Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rahardi Widodo

karyawan swasta,pecinta musik,bola mania,

Peserta Ujian SIM, Banyak Gagal di Teori

HL | 09 April 2013 | 06:54 Dibaca: 3303   Komentar: 0   4

1365476249812762384

Ilustrasi/Admin (KOMPAS.com)

Hari Sabtu kemarin, saya mengikuti pembuatan SIM massal di Polres Semarang. Perusahaan kami bekerja sama dengan Polres Semarang mengadakan pembuatan SIM massal untuk karyawan dan keluarganya. Baik untuk perpanjangan, maupun pembuatan SIM baru. Kebetulan, karena SIM C sudah expire jadi saya ikut mendaftar.
Sekitar pukul 14.30 saya sudah sampai di Polres. Kursi tempat duduk penunggu di tempat pembuatan SIM hampir dipenuhi peserta. Sementara di ruangan untuk ujian teori atau tertulis, terlihat kelompok 1 sudah mulai mengerjakan soal. Tampaknya ujian teori sudah di mulai. Setengah Jam kemudian, nama saya dipanggil beserta peserta yang lain untuk memasuki ruangan. Memang, kelompok 1 sudah selesai ujian tertulis atau teori. Kini giliran saya dan peserta selanjutnya. Sebanyak 16 orang masuk dikelompok 2 ini, termasuk saya. Kemudian kami masuk ruangan.
Pada dinding ruangan terlihat semacam layar yang menghadap ke peserta dan terhubung dengan komputer. Layar ini untuk menampilkan soal-soal ujian teori yang di kendalikan dan dioperasikan melalui komputer oleh dua orang petugas. Sementara di atas meja masing-masing peserta terdapat dua buah tompol. Tombol A dibagian kiri dan tombol B dibagian kanan. Kedua tombol tepat berada ditengah-tengah meja. Fungsi tombol ini adalah untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan dengan cara menekannya. Tampak mirip sebuah kompetisi Kuis di Televisi. Kira-kira begitu.
Peraturan untuk ujian teori ini adalah, peserta harus menekan cukup salah tombol saja saat memberikan jawaban. Bentuk soalnya adalah berupa soal pilihan. Jika jawaban SALAH maka peserta harus menekan tombol A ( kiri ) dan Tombol B ( Kanan ) jika jawabnnya adalah BENAR. Waktu yang diberikan adalah 10 detik untuk masing-masing soal. Jumlah soal yang harus dikerjakan sebanyak 20 buah. Salah satu contoh soalnya misalnya : ” Ada tayangan video yang menampilkan seorang pengendara sepeda motor menambah laju kecepatan ketika mendekati lampu lalu lintas di perempatan jalan. Tindakan pengendara motor tersebut SALAH atau BENAR?. Ada juga Video yang menampilkan pengendara motor berboncengan 3 orang “. Semua ujian teori ini berupa tayangan Video dan gambar animasi yang berkaitan dengan Lalu Lintas. Tingkat kesulitannya cukup mudah dan sederhana.
20 soal ujian sudah dikerjakan. Kini saatnya menunggu hasilnya. Tidak lama kemudian, dilayar terlihat hasil peserta yang lulus dan tidak lulus. Cukup kaget juga saya. Dari 16 peserta kelompok saya, lebih dari 50 % TIDAK LULUS ujian. Sedangkan saya termasuk peserta yang lulus.
Melihat data tersebut, sekilas dapat disimpulkan tidak semua pengendara kendaraan bermotor paham tentang rambu-rambu lalu lintas di jalan. Bahkan untuk rambu-rambu yang sederhana sekalipun, misalnya dilarang parkir, dilarang masuk, Stop, dilarang memutar arah dan lain-lain. Hal ini harus menjadi perhatian khusus. Sosialisasi tentang lalu lintas mungkin perlu ditingkatkan oleh pihak terkait. Sebab, banyak kasus kecelakan lalu lintas, disebabkan ketidakpahaman tentang rambu lalu lintas. Mari tertib berlalu lintas…!
Salam ( Rahardi WIdodo )

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Baduy, Eksotisme Peradaban Ke XV yang Masih …

Ulul Rosyad | | 20 December 2014 | 23:21

Batita Bisa Belajar Bahasa Asing, …

Giri Lumakto | | 21 December 2014 | 00:34

Penulis Kok Dekil, Sih? …

Benny Rhamdani | | 20 December 2014 | 13:51

Bikin Pasar Apung di Pesing, Kenapa Tidak? …

Rahab Ganendra 2 | | 20 December 2014 | 20:04

Real Madrid Lengkapi Koleksi Gelar 2014 …

Choirul Huda | | 21 December 2014 | 04:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 21 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 23 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 24 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 20 December 2014 08:49

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 20 December 2014 07:59


Subscribe and Follow Kompasiana: