Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

Masih Perlukah Ujian Nasional di SMA?

REP | 15 April 2013 | 12:14 Dibaca: 334   Komentar: 12   1

Baru saja saya berdiskusi dengan anak-anak kelas XII SMA Labschool Jakarta yang baru saja melaksanakan Ujian Nasional (UN) Bahasa Indonesia. Mereka tampak gembira karena baru saja menyelesaikan UN SMA hari pertama. Mereka berkumpul di kantin sekolah sambil melepas lelah.

Ketika saya tanya kepada mereka masih perlukah ada UN di SMA? Mereka semua menjawab tidak perlu. Alasannya, UN hanya menghabiskan uang negara saja, dan setelah mereka lulus UN, mereka harus ikut tes seleksi penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi lagi. Kata mereka, sebaiknya UN yang dilaksanakan sudah langsung membuat mereka diterima di PTN yang mereka impikan. Asalkan jumlah nilainya tinggi dan sesuai ketentuan.

Nampaknya, kemendikbud perlu melakukan dialog dengan para siswa SMA, dan juga guru-guru di SMA. Masih perlukah UN dilaksanakan di sekolah-sekolah kita? Kalau jawabannya perlu, buat apa? Kalau untuk menentukan kelulusan siswa, bukankah sudah ada ujian sekolah? lalu buat apa UN dilaksanakan?

Sebagian orang menduga UN sebagai alat pemetaan kemampuan siswa di setiap daerah. Dari setiap daerah akan ketahuan, daerah mana yang kualitas lulusannya rendah. Lalu buat apa datanya kalau sudah didapatkan kemudian tak ada tindakan? Lagi-lagi orang menduga negatif thinking. Apalagi kalau bukan urusan “PROYEK”. Sebab dana pelaksanaan UN cukuplah besar. Sampai-sampai polisipun ikut kebagian rezeki karena mengamankan soal UN.

Saya hanya bermimpi saja. Seandainya UN tidak ada di sekolah-sekolah kita. Tentu tak ada lagi bimbel atau bimbingan belajar yg mengklaim kalau mereka lulus dengan nilai tinggi adalah berkat jasa guru bimbel. Lalu dimanakah jasa guru yang sudah pontang panting melakukan pendalaman materi UN?

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 2 jam lalu

Mungkinkah Duet “Jokowi-Modi” …

Jimmy Haryanto | 5 jam lalu

Beli Indosat, Jual Gedung BUMN, Lalu? …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Ngapain Garuda Minta Maaf ke Ahmad Dhani? …

Ifani | 11 jam lalu

Lawan Lupa Komnas HAM, Antasari Harus Dibela …

Berthy B Rahawarin | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: