Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Gilar Dwitresna

Students at Telkom Institute of Technology Bandung| Founder Hypno Building School - DC| Certified Hypnotist&Certified selengkapnya

Pemuda dan Agama

OPINI | 05 April 2013 | 20:33 Dibaca: 263   Komentar: 0   0

Oleh :  Gilar Dwitresna

Institut Teknologi Telkom

28 November 2011


Pemuda dan Agama


Pemuda mempunyai peran yang sangat besar bagi perkembangan bangsa Indonesia,  pemuda merupakan aset yang sangat berpotensi untuk menjadi agen perubahan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Kaum muda mempunyai keberanian-keberanian yang tidak dimiliki kaum tua, kaum muda  mempunyai kemauan keras untuk belajar dan semangat besar untuk mewujudkan mimpinya. Semangat yang berkobar-kobar,  patriotisme dan nasionalisme yang tinggi merupakan potensi luar biasa yang dimiliki garuda muda. Inilah kelebihan-kelebihan kaum muda yang tidak dimiliki oleh generasi tua.

Bahkan perkembangan bangsa Indonesia di masa lalu tidak lepas dari peran kaum muda. Mulai dari munculnya gerakan-gerakan pemuda seperti Boedi Oetomo tahun 1908 yang menjadi tonggak kebangkitan nasional, lalu diadakannya Kongres Pemuda I dan Kongres Pemuda II pada tahun 1928 yang selanjutnya kita kenal dengan peristiwa sumpah pemuda, hingga  proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pun tidak luput dari peran pemuda yang mempunyai semangat juang membara untuk lepas dari penjajahan. Tidak hanya itu, pemuda yang tidak puas akan pemerintahan presiden Soeharto, menuntut adanya reformasi sehingga muncul gerakan-gerakan reformasi yang dipelopori oleh para pemuda.

Dari contoh-contoh peristiwa di atas sangat jelas begitu besarnya pengaruh kaum muda dalam perkembangan bangsa Indonesia. Pemuda-pemuda ketika itu memainkan peran yang sangat penting bagi perubahan bangsa. Tentunya perjuangan garuda muda tidak berhenti sampai di situ, tugas kaum muda masa kini  adalah meneruskan perjuangan para pendahulu kita, mengawal dan mengamalkan nilai-nilai pancasila, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,  dan berperan aktif sebagai agen perubahan, kontrol sosial dan kekuatan moral bagi bangsa Indonesia. Semangat  pemuda yang meledak-ledak untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik diharapkan dapat menjadi kekuatan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Suatu saat masa kepemimpinan generasi pendahulu kita yang sekarang memimpin bangsa akan berakhir. Presiden dan pejabat-pejabat pendukung pemerintahan lainnya akan mengalami pergantian. Kaum mudalah yang akan memainkan perannya sebagai generasi penerus  yang akan memimpin bangsa. Namun sudah seberapa siapkah kita sebagai kaum muda untuk mengemban amanah dan tanggung jawab yang sangat besar itu ?  Realita kehidupan saat ini pemuda  lebih identik dengan perilaku negatif seperti kekerasan, penganiayaan, pergaulan bebas, dan lain sebagainya. Inikah potret pemuda yang akan menjadi penerus bangsa ini? Akan dibawa ke mana bangsa ini bila dipimpin oleh orang-orang seperti itu.

Dari kasus tersebut muncul pertanyaan “ Mengapa hal ini bisa terjadi ? ”. Kaum muda saat ini mulai kehilangan kekuatan dan semangat perjuangan. Pemuda Indonesia terpuruk dengan era globalisasi yang semakin berkembang, kita  kalah dengan perang pemikiran yang dijalankan oleh bangsa-bangsa lain. Kaum muda kita diperangi dengan modernisasi kebudayaan barat yang memberikan dampak negatif sehingga menghilangkan nasionalisme, patriotisme dan semangat juang yang dulu berkobar-kobar. Dampak  dari perang pemikiran ini sangat efektif menghancurkan moral  dan mental kaum muda kita, karena efeknya langsung masuk ke dalam pribadi para pemuda.

Perang pemikiran ini tidak boleh kita biarkan dan harus kita lawan bersama-sama, kaum muda kita tidak boleh kalah dengan ideologi-ideologi barat yang dapat memberikan dampak negatif. Menurut saya, salah satu  solusi terbaik untuk  membentengi pengaruh negatif tersebut adalah dengan memegang teguh ajaran agama. Jika kaum muda kita mempunyai landasan agama yang kokoh, saya yakin pengaruh-pengaruh negatif tersebut tidak akan bisa meruntuhkan moral dan mental kaum muda kita. Saya yakin tidak ada satu agama pun yang membenarkan tindak kejahatan seperti kekerasan, pergaulan bebas, korupsi ataupun sebagainya. Apabila ajaran-ajaran agama tersebut dipegang dengan teguh dan diamalkan sesuai dengan iman , islam, dan ihsan maka sebesar apapun perang pemikiran yang dilancarkan bangsa lain, tidak akan bisa merobohkan benteng pertahanan moral garuda muda kita.

Agama bisa membentuk moral, mental, dan karakter bangsa Indonesia. Agama menjadi basis pembinaan emosi dan spiritual. Tetapi itu saja belum cukup, selain harus mempunyai semangat juang, nasionalisme, dan patriotisme, pemuda Indonesia harus mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi agar bisa bersaing dengan bangsa lain.   Oleh karena itu di samping pembinaan emosi dan spiritual, harus ada pembinaan intelektual sehingga menghasilkan prestasi dalam kompetisi yang sehat sehingga bisa memacu pemuda untuk terus berkarya dan bersaing demi kemajuan bangsa.

Dengan kondisi bangsa seperti ini pemuda diharapkan terus menempa ,melatih dan membina diri menjadi pribadi mandiri yang mempunyai kematangan intelektual, kreatif, inovatif, percaya diri , mempunyai jiwa kepedulian sosial yang sangat besar serta rela mengabdi bagi masyarakat , bangsa dan negara. Apabila sikap-sikap tersebut diimbangi dengan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, itulah sosok pemuda ideal yang diharapkan menjadi pemimpin bangsa dan menggantikan generasi tua nantinya. Dan saya yakin kaum muda seperti itu akan lebih baik daripada generasi tua yang sekarang memimpin bangsa. Pemuda diharapkan menjadi solusi bagi  permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat, kaum muda harus memainkan perannya sebagai kontrol sosial dan stabilisator negara.

Proklamator kemerdekaaan Republik Indonesia pernah berkata “  berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia ”, dari kutipan kata-kata bung Karno tersebut sangat jelas bahwa bung Karno mempunyai harapan yang sangat besar kepada para pemuda. Nasib bangsa Indonesia selajutnya berada di tangan kaum muda, karena pemuda mempunyai potensi, kecerdasan, dan semangat juang yang sangat tinggi. Harapan dan kepercayaan para pendahulu kita harus kita jawab. Itu semua amanah bagi kita semua selaku garuda muda untuk membawa bangsa ini menuju kejayaan.

Sebagai mahasiswa yang tentunya adalah kaum muda, tentunya kita wajib turut berjuang untuk meneruskan perjuangan agung dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Selain dengan pengamalan nilai agama dan pancasila, perjuangan  itu harus kita wujudkan dengan mengamalkan tri dharma perguruan tinggi, kaum muda dalam hal ini mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat. Pendidikan dalam konteks menerima dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diterima selama menjadi mahasiswa. Penelitian meliputi kajian-kajian  baik perbaikan maupun penemuan baru demi kemajuan bangsa. Pengabdian terhadap masyarakat yaitu pengamalan potensi, ilmu dan pengetahuan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat.

Saya optimis pemuda masih tetap memainkan perannya menjadi agen perubahan, kontrol sosial dan kekuatan moral bagi bangsa Indonesia. Di samping perilaku negatif yang dilakukan oleh sebagian oknum pemuda tidak bermoral, masih banyak  perilaku positif yang dilakukan pemuda bagi bangsa. Dari segi prestasi misalnya, pemuda Indonesia menorehkan prestasi-prestasi gemilang yang membanggakan kita semua selaku rakyat Indonesia. Indonesia Raya berkumandang dan bendera kebangsaan sang merah putih berkibar di tiang paling tinggi. Prestasi pemuda Indonesia di kancah internasional bisa menjadi contoh nyata dari kebangkitan pemuda. Prestasi itu sungguh memukau baik di olimpiade sains,  riset  , ataupun kompetisi olahraga yang baru-baru ini usai digelar seperti SEA GAMES. Prestasi ini dapat membongkar stigma negatif yang selama ini telanjur melekat bagi Indonsia.

Kenyataan ini menandakan bahwa sebenarnya kaum muda Indonesia memiliki kualitas luar biasa bahkan mengungguli negara-negara lain. Beberapa prestasi ini menjadi alasan bagi banyak orang yang beranggapan bahwa Indonesia bisa jaya oleh pemuda. Bahkan seperti sudah menjadi keperacayaan bagi banyak orang bahwa sebenarnya bangsa Indonesia ini bisa maju jika dipimpin oleh kaum muda.

Ini merupakan salah satu modal besar, pemuda Indonesia pempunyai potensi yang luar biasa. Kaum muda yang sempat terpuruk kini mulai bangkit dan mengembangkan potensi dirinya. Garuda muda siap untuk bersaing dan meneruskan perjuangan agung bangsa Indonesia. Saya selaku pemuda Indonesia mengajak rekan-rekan semua untuk terus berjuang demi kejayaan agama dan negara. Mengajak rekan-rekan semua untuk terus berkreasi, melakukan inovasi-inovasi demi kemajuan bangsa. Dan mengajak rekan-rekan semua untuk peduli serta mengabdi untuk agama dan bangsa Indonesia.

Apabila ada 1000 orang yang berjuang demi agama dan bangsa Indonesia, maka salah satunya adalah aku. Apabila ada 100 orang yang berjuang demi agama dan bangsa Indonesia, maka salah satunya adalah aku. Apabila ada 10 orang yang berjuang demi agama dan bangsa Indonesia, maka salah satunya adalah aku, dan apabila hanya ada 1 orang yang berjuang demi agama dan bangsa maka itu adalah aku.

Hidup Rakyat Indonesia!!!

Hidup Pemuda Indonesina!!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melukis Malam di Bawah Lansekap Cakrawala …

Dhanang Dhave | | 21 October 2014 | 13:50

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | | 21 October 2014 | 11:59

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Merencanakan Anggaran untuk Pesta Pernikahan …

Cahyadi Takariawan | | 21 October 2014 | 10:02

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 5 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 8 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 9 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 11 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Saat Angin Kencang, Ini Teknik Menyetir …

Sultan As-sidiq | 7 jam lalu

Golkar Jeli Memilih Komisi di DPR …

Hendra Budiman | 8 jam lalu

Rekor MURI Jokowi …

Agus Oloan | 8 jam lalu

Cerpenku: Perempuan Berkerudung Jingga …

Dewi Sumardi | 8 jam lalu

Kecurangan Pihak Bank dan Airline Dalam …

Octavia Eka | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: