Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Samsuni Sarman

guru smp standar nasional di kota banjarmasin anggota komunitas blogger Kayuh Baimbai Kalimantan Selatan suka selengkapnya

Rekening ‘Bodong’ Tunjangan Sertifikasi Guru

REP | 16 April 2013 | 17:30 Dibaca: 540   Komentar: 3   0

Secara bersama-sama guru mengunjungi Bank yang tertulis pada pengumuman penerima SKPT untuk melakukan konfirmasi ketersediaan dana. Ternyata sangat mengejutkan, semua nama dan nomor rekening pada Bank ditunjuk berstatus ‘Bodong’ alias tidak ada dana. Padahal berdasarkan Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru 2013 bahwa tunjangan profesi disalurkan kepada rekening guru setiap tiga bulan sekali sesuai dengan nama Bank yang tercantum pada pemberitahuan SKPT, diantaranya BRI, Bank Mandiri, dan BNI 1946 tanggal 9 sampai 16 setiap triwulan. Sekali lagi, para guru kecewa karena pihak Bank menyatakan tidak menerima transfer dana dimaksud sehingga tidak dapat mencetak ATM sebagaimana prosedur yang ditetapkan.
Rekening 'Bodong' Tunjangan Sertifikasi Guru
Guru yang kecewa kembali bertanya pada Diknas Kota untuk mengkonfirmasi penolakan Bank atas rekening yang bodong tersebut. Dan, oleh pihak pengelola dana tunjangan sertifikasi pada Kantor Diknas dijawab akan disalurkan melalui BPD yang selama ini sudah teken kontrak secara resmi. Sungguh sebuah manajemen fee yang merepotkan guru dalam menerima hak atas kewajiban 24 jam mengajar. Ternyata, dana untuk pembayaran tunjangan profesi bagi guru PNSD yang bersumber dari APBN kemudian ditransfer ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui mekanisme dana transfer daerah disalahgunakan oleh pengelola dana daerah. Seharusnya dari rekening kas umum daerah melalui bank yang ditunjuk mentransfer dana tunjangan profesi kepada rekening masing-masing guru, namun itu hanya macan kertas saja. Sejak awal jadwal pembayaran tunjangan profesi guru sudah dikeluarkan melalui Petunjuk Teknis, akan tetapi di lapangan sering terlambat dan tidak sesuai anggaran. Pembayaran tunjangan profesi yang ditransfer langsung ke kabupaten/kota masih bermasalah dari segi penyaluran seperti telat waktu dan tidak sesuai anggaran dan terakhir rekening ‘bodong’ yang mengecewakan guru.
catatan
kejadian ini terjadi di Kota Banjarmasin
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Penjelajah Kuburan, Mencintai Indonesia …

Olive Bendon | | 23 October 2014 | 03:53

Batik Tanpa Pakem …

Agung Han | | 23 October 2014 | 07:31

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Putri Presiden Jokowi Ikut Tes CPNS, Salah …

Djarwopapua | | 23 October 2014 | 14:08

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 4 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 10 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 10 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 12 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Yogyakarta, Mengapa Panas? …

Sayid Jumianto | 7 jam lalu

Geng ( Group Endel Nantang Gue ) …

Nurin Nazlah Maulid... | 7 jam lalu

(38) Skedul Kurikulum [2], Penerapan Sistem …

Tommy Junus Sarwan | 7 jam lalu

Ketika Wawan, Striker Andalan Timnas …

Primata Euroasia | 7 jam lalu

Festival Rambu Solo(Upacara Kematian) …

Hari Suseno | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: