Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Masjoker

mencoba mengisi hidup dengan kebajikan dan kebijakan

Menggaet Simpati Rakyat

OPINI | 11 April 2013 | 22:36 Dibaca: 175   Komentar: 0   0

Hajatan pemilu akan segera di gelar. Semua peserta (parpol) sudah terasa mulai memasang jurus dan trik untuk memenangkan pertandingan ini. Dimulai dari menyeleksi pemain, dan melakukan pemanasan serta menyusun strategi. Sebuah pertandingan 5 tahunan yang sungguh menguras perhatian, energi dan tidak dipungkiri juga dana. Bagi partai politik yang sehat sasaran utamanya adalah mewujudkan visi, misi dan tujuan partai. Untuk dapat mencapai sasaran utama itu terdapat sarana yang mutlak harus dimiliki yaitu dukungan dari para pemilih yang mencukupi. Oleh karena itu saat ini partai mempersiapkan segala sesuatunya untuk dapat mencari dan mengumpulkan dukungan publik sebanyak-banyaknya.

Partai adalah kumpulan ide dan gagasan dari orang-orang yang sejalan untuk bersama-sama diwujudkan. Partai akan mempunyai makna dan dapat berkarya jika mendapat kepercayaan rakyat secara signifikan sehingga dapat memimpin pemerintahan untuk merealisasikan ide dan gagasannya.

Partai yang sehat akan berusaha mendekatkan ide dan gagasannya dengan ide dan gagasan sebanyak-banyaknya rakyat pemilih. Rakyat akan memberikan suaranya untuk partai yang ide dan gagasannya dirasa paling mendekati dengan ide dan gagasan mereka. Bentuk keterwakilan ide dan gagasan rakyat inilah yang mengikat seorang pemilih untuk menjatuhkan pilihannya pada partai tertentu. Sehingga jika sebuah partai ingin mendapat dukungan dari rakyat banyak maka ia harus mampu menampung ide, gagasan dan keinginan rakyat tersebut menjadi salah satu cita-cita partai (visi, misi), namun itupun belumlah cukup. Rakyat menginginkan bukti kongkret melalui apa yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh partai untuk mewujudkan hal tersebut. Oleh karena itu dalam tahap awal menuju medan pertempuran pemilu 2014, sudah selayaknya partai yang sehat untuk melakukan survey, riset atau apapun namanya guna menjaring ide, gagasan dan keinginan rakyat calon pemilih. Partai yang telah memiliki data akurat tentang hal ini, akan lebih mudah merumuskan tema dan model kampanye untuk menawarkan solusi yang dapat menjembatani antara ide, gagasan dan keinginan rakyat dengan rencana strategis partai kedepan. Tanpa data ini kampanye hanya akan merupakan ritual tanpa makna.

Partai yang sehat memiliki rencana strategis yang simultan dan memiliki stok sumberdaya tokoh yang mampu untuk mewujudkan rencana strategis tersebut. Semakin banyak ide, gagasan dan keinginan rakyat yang dapat diakomodasi dalam rencana strategis partai, maka semakin banyak pula kemungkinan untuk menarik simpati rakyat. Jurus berikutnya adalah menampilkan tokoh-tokoh yang dipercaya oleh rakyat dapat mewujudkan ide dan gagasan itu. Tokoh akan menjadi kunci dan daya tarik cukup kuat. Jika beberapa partai mempunyai kesamaan ide dan gagasan, tokoh akan menjadi jaminan bagi rakyat pemilih untuk dapat mewujudkan impiannya. Semakin “terbuka” visi dan misi sebuah partai akan membuka peluang lebih besar untuk meraup suara dari banyak pemilih. Semakin kuat karisma seorang tokoh akan semakin kuat pula daya tariknya untuk pemilih.

Untuk partai yang minim modal ketokohannya, dapat menggunakan trik untuk menciptakan tokoh-tokoh lokal bahkan tokoh-tokoh lingkungan sebagai penggantinya. Tokoh-tokoh lokal ini harus benar-benar dapat menarik simpati dari masyarakat di sekitarnya melalui kegiatan-kegiatan, pendekatan dan problem solving yang nyata atas permasalahan masyarakat di sekitarnya. Gabungan dari tokoh-tokoh lokal yang telah mendapat kepercayaan dari masyarakat di sekitarnya seringkali dapat mengalahkan pamor dari tokoh skala nasional untuk wilayah tersebut.

Partai yang sehat akan berusaha menghindarkan diri dari wilayah-wilayah sensitif (misalnya korupsi). Hal ini juga merupakan modal yang penting untuk menarik simpati rakyat. Jika partai telah terlanjur tersangkut dengan wilayah sensitif ini maka harus segera mencari modal pengganti untuk menutupi kekurangan tersebut. Bagi partai, korupsi ibarat sebuah penyakit kudis, tidak mematikan tetapi akan menggangu penampilan dan merusak kecantikan partai (bagi rakyat “korupsi” ibarat penyakit kanker ganas yang harus segera di amputasi). Menyikapi penyakit yang demikian perlu kehati-hatian dan ketepatan penanganan. Penggunaan bedak untuk menutupinya tak akan banyak membantu, karena tidak akan menyembuhkan sumber penyakitnya.

Dan yang terakhir, sebuah partai yang sehat akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan janji-janji kampanye yang telah diucapkan di depan pendukung dan pemilihnya. Menjaga amanat dan bekerja dengan sepenuh hati akan menjadikan setiap rakyat pemilih tidak lari ke lain partai. Pengingkaran janji akan menyebabkan ketidakpercayaan dan sikap antipati dari rakyat pemilih yang sebelumnya mendukungnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pasien BPJS yang Kartunya Tidak Aktif Mulai …

Posma Siahaan | | 21 December 2014 | 06:53

Tukeran Hadiah, Wichteln …

Gaganawati | | 21 December 2014 | 05:29

7 Perilaku Buruk Berlalu-lintas di Tiongkok …

Aris Heru Utomo | | 21 December 2014 | 09:10

Blusukan ke Pasar Pengalengan, Pasar Sayur …

Thamrin Sonata | | 20 December 2014 | 23:42

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Lain Fahri Hamzah, Lain Pula Fadli Zon …

Ajinatha | 2 jam lalu

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 3 jam lalu

Natal, Skandal Sejarah Kelahiran Yesus …

Nararya | 4 jam lalu

Pintu Damai Tertutup, Menang Golkar Bali …

Erwin Alwazir | 13 jam lalu

Aburizal Bakrie Disandera Jokowi ? …

Adjat R. Sudradjat | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: