Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

34rs

seorang pria, lahir 13/08, di Pangian-Lintau, Prop. Sumbar. Pensiunan PNS . Tinggal di Koto Baru, selengkapnya

Air Mani, Warna, dan Rupa Anak

OPINI | 13 April 2013 | 15:42 Dibaca: 4992   Komentar: 0   1

Maka hendaklah manusia memerhatikan dari apa ia diciptakan (Al-Qur’an surat At-Tariq ayat 5). Ayat ini menjelaskan bahwa adalah penting bagi manusia untuk mengetahui sumber atau bahan penciptaannya agar ia tidak sombong dan menganggap dirinya penguasa dibumi ini.

Dalam ayat 12 dan 13 surat Al-Mu’minun Allah berfirman bahwa manusia diciptakan dari sari pati tanah yg kemudian dirobah-Nya menjadi “air mani” yg disimpan dalam tempat yg kukuh (rahim).
Sebelum kerahim itu air mani berada antara tulang punggung dan tulang dada laki2 dari sini air mani itu dipancarkan (At-Tariq :6-7) menuju ke rahim.
Begitu pentingnya “air mani” dalam kehidupan manusia maka tulisan ini akan mencoba membahas tentang apa dan bagaimana air mani tsbt.

Menurut Wikipedia, air mani adalah merupakan cairan tbh yg keluar dari zakar hasil dari nafsu syahwat dan biasanya mengandung sperma.

Pada bagian lain hadits Nabi menjelaskan, air mani tidak hanya dikeluarkan laki2, tapi juga wanita. Hadits2 Nabi malah lebih detail menjelaskan ttg warna, kesucian dan tingkat kekentalannya, serta apa yg harus dilakukan bila seseorang mengeluarkan air mani karena “mimpi” atau “bersetubuh”. Hadits Nabi juga menjelaskan hubungan antara jumlah air mani dan rupa anak.

Air mani dan wajib mandi

Dua Hadits yg diriwayatkan Ibnu Majah serta Abu Dawud dan Tirmidzi setiap keluarnya air mani baik pada pria maupun wanita maka ybs wajib mandi. Lengkapnya hadits tsat adalah sbb :

1. Aisyah ra. memberitahukan, Rasulullah Saw pernah bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian bangun dari tidur, dan melihat basah (air mani) padahal merasa tidak bermimpi, maka harus mandi. Sebaliknya, jika ia bermimpi, namun tdk melihat (mengeluarkan) air mani, maka tdk wajib mandi besar (HR. Ibnu Majah).
2. Aisyah ra. mengemukakan, Nabi Saw ditanya ttg seorang laki2 yg menemukakan basah2 (air mani) ttp ia tdk merasakan mimpi bersetubuh. Nabi Saw menjawab, Ia harus mandi. Dan ditanyakan juga kepada beliau mengenai seorang laki2 yg mimpi bersetubuh namun tdk menjumpai basah (air mani). Maka Nabi bersabda, Ia tdk wajib mandi.

Lalu Ummu Sulaim bertanya, bagaimana kalau wanita mendapati basah 2 itu (pada dirinya), apakah ia wajib mandi? Ya, karena sesungguhnya kaum wanita itu belahan kaum laki2, sabda Rasulullah Saw. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Air mani warna dan rupa anak.

Hubungan antara warna air mani dan rupa anak penjelasannya dapat kita pahami dari dua hadis yg diriwayatkan oleh Muslim berikut :

1. Muhammad Rasululloh Saw bersabda, sungguh airmani laki2 itu kental lagi putih, sedangkan airmani wanita encer dan kuning. Mana saja diantara keduanya yg lebih banyak atau lebih dulu keluarnya, niscaya anaknya akan menyerupai dia.
2. Muhammad Rasululloh bersabda, apabila air mani istri lbh banyak daripada air mani suaminya, maka anaknya kelak mirip saudara2 ibunya. Sebaliknya jika air mani suami lbh banyak daripada air mani istrinya maka anaknya kelak mirip kepada saudara2 ayahnya.

Apakah air mani suci? Haruskai dicuci?

Siti Aisyah ra. menuturkan, “Aku pernah mencuci bekas jinabah (air mani) dari pakaian Nabi Saw kemudian beliau pergi mengerjakan sholat (dg pakaian itu). Padahal bercak2 air masih ada pada pakaiannya”. (HR. Lima ahli hadis).

Pada hadits lain : Aisyah ra. mengungkapkan, “Aku pernah menggosok air mani yg sdh kering pada pakaian Nabi Saw. Kemudian pakaian itu Rasululloh Saw kenakan utk sholat (HR. Lima ahli hadis kecuali Bukhori).

Dari penjelasan2 diatas dapat kita simpulkan hal2 sbb :

1. Selain Nabi Adam, Siti Hawa dan Nabi Isa AS, manusia diciptakan dari air mani.

2.Laki2 dan Perempuan masing2 mempunyai air mani.

3. Beda air mani perempuan adalah, laki2 air maninya kental bewarna putih, sfangkan air mani perempuan encer bewarna kuning.

4. Bila seseorang mengeluarkan air mani baik laki2 maupun perempuan, bermimpi atau tdk, maka wajib mandi.

5. Jumlah air mani yg dikeluarkan laki atau perempuan akan mempengaruhi rupa anak.

6. Air mani itu suci bukan najis, namun perlu dibersihkan, kalau masih basah dicuci, kalau sdh kering cukup digosok atau dikerik.

Itulah beberapa hal ttg “air mani” yg merupakan asal muasal manusia, sesuatu milik kita yg suci hingga perlu dijaga tak boleh sembarang dipancarkan karena ia hanya boleh dipancarkan pada tempat khusus yg diperbolehkan menurut Al-Qur’an dan Hadis. Semoga menjadi iktibar dan bermanfaat.

Bahan Bacaan :
Al-Qur’an dan Hadits Nabi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pasien BPJS yang Kartunya Tidak Aktif Mulai …

Posma Siahaan | | 21 December 2014 | 06:53

Tukeran Hadiah, Wichteln …

Gaganawati | | 21 December 2014 | 05:29

7 Perilaku Buruk Berlalu-lintas di Tiongkok …

Aris Heru Utomo | | 21 December 2014 | 09:10

Blusukan ke Pasar Pengalengan, Pasar Sayur …

Thamrin Sonata | | 20 December 2014 | 23:42

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Lain Fahri Hamzah, Lain Pula Fadli Zon …

Ajinatha | 2 jam lalu

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 3 jam lalu

Natal, Skandal Sejarah Kelahiran Yesus …

Nararya | 4 jam lalu

Pintu Damai Tertutup, Menang Golkar Bali …

Erwin Alwazir | 13 jam lalu

Aburizal Bakrie Disandera Jokowi ? …

Adjat R. Sudradjat | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: