Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Edy Maryanto

Praktisi Pendidikan, Konsultan Bisnis Pendidikan, Asesor Pendidikan Dasar Dan Menengah

Pro- Kontra Kurikulum 2013

OPINI | 15 April 2013 | 14:08 Dibaca: 427   Komentar: 0   0

Pro- Kontra Kurikulum 2013

Berdiskusi dengan teman teman IGI (Ikatan Guru Indonesia ) di dunia maya tentang rencana pemerintah melaksanakan kurikulum 2013 bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu pertama kelompok yang terang terangan menolak pelaksanaan kurikulum 2013 secara bertahap kedua kelompok yang siap melaksanakan kurikulum 2013 secara bertahap. Kelompok pertama bergumentasi sebagai berikut , pemerintah belum mengevaluasi pelaksanaan KTSP apakah berhasil atau tidak, juga tekesan terburu-buru melaksanakan padahal masa bakti kemendiknas tersisa satu setengah tahun, anggaran yang begitu besar untuk sebuah perubahan di kemendiknas, belum lagi mempersiapkan dijajaran kementrian, kepala dinas , pengawas, pendidik itu sendiri dengan melatih master teacher dan seterusnya untuk duplikasikan ke sekolah lainnya.. Kelompok kedua yang siap melaksanakannya dengan alasan sejarah siklus sepuluh tahunan kurikulum dievaluasi dan diperbaharui dengan harapan lebih baik lagi karena melihat realitas maraknya tawuran pelajar di kota kota besar bahkan beberapa di tingkat kota / kabupaten, beringasnya masyarakat yang main hakim sendiri seolah olah penegak hukum dianulir, meningatnya jumlah oknum pejabat yang mengemplang uang negara ( baca korupsi ). Lalu bagaimanakah kita pemerhati pendidikan melihat kedua hal tersebut diatas ? jawabannya adalah bagi kelompok yang kontra / menolak terhadap kurikulum 2013 maka secara intensif perlu saluran komunikasi yang baik terhadap pengambil kebijakkan dengan duduk bersama membahas solusi pemecahan secara arif bijaksana sebelum DPR mematok hal tersebut. Dengan cara yang baik tidak turun kejalan ( baca demo kurikulum 2013) karena akan mengganggu jalannya proses pembelajaran di kelas padahal tugas utama pendidik adalah mendidik dan mengajar di dalam kelas agar peserta didik cerdas , santun , berakhlak mulia sesuai amanah yang diembannya. Bila asumsi guru mengajar sesuai dengan beban mengajar 24 jam per mingu maka sekolah menerapkan 5 hari kerja, pendidik akan masuk kelas per harinya anatar 4 – 5 jam perhari (sisanya antara 3 jam untuk mengoreksi hasil belajar peserta didik ). Bisa Hitung sendiri bila dengan cara tersebut dilakukannya maka akan mengganggu produktifitas pendidik di dalam kerjanya. Nasi sudah menjadi bubur diskursus di mimbar ilmiah dan diposting media massa sebagai umpan balik kepada pengambil kebijakan (kemendiknas) agar pro aktif atau sebaliknya bagi para penentang untuk audiensi dengan pejabat terkait sehingga tidak akan terjadi dalam pelaksanaanya setengah hati, karena berbuat dengan setengah hati akan berbeda hasilnya dengan bertindak dengan hati yang ikhlas dan berdampak pada pencapai dalam dalam proses pembelajaran di kelas. Semoga tulisan ini bisa diperhatikan dan bermanfaat untuk pencerahan bagi Komunitas Pemerhati Dunia Pendidikan (KPDP) di seluruh Indonesia atau komuniatas – komunitas pendidikan lainnya….

Edy Maryanto , Praktisi Pendidikan, Pendiri Komunitas Pemerhati Dunia Pendidikan (KPDP)

Http://smaralzind.blogspot.com, edymaryanto@yahoo.com.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | | 24 November 2014 | 06:23

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 6 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 7 jam lalu

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 16 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemeriksaan Keperawanan Itu “De …

Gustaaf Kusno | 7 jam lalu

Autokritik untuk Kompasianival 2014 …

Muslihudin El Hasan... | 8 jam lalu

Kangen Monopoli? “Let’s Get …

Ariyani Na | 8 jam lalu

Catatan Kecil Kompasianival 2014 …

Sutiono | 8 jam lalu

Jangan Sembarangan Mencampur Premium dengan …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: