Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Fazin Hisabi

Kalau saya salah, apakah anda benar,,?

Hapuskan Ujian Nasional (UN)!

OPINI | 15 April 2013 | 08:52 Dibaca: 377   Komentar: 4   0

13659907131876918225

Ujian nasional biasa disebut UN adalah sistem uji kemampuan untuk siswa tingkat akhir baik SLTP maupun SLTA. Seyogya nya UN adalah sistem uji kemampuan seorang siswa selama menempuh pelajaran di bangku sekolah, UN adalah sistem uji kelayakan apakah siswa layak untuk diluluskan dari sekolah atau tidak, apakah siswa sudah layak melanjutkan ke jenjang berikut nya atau tidak.

Namun semua itu jauh dari harapan UN yang diharapkan mampu mengukur standar kemampuan siswa malah banyak diselewengkan pada praktik-praktik yang tidak benar, mulai dari praktik korupsi sampai praktik mistis semua muncul disebabkan oleh UN.

Bagaimana tidak, di daerah yang tertinggal, yang sekolah nya tidak memiliki perlengkapanlayak untuk memenuhi standar nasional, mulai dari alat-alat praktek sampai kepada pengajar semua jauh dari standar nasional namun tetap dipaksakan untuk ikut ujian nasional dengan standar nasional itu sendiri. Bukan meremehkan siswa tersebut namun  semua tidak lain adalah disebabkan kurang nya perhatian pemerintah terhadap seluruh pelajar yang berda di pelosok, daerah tertinggal dan lain sebagai nya, pemerintah hanya menjadikan sekolah-sekolah yang berda di pusat kekuasaan sebagai contoh untuk sekolah bertahap nasional. Alhasil dari semua itu banyak praktek-praktek penyelewengan mulai dari suap menyuap untuk mendapatkan kunci jawaban sampai pada prektik kemusrykan seperti menyambangi kubur keramat sampai kepada dukun dan lain sebagai nya.

Siapa yang seharus nya disalahkan,,?

Kejadian-kejadian sperti itu sudah biasa namun bukan hal yang baik,kita seharus nya tidak membiarkan hal yang baik itu muncul dari generasi bangsa. Apakah dengan kejadian itu mereka yang kita slahkan,,? Tidak bisa begitu, mereka hanya menyimpan rasa ketakutan, yaitu ketakutan terhadap kata tidak lulus lalu hal itu yang menyebabkan mereka melakukan segala cara termasuk praktik korupsi dan mistis. Lalu bagaimana bangsa ini akan maju jika praktik seperti itu sudah terdidik dari sekolah dasar seperti SLTA dan SLTP,,?  Siapa yang seharus nya disalahkan,,? Semua tidak lain dan tidak bukan adalah pemerintah. Memang niat baik dari pemerintah adalah meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dengan melakukan standar nasional dan menghubungkan dengan standar internasional, namun apakah sudah siap dan benar-benar mampu hal itu di terpkan,,? Tidak usah bicara terlalu jauh untukl membiayai sekolah-sekolah yang rusak didaerah saja pemerintah tidak peduli kenapa mesti menerapkan sistem seperti itu kalau memang kenyataan nya tidak mampu,,? Kenapa mematok standar tinggi kalau pemerintah sendiri tiak berniat untuk meningkatkan kulitas anak bangsa,,? Bahkan yang lebih naif cendrung membodoh-bodohi bukan malah mencerdaskan. Lalu apa fungsi UN kalau sudah sperti itu,,? Apakah masih layak untuk diperthankan jika pemerintah sendiri tidak serius untuk meningkatkan mutu pendidikan,,?apakah selama nya standar pendidikan dan sistem pendidikan di Indonesia hanya sebatas kurikulum berbasis uji coba,,? Mau sampai kapan para generasi bangsa dijadikan uji coba pemerintah yang sudah merasa benar,,? Mau berapa banyak lagi melihat generasi bangsa frustasi dan menjadi gila gara-gara tidak lulus UN,,? Mau berapa banyak lagi melihat generasi bangsa yang emninggal bunuh diri gara-gara tak lulus UN,,? Apakah UN masih layak dipertahankan,,? Sebaik nya sistem UJIAN NASIONAL atau UN di hapuskan !!!

Probem lain

Ada problem lain yang baru muncul yaitu 11 Provinsi UN nya akan di undur, kenapa begitu,,? Ada yang beralasan bahwa UN kali ini sedikit ribet dengan 20 paket dan harus dimasukkan kedalam kotak yang berbeda, dikemas dengan baik agar tak tertukar baru dikirim ke Provinsi yang bersangkutan. Inilah alas an pemerintah untuk menutupi ketidak siapan pemerintah untuk menyelenggarakan UN. Kalau alas an nya begitu kemarin-kemarin ngapain aja,,? Apa tenaga kerja di mendikbud sudah pada hilang atau kekurangan,,? Apa sarjana-sarjan yang nganggur sudah enggak dibutuhkan lagi,,?kacau balau memang negri ini, sungguh memprihatinkan, lagi lagi saya prihatin (meminjam istilah pak beye)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mereka Meninggalkan Ego demi Kesehatan …

Mohamad Nurfahmi Bu... | | 31 October 2014 | 00:51

Rokok Elektronik, Solusi Stop Merokok yang …

Gaganawati | | 31 October 2014 | 01:19

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Ihwal Pornografi dan Debat Kusir Sesudahnya …

Sugiyanto Hadi | | 31 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 10 jam lalu

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 11 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 13 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Bukan Diriku …

Roviatus Sa'ada... | 8 jam lalu

Humor Revolusi Mental #017: Orang Batak …

Felix | 8 jam lalu

Sabang & Tugu Nol Kilometer yang …

Muslihudin El Hasan... | 8 jam lalu

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | 8 jam lalu

Distributor Rokok Mengambil Alih Permainan …

Jumardi Salam | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: