Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Zakie Wahidotomo

mendidik & membina anak bangsa

Seputar UN 2013

OPINI | 06 April 2013 | 04:12 Dibaca: 798   Komentar: 4   0

Usaha yang dilakukan pemerintah melalui kementrian pendidikan dalam hal menekan tingkat kecurangan dalam Ujian Nasional perlu kita berikan apresiasi. Bagaimana tidak, jumlah paket soal UN tahu lalu yang jumlahnya lima paket saja sudah membuat para kepala sekolah ketar ketir, bagaimana dengan sekarang yang jumlah paket soalnya sampai 30 paket.

Bukan hanya itu,  pada lembar jawaban UN juga tertera barcode yang mengindikasikan kode naskah soal UN. Jadi, naskah soal dan lembar jawaban UN dibuat menjadi satu kesatuan. Kalau dipisah malah petaka, karna jawaban anak bisa jadi tidak sesuai antara soal dan lembar jawaban UN. Semakin ketar ketir lah kepala sekolah.

saya pribadi setuju dengan  kebijakan ini, karena selama anak didik  sangat sepele dengan guru-guru di sekolah karena mereka beranggapan akan dibantu dan akan lulus dari sekolah. kalau sudah seperti ini kan mau tidak mau anak didik harus belajar serius sebelum ujian UN. Tidak ada yang  membantu mereka kecuali diri mereka sendiri.

Nah kalau cara ini nantinya sukses, dengan kata lain tidak ada kita dengar berita bocornya soal UN baru saya setuju nilai UN dijadikan sebagai salah satu syarat masuk PTN. Tapi, kalau menurut saya jangan hanya hasil nilai UN saja perlu juga dari pihak perguruan tinggi melakukan penyeleksian tetapi sifatnya untuk memetakan jangan itu sebagai syarat mutlak. Bagaimanapun juga soal soal yang ada pada UN itu hanya untuk mengevaluasi belajar siswa selama 3 tahun saja.  sedangkan soal soal yang ada pada seleksi PTN adalah soal yang multiobjektif.


Tags: un2013

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agus si Penjual Pulsa Keliling Dari Jepara …

Marken Nainggolan | | 03 March 2015 | 21:08

Perang Saudara di Irak Beralih ke Tikrit …

Dasman Djamaluddin | | 03 March 2015 | 21:19

Kompetisi Sepakbola Indonesia dan Teori …

Leonardi | | 03 March 2015 | 23:18

Batukaru, tentang Mendaki yang Mencoba …

Endah Lestariati | | 03 March 2015 | 17:51

“Saatnya Berpesta”, Celoteh Burung Nazar …

Akhmad Fauzi | | 03 March 2015 | 22:36


TRENDING ARTICLES

Komentar Yuddy dan Romli Asal Bunyi …

Hendra Budiman | 10 jam lalu

Soal Beras, Jokowi Kamu Ngapain Aja, Sih? …

Edy Mulyadi | 10 jam lalu

Walikota Jerman Tak Harus Duduk di Depan …

Gaganawati | 13 jam lalu

Koh Ahok, Kasihanilah Mereka …

Choiron | 15 jam lalu

Sukhoi Melintas Rendah di Kawasan Malioboro …

Sigit Priyadi | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: