Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Dodin

suka menolong & humoris

Pemimpin Otoriter

REP | 16 April 2013 | 16:46 Dibaca: 1409   Komentar: 0   0

Saat mendengar kata pemimpin otoriter, langsung terbayang sosok Adolf Hitler. Tokoh diktator Jerman yang kejam. Hitler sangat anti Yahudi. Dari anak-anak sampai orangtua, pokoknya yang berdarah yahudi di bantai semua seperti binatang. Padahal disadari atau tidak, banyak di antara kita orang-orang yang mempunyai sikap atau gaya kepemimpinan otoriter atau diktator yang mirip dengan Hitler. Atasan di tempat anda bekerja, dosen di tempat anda kuliah, pak RT, RW, lurah, camat, bupati, walikota, presiden atau bahkan anda sendiri termasuk pemimpin otoriter.

Ciri-ciri pemimpin otoriter adalah kekuasaan ada di tangannya sepenuhnya. Kata-katanya menjadi undang-undang atau aturan hukum yang harus di patuhi. Perintahnya harus di turuti, apabila membangkang, maka akan di berikan sanksi atau hukuman, dari sanksi yang ringan sampai hukuman mati. Pemimpin otoriter menganggap bahwa ide dan keputusannya lah yang paling benar. Masukan dari orang lain atau bawahannya sama sekali tidak di dengar. Pemimpin otoriter identik dengan pemimpin yang kejam, intoleransi, bertangan besi, menghalalkan segala cara, menyelesaikan masalah dngan kekerasaan, intimidasi, fitnah bahkan sampai membunuh. Pemimpin otoriter menebarkan kekejaman yang melahirkan rasa takut kepada bawahannya, orang yang di pimpinnya atau kepada musuh-musuhnya. Bila saat ini anda adalah seorang pemimpin yang otoriter, siap-siap saja lengser dari jabatan anda dengan cara yang sangat menyakitkan, mungkin seperti Moammar Khadapi. Karena biasanya gaya kepemimpinan ini tidak akan bertahan lama. Bila saat ini anda menjadi korban atau bawahan pemimpin otoriter bersabar lah, bicarakan kepada atasan anda dengan cara baik-baik ketidak setujuan anda dengan sikap dan gaya kepemimpinannya, atau kalau memang semua sudah dilakukan tapi tidak ada perubahan yang lebih baik segeralah keluar dari situ.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Susahnya Mencari Sehat …

M.dahlan Abubakar | | 30 August 2014 | 16:43

Penghematan Subsidi dengan Penyesuaian …

Eldo M. | | 30 August 2014 | 18:30

Negatif-Positif Perekrutan CPNS Satu Pintu …

Cucum Suminar | | 30 August 2014 | 17:13

Rakyat Bayar Pemerintah untuk Sejahterakan …

Ashwin Pulungan | | 30 August 2014 | 15:24

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22



HIGHLIGHT

Hak Menahan Tersangka, Kartu ATM Polisi …

Hanny Setiawan | 8 jam lalu

Jangan Biarkan Sulit Tidur Mengganggu Hidup …

Dr Andri,spkj,fapm ... | 9 jam lalu

Kebohongan Ajudan Nazar Dalam Menjerat Ibas …

Tuty Handayani | 9 jam lalu

Kompas Jelajah Sepeda Manado-Makassar, Bikin …

Muhammad Zulfadli | 9 jam lalu

Start Lamban United dengan 3-5-2 …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: