Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ikhwan Muhammad

Dokter dan Praktisi K3/OH&S (Occupational Health & Safety). Awardee beasiswa ADS (Australian Development Scholarship). Menempuh selengkapnya

Aku dan Kamu, yang Tidak Pernah Merasa Cukup

OPINI | 16 April 2013 | 06:25 Dibaca: 185   Komentar: 2   0

oleh: dr. Ikhwan Muhammad

“..ga perlu iri dengan rejeki orang lain..”, ia menghela nafas, “..setiap orang punya rejeki nya masing-masing, kita ga perlu iri kalau ada orang-orang yang dengan mudah bisa ngedapetin sesuatu, sementara kita harus banyak berusaha..itu jalan Tuhan buat dia, kita punya jalan kita sendiri..”, “..setiap kali kita menyimpan rasa iri terhadap orang lain, itu akan jadi penyakit buat kita, yang membuat kita jadi ga tenang, kepikiran, sementara di sisi lain rasa iri kita ga mengubah apapun–dia tetap bahagia dengan rejekinya..dan kita tidak mendapat apa-apa..”, sesekali mata nya mengernyit, bibir nya tersenyum.

Lantunan kata-kata dokter ahli anastesi RSUDZA Banda Aceh di sela-sela morning report pagi itu menohok hati kebanyakan audiens. betapa tidak di rimba per-koas-an ini kita sering sekali bermain hati. “..dia enak ujian sama dr.yang bonam..”, “..sial banget aku..kena baca sama dia pula..”, “..qe enak, bawaan badan ga da pasien..”, istilahnya..’sedih melihat kawan susah, tapi lebih sediiiiihhh lagi kalau melihat kawan senang’ ..padahal, kalau saja kita bisa lebih rajin melihat ke bawah, dan membandingkan dengan apa yang ada di diri kita hari ini..sungguh, akan kita temukan betapa Tuhan telah memberi kita cukup.

“..beberapa orang harus 10x membaca sesuatu baru bisa paham, sementara beberapa orang lain hanya cukup dengan membaca 1x, lalu kenapa?, itu kemudahan yang dikasih untuk dia, kita ga perlu iri, ga perlu jadi rendah diri, kita cuma harus berusaha lebih keras sesuai dengan kemampuan yang kita punya, kalau memang harus 10x kita membacanya-maka kita akan 10x membaca nya..” (kata-kata dokter ahli  anak, satu sore di poli anak)

“..Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata: Ini adalah hakku..” (QS. Fushshilat: 50)

“..Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa..” (QS. Fushshilat: 51)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 7 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 12 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 13 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 15 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Preman …

Bhre | 7 jam lalu

Bercanda, Berfilsafat! …

Wahyudi Kaha | 8 jam lalu

Persipura Punya 5 Kandidat Pelatih Baru …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Hujan …

Gusranil Fitri | 8 jam lalu

Renungan Malam Tahun Baru 1436H: Ketika Doa …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: