaya dengan adanya bocoran kunci UN 2013. Apalagi, UN 2013 tidak hanya sekadar menentukan kelulusan, tapi juga telah menjadi syarat utama bagi seorang siswa untuk dapat tembus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013. Nah, begitu serius pemerintah mengelola UN 2013, maka tidak ada pilihan lain pada siswa untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin.

Kegagalan dalam Ujian Nasional (UN) disebabkan berbagai faktor. Kegagalan itu tidak hanya karena ketidaksiapan siswa terhadap materi saja, tetapi ada juga ada faktor teknis lainnya yang ikut berkontribusi. Seperti, Lembar Jawaban Komputer (LJK) yang tidak terpindai. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan siswa secara teknis di lapangan pada saat menghadapi UN 2013. Pertama, gunakan alat tulis pensil 2B agar dapat terpindai dengan baik. Kedua, penghitaman LJK dilakukan dengan sempurna, jangan diarsir, terlalu tipis, atau sampai melebihi lingkaran yang wajib dihitamkan. Bulatan harus dihitamkan penuh dan tepat. Ketiga, jangan mencorat-coret LJK di bagian yang tidak diminta karena akan mengakibatkan LJK tak terpindai. Salah satunya adalah tanda hitam dipinggir LJK yang merupakan penanda. Tanda tangan tetap menggunakan pensil dan jangan di luar kotak. Semoga Sukses.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 11 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 11 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 12 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pijat Refleksi Hilangkan Keluhan Lambungku …

Isti | 7 jam lalu

(Lumen Histoire) Sejarah dan Seputar …

Razaf Pari | 8 jam lalu

Kisah Pilu “Gerbong Maut” di …

Mawan Sidarta | 8 jam lalu

Batik Tulis Ekspresif yang Eksklusif …

Anindita Adhiwijaya... | 8 jam lalu

Akherat, Maya Atau Nyata? …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: