Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Yafaowoloo Gea

Pencinta Traveling, Pemerhati Wisata & Budaya Nias

Pengalaman Ketika UAN, Jatuh Dari Becak dan Basah Kuyup

REP | 08 April 2013 | 05:53 Dibaca: 181   Komentar: 0   0

There is no end to education. It is not that you read a book, pass an examination, and finish with education. The whole of life, from the moment you are born to the moment you die, is a process of learning - Jiddu Krishnamurti

1365354400907658354

Ilustrasi Peserta UAN

Pendidikan itu takkan pernah berakhir. Bukan hanya membaca sebuah buku, lulus ujian dan menyelesaikan pendidikkan. Seumur hidup kita, sejak dilahirkan hingga menghembuskan nafas terakhir merupaan bagian dari proses pembelajaran. Demikian disampaikan oleh Jiddu Krishnamurti, seorang penulis dan filsuf berkebangsaan India yang juga dikenal sebagai guru dunia (World Teacher).

Memasuki minggu ke-3 bulan April ini, tepatnya mulai tanggal 15 April 2013 siswa/i kelas XII tingkat SMA/SMK akan menghadapai Ujian Akhir Nasional. Pastinya banyak yang berdebar-debar, cemas dan tak sabar untuk menyelesaikan ujian tersebut. Bahkan, jauh-jauh hari sudah banyak yang ikut bimbingan belajar dan belajar dengan keras demi satu tujuan “LULUS UAN”. Apakah ujian akan berakhir setelah itu? Jawabannya TIDAK…. Ingat bahwa masih banyak ujian-ujian berikutnya yang mungkin akan lebih berat dari ujian saat ini. Kuncinya adalah tetap semangat dan optimis menghadapi setiap ujian yang Anda hadapi.

UAN hanyalah awal dari sebuah petualangan untuk mengarungi hidup di masa depan yang penuh tantangan. Pengalaman pribadi yang saya alami bahwa sekalipun sudah tamat SMA/SMK, bukan berarti menuntut ilmu sudah berakhir sampai di tingkat itu saja namun UAN ibarat sebuah kunci untuk masuk ke sebuah gedung yang berlantai seratus. Siswa/i yang telah lulus UAN masing-masing mendapat sebuah kunci dari gedung tersebut dan harus berlomba untuk sampai ke tingkat tertingginya. Persaingan untuk menapaki tingkat demi tingkat akan semakin ketat dan akan terjadi proses seleksi alam di dalamnya. Hanyalah orang-orang yang tetap setia, semangat dan berusaha yang mampu mencapai tingkat puncak.

Jangan heran bila pada pengumuman hasil UAN banyak muncul bintang-bintang baru yang tidak pernah diprediksikan sebelumnya. Justru yang selama ini kemampuannya dianggap biasa-biasa saja dapat menjadi kuda hitam dan meraih nilai tertinggi pada UAN nanti. Pengalaman sudah membuktikan demikian. Bila Anda sering masuk juara sebelumnya janganlah berbangga hati dahulu dan bila Anda selama ini tidak pernah mendapat nilai yang memuaskan, janganlah langsung patah semangat. Inilah saatnya Anda membuktikan bahwa Anda bisa. Justru banyak orang yang prestasinya sedang-sedang saja di sekolah menjadi orang-orang sukses setelah mereka terjun ke dunia kerja.

1365354545956106681

Foto Kenangan Bersama Rekan-Rekan Semasa SMA

Sebuah pengalaman yang tak pernah terlupakan ketika penulis menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN) pada tahun 2001 yang lalu, yang hingga saat ini masih tetap membekas di hati. Kala itu merupakan hari pertama pelaksanaan UAN dengan sistem komputerisasi dimana setiap siswa/i diwajibkan membawa alas kaca untuk persiapan ujian. Hujan turun dengan deras pagi itu seakan tidak perduli bahwa kami akan menghadapi ujian, dengan cueknya mengguyur bumi Nias menghambat langkah kami yang dengan jantung berdebar untuk mengikuti ujian. Penulis bersama, dua orang teman satu kontrakan Nelson Gulo dan Felix yang bersekolah di tempat yang sama yakni SMKS Pembda Nias menumpang becak dayung ke sekolah. Hujan yang turun dengan derasnya menyebabkan genangan air di sepanjang jalan hingga tanpa disadari oleh kami dan tukang becak sendiri bahwa kami akan melewati kubangan besar di jalan pas di depan SPBU GA DESE. Kami bertiga menumpang satu becak dimana dua orang duduk di bangku dan satu orang (Nelson) di depan berhadapan dengan kami. Karena muatan berlebih dan tukang becak tidak tahu ada lubang besar, akhirnya becak yang kami tumpangi terbalik dan kami tercebur di dalam kubangan air. Untung saja kaca yang diletakkan Nelson di perutnya tidak sampai pecah dan mengubur impiannya. Akhirnya kami mengikuti UAN dengan basah kuyup dengan badan yang menggigil. Puji Tuhan UAN selesai dan kami semua lulus sementara insiden tersebut masih terkenang hingga kini.

Semoga sukses buat adik-adik siswa/i kelas XII yang akan menghadapi UAN nantinya. Doa kami untuk kalian semua. Serahkan semua kekuatiranmu kepada Tuhan, lakukanlah yang terbaik dan biarkanlah Tuhan yang menyempurnakannya.



 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Mengawasi Anak Inklusif dalam UN …

Rohma Nazilah | | 17 April 2014 | 00:48

Final Copa Del Rey : Madrid 2 – 1 …

Arnold Adoe | | 17 April 2014 | 04:30

Maunya Bugar dengan Vitamin C Dosis Tinggi, …

Posma Siahaan | | 16 April 2014 | 22:34

Kebun di Atas Rumah? …

Wulan Harismayaning... | | 16 April 2014 | 21:01

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 11 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 12 jam lalu

Istilah Inggris yang Rada Kadaluwarsa …

Gustaaf Kusno | 15 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 21 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: