Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Gustaaf Kusno

A language lover, but not a linguist; a music lover, but not a musician; a selengkapnya

Ungkapan ‘Jangan Ge-er’ dalam Bahasa Inggris

OPINI | 05 April 2013 | 21:38 Dibaca: 2295   Komentar: 0   17

Sering kita beranggapan bahwa banyak ungkapan khas bahasa Indonesia tak mungkin ada padanannya dalam bahasa Inggris dengan argumentasi latar belakang sosial kita dan ’orang Barat’ jauh berbeda. Saya termasuk orang yang tidak sependapat dengan anggapan ini. Saya yakin, seberapa pun unik ungkapan-ungkapan ini, pasti ada padanannya dalam bahasa Inggris. Hanya saja kita belum menemukannya. Contoh yang menarik adalah ungkapan ’ah, jangan ge-er!’. ’Ge-er’ ini sendiri merupakan akronim dari ’gede rumangsa’ (bahasa Jawa yang mengacu pada sifat ’tidak tahu diri’).

Saya menemukan padanan dari ungkapan ’jangan ge-er’ ini, justru sewaktu membaca kicauan seseorang dalam Twitter. Dia menulis, kalau kita membaca puisi cinta berisi kerinduan pada wall Facebook seseorang, lantas kita berpikiran bahwa orang yang dirindukan si penulis itu pastilah diri kita. Penulis twitter ini dengan sarkastis menutup kicauannya dengan kalimat ’Get over yourself!’. Ya, ungkapan ’get over yourself’ ini persis sama konotasinya dengan kalimat sindiran ’jangan ge-er’. Frasa ini dimaknai dengan ’stop being so pompous and self important’ (jangan anggap dirimu hebat).

Ada ilustrasi dialog humoris antara dua sahabat karib berikut ini:

A: I’m the best student in my class. And all the girls are crazy about me. Do you think it’s because I’m so handsome or because I’m so smart?
B: Oh, get over yourself!
(A: Aku juara kelas. Semua cewek-cewek tergila-gila padaku. Menurutmu, ini karena aku ganteng atau karena aku pintar sih? B: Ah, jangan ge-er kamu!).

Ada lagi ungkapan lain yang mirip-mirip yaitu ’get over it’. Kita mengucapkan ’get over it’, sebagai nasehat untuk tidak terlalu memikirkan hal-hal yang sudah lewat, menerima apa adanya, dan menapak ke depan. Dalam frasa bahasa kita biasanya kita ucapkan dengan ’sudahlah’. Kalimat ’get over it’ sebagai ungkapan tergolong baru (sekitar tahun 1990). Sebelumnya, orang hanya mengenal kata kerja ’get over’ yang bermakna ’tabah menjalani’. Misalnya setelah mengalami penyakit berat atau musibah, kita akan mengatakan ’I hope that he will get over it’ (Mudah-mudahan dia tabah menjalani/dia dapat mengatasi cobaan ini). Frasa ’get over it’ pada sekitar tahun 1990an terwajantah menjadi satu kalimat penuh, yang berkonotasi ’lupakan saja’ atau ’kita tutup buku saja’. Ungkapan yang paling pas dalam bahasa kita memang adalah ’sudahlah!’

Dalam posting singkat ini, kita berhasil menemukan padanan dari dua ungkapan khas Indonesia yaitu ’jangan ge-er’ dan ’sudahlah’. Padanan itu adalah ’get over yourself’ dan ’get over it’. Moga-moga di lain waktu dapat disambung dengan padanan bahasa Inggris dari ungkapan-ungkapan spesifik bahasa kita yang lain. Salam bahasa.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 9 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 9 jam lalu

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Axtea 99 | 10 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 10 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: