Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Abdurrahman Ar-rasya

Menulis Adalah Ekspresi Jujur, tanpa Topeng dan merupakan karya sederhana dalam berbagi segala hal yang selengkapnya

Pendidikan Itu ‘Penting’

OPINI | 10 April 2013 | 10:17 Dibaca: 229   Komentar: 0   0

hari-pendidikan-nasional

Pendidikan adalah sebuah ‘kewajiban’ yang harus dipenuhi oleh setiap individu dalam menapaki hidup, selalu belajar bagaimana untuk tahu, melakukan, menjadi dan belajar hidup bersama, dasar dari sebuah pendidikan adalah ‘perubahan dan perbaikan hidup’, orang yang tidak mau untuk belajar berarti dia tidak mau untuk merubah dan memperbaiki kehidupannya.

Hidup ini selalu penuh dengan segala sesuatu yang ‘aneh, ‘baru’ dan itu semua adalah hasil dari sebuah proses yang dinamakan pendidikan, pendidikan mengajarkan kita semua mengenai hal baru dari sesuatu yang mustahil menjadi sesuatu yang bisa kita terima, dari sesuatu yang kita impikan menjadi suatu kenyataan itulah hebatnya sebuah proses pendidikan.

Dalam pendidikan, sya teringat dengan nasihat Syaikh Tarbiyah, Alm Ust. Rahmat Abdullah, beliau berpesan bahwa :

  1. Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu
  2. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu
  3. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu
  4. Teruslah bertahan, hingga kefituran itu futur menyertaimu
  5. Teruslah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu

Dari nasihat diatas tentu kita bisa mengambil maknanya bahwa dalam hidup kita harus ‘bergerak’ dan merubah, dan perubahan itu membutuhkan ilmu, dan ilmu akan kita dapatkan dari sebuah proses pendidikan. Betapa penting proses dari sebuah pendidikan, yang akhirnya nanti mampu mengajarkan kita dan mengetahui seberapa besar kemampuan kita bertahan dalam hidup.

Pendidikan membuat kita tahu dan mengetahui, membuat kita faham dan memahami, membuat kita mengerti dan dimengerti, membuat kita pintar dan lebih pintar, membuat kita maju dan berkemajuan, membuat kita bangun menuju perubahan.

Pendidikan itu penting tapi kita juga harus berhati-hati dalam menetukan pendidikan, jangan sampai setelah kita mendapatkan pendidikan kita malah ‘menghancurkan’ dari pada membangun, lihat bagaimana para pemimpin-pemimpin bangsa kita, mereka melakukan korupsi dan berbagai macam hal karena mereka salah dalam memanfaatkan dan menempatkan pendidikan kepada tempatnya, mereka bukan orang-orang yang bodoh, tapi mereka adalah orang-orang yang pintar, ya.. pintar membodohi masyarakat dan bangsa kita.

Pendidikan akan sangat berpengaruh besar bagis sebuah pembangunan, perubahan dan perbaikan hidup, jangan sampai kita melupakan dan mengesampingkan pendidikan, bukankah dalam al-qur’an jelas-jelas diterangkan bahwa ‘Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu beberapa derajat’, dan ilmu itu adalah kuci keberhasilan hidup, bagaimana mungkin kita akan mendapatkan ilmu jikalau kita tidak melakukan sebuah proses perubahan yang dinamakan ‘pendidikan’.

Kita lihat bahwa pendidikan akan menunjang segala macam kebutuhan dan kehidupan seseorang, karena dalam pendidikan kita diajarkan bagaimana kita ‘tahu’ dan ‘mengetahui’ caranya bertahan dalam hidup.

Bahkan yang paling penting mungkin kita pasti ingat bagaimana nabi kita diajarkan tentang sebuah proses ‘pendidikan’ lewat membaca, seperti wahyu yang pertama kali diturunkan oleh allah swt kepada nabi kita, ‘Bacalah…Bacalah…Bacalah..’ itu merupakan nasihat yang amat berharga yang harus kita lakukan dan renungkan bahwa allah lebih senang kepada orang-orang yang mau menuntut ilmu. Lihat juga kisah bagaimana seorang nabi sulaiman ketika diberikan pilihan tahta, kekuasaan, wanita, harta dan ilmu. Apa akhirnya yang dipilih ‘ILMU’ ia ilmu yang akhirnya dipilih, karena dengan ilmu segala hal itu akan datang dengan sendirinya, tentu denga ilmu yang kita pelajari, dan kita amalkan dengan sebaik-baiknya.

Banyak orang-orang cerdas, hebat dan berilmu tinggi tapi hanya sedikit yang mampu memanfaatkan keilmuannya untuk kepentingan masyarakat, untuk kepentingan agama dan untuk kesejahteraan bersama. Disanalah peran penting dari sebuah pendidikan, ketika kita menjadi orang yang terdidik berarti kita sudah mau untuk melakukan perubahan.

“Allah tidak akan merubah nasib seseorang sehingga orang itu merubah nasibnya sendiri

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tur Eropa dan Blunder Lanjutan Timnas U-19 …

Mafruhin | 7 jam lalu

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: