Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Samsuni Sarman

guru smp standar nasional di kota banjarmasin anggota komunitas blogger Kayuh Baimbai Kalimantan Selatan suka selengkapnya

Rekening ‘Bodong’ Tunjangan Sertifikasi Guru

REP | 16 April 2013 | 17:30 Dibaca: 556   Komentar: 3   0

Secara bersama-sama guru mengunjungi Bank yang tertulis pada pengumuman penerima SKPT untuk melakukan konfirmasi ketersediaan dana. Ternyata sangat mengejutkan, semua nama dan nomor rekening pada Bank ditunjuk berstatus ‘Bodong’ alias tidak ada dana. Padahal berdasarkan Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru 2013 bahwa tunjangan profesi disalurkan kepada rekening guru setiap tiga bulan sekali sesuai dengan nama Bank yang tercantum pada pemberitahuan SKPT, diantaranya BRI, Bank Mandiri, dan BNI 1946 tanggal 9 sampai 16 setiap triwulan. Sekali lagi, para guru kecewa karena pihak Bank menyatakan tidak menerima transfer dana dimaksud sehingga tidak dapat mencetak ATM sebagaimana prosedur yang ditetapkan.
Rekening 'Bodong' Tunjangan Sertifikasi Guru
Guru yang kecewa kembali bertanya pada Diknas Kota untuk mengkonfirmasi penolakan Bank atas rekening yang bodong tersebut. Dan, oleh pihak pengelola dana tunjangan sertifikasi pada Kantor Diknas dijawab akan disalurkan melalui BPD yang selama ini sudah teken kontrak secara resmi. Sungguh sebuah manajemen fee yang merepotkan guru dalam menerima hak atas kewajiban 24 jam mengajar. Ternyata, dana untuk pembayaran tunjangan profesi bagi guru PNSD yang bersumber dari APBN kemudian ditransfer ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui mekanisme dana transfer daerah disalahgunakan oleh pengelola dana daerah. Seharusnya dari rekening kas umum daerah melalui bank yang ditunjuk mentransfer dana tunjangan profesi kepada rekening masing-masing guru, namun itu hanya macan kertas saja. Sejak awal jadwal pembayaran tunjangan profesi guru sudah dikeluarkan melalui Petunjuk Teknis, akan tetapi di lapangan sering terlambat dan tidak sesuai anggaran. Pembayaran tunjangan profesi yang ditransfer langsung ke kabupaten/kota masih bermasalah dari segi penyaluran seperti telat waktu dan tidak sesuai anggaran dan terakhir rekening ‘bodong’ yang mengecewakan guru.
catatan
kejadian ini terjadi di Kota Banjarmasin
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Asian African Carnival dan Historical Walk …

Efii Fitriyyah | | 26 April 2015 | 00:56

Konten Marketing dalam Ngeblog …

Etta Adil | | 26 April 2015 | 01:36

[JNE BALI] Kompasiana Blogshop & …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:11

Catatan Perjalanan: Kunjungan Ke Pabrik Aqua …

Andre Jayaprana | | 25 April 2015 | 23:03

Blog Competition “Keriaan KAA …

Kompasiana | | 22 April 2015 | 16:49


TRENDING ARTICLES

Biar Miskin Tapi Terhormat …

Ifani | 12 jam lalu

Kenapa Harus Marah? …

Daniel H.t. | 16 jam lalu

Tren Musik Kita, Sekarang Dangdut jadi Raja …

Uzi Ne 45 | 18 jam lalu

Siti Juhro Meramal: Jokowi Tak Akan Lama …

Imam Kodri | 19 jam lalu

Apa yang Salah Megawati di KAA 60? …

Syaripudin Zuhri | 20 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: