Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

Kurikulum 2013, Benar-benar Ditelanjangi di Kampus UNJ oleh Praktisi Pendidikan (2)

REP | 12 April 2013 | 13:25 Dibaca: 5806   Komentar: 4   3

Dalam tulisan saya terdahulu, dan menjadi headline di kompasiana dengan judul yang sama, saya menceritakan bagaimana kurikulum 2013 ditelanjangi di kampus UNJ. Ternyata kurikulum ini masih banyak kekurangannya setelah kita kritisi bersama. Banyak isi konten dalam kurikulum itu yang bermasalah termasuk implementasi Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD).

Videony bisa dilihat di sini http://www.youtube.com/watch?v=uY3T3rFx7xg

Sebagai seorang guru yang hadir dalam seminar “kesiapan guru dalam menghadapi kurikulum baru dan problematika yang dihadapinya”, terlihat sekali para nara sumber begitu menguasai materi yang diberikan. Mereka tidak asal ucap, tetapi dilengkapi dengan data dan fakta yang bisa diungkapkan secara ilmiah. Wajar saja, pada akhirnya, peserta seminar menjadi tahu bahwa kurikulum 2013 tidak atau belum bisa diterapkan di tahun ajaran baru ini. Kalau pemerintah memaksakan juga, maka akan sangat berakibat fatal. Sebab akan banyak mengundang sejumlah masalah yang pada akhirnya tak sepadan dengan dana yang akan dikucurkan sebesar 2,49 Trilyun.

Saya mencoba memahami apa yang disampaikan oleh ibu Itje Chodidjah yang merupakan Dewan Pakar Ikatan Guru Indonesia (IGI).  Juga memahami apa yang disampaikan oleh ibu Retno Listiyarti yang menjadi Sekretaris Jenderal FSGI. Ditambah lagi dengan sejumlah informasi yang disampaikan oleh staf ahli komisi X DPR, pak Laode dari fraksi PKS.

Bagi saya, apa yang mereka sampaikan sangatlah real dan menggambarkan bahwa kurikulum 2013 ini tidak atau belum siap pakai. Namun sayangnya, pejabat Kemdikbud yang diutus oleh wakil menteri pak Musliar Kasim untuk memberikan materinya kurang begitu memahami apa yang disampaikan. Sehingga diskusi hanya bersifat normatif, dan belum memberikan solusi.

Sebenarnya, dalam seminar nasional di kampus UNJ pada Minggu, 7 April 2013 dan sudah tersebar di berbagai media itu, diskusinya kurang berimbang. Kalau saja pak Wakil menteri, Musliar Kasim datang, mungkin diskusi ini kan jauh lebih berisi dan pak wamendikbud akan melihat langsung kondisi yang terjadi dari pertanyaan para guru yang hadir.

Tapi apa mau dikata, panitia sudah berusaha untuk menghubungi para nara sumber yang kompeten di bidangnya. Tetapi sayang, mereka tak bisa hadir dalam seminar ini yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ, Ikatan Guru Indonesia (IGI). Akhirnya wajar bila kemudian kurikulum 2013, benar-benar ditelanjangi di kampus UNJ oleh para Praktisi Pendidikan.

Buat anda yang belum mendapatkan materi seminar dari para nara sumber, anda akan dapatkan file lengkapnya di facebook group ikatan guru indonesia (IGI). Bagi anda yang kesulitan untuk download, dapat menghubungi omjay di email wijayalabs@gmail.com. Insya Allah akan saya kirimkan emailnya, sehingga pembaca semakin mengerti kenapa kurikulum 2013 harus ditunda penerapannya sampai benar-benar siap diterapkan di seluruh Indonesia. Kalau cuma 10 % atau 20 %, itu mah kurikulum ujicoba namanya, dan belum layak disebut kurikulum yang sah untuk diterapkan di seluruh Indonesia.

Desakan dari berbagai kalangan dan berita tentang kurikulum 2013, dapat anda cari informasinya dengan menuliskan “kurikulum 2013″ di Google atau anda dapat mencari infonya di twitter dengan hastag #kurikulum 2013. Mohon jangan terkejut bila anda mendapatkan informasi yang mendebarkan jantung anda. Selamat membaca!

13657478562120617684

Seminar Nasional Kesiapan Guru dalam Kurikulum Baru di Perpustakaan UNJ

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Di Balik Cerita Jam Tangan Panglima …

Zulfikar Akbar | | 24 April 2014 | 01:13

Bapak-Ibu Guru, Ini Lho Tips Menangkap …

Giri Lumakto | | 24 April 2014 | 11:25

Pedagang Racun Tikus Keiling yang Nyentrik …

Gustaaf Kusno | | 24 April 2014 | 10:04

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 6 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 7 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 11 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: